Fido (2006) 0
Selasa, 21 Des '10 08:23
Disutradarai oleh Andrew Currie
Zombie mungkin adalah salah satu makhluk yang kehadirannya sering dipakai dalam genre film horror. Sejak awal kemunculannya di film Night of Living Dead, zombie sering muncul dalam berbagai macam bentuk sesuai dengan interpretasi dari sang sutradara. Sempat tenggelam di tahun 90an, konsep zombie sendiri mulai muncul sebagai tren kembali di dunia film horror. Namun tentu saja dengan konsep yang lebih fresh dan modern. Sebut saja kemunculan zombie yang memiliki kecepatan tinggi dalam film 28 Days Later atau zombie yang bisa mempelajari persenjataan layaknya manusia dalam film Land of the Dead. Beberapa tahun yang lalu, dunia perfilman sempat digemparkan dengan film horror komedi arahan sutradara Inggris Edgar Wright. Film ini berhasil menampilkan film horror zombie yang dicampurkan dengan bumbu komedi ala Inggris. 2 tahun kemudian, Fido muncul dengan konsep yang hampir serupa. Namun, rasanya kurang pas kalau menyebut Fido sebagai Shaun of The Dead wannabe, Fido menampilkan konsep yang serupa namun menambahkan bumbu kritik - kritik sosial yang membuat film ini menjadi lebih segar dan menarik untuk disimak.
Di tahun 1950, Amerika Serikat mengalami perang besar yang disebut sebagai Perang Zombie. Di tengah krisis tersebut, sebuah perusahaan besar bernama Zomcon berhasil menciptakan sebuah alat yang memungkinkan para penduduk setempat untuk menjadikan zombie sebagai makhluk peliharaan mereka.Zombie - zombie tersebut inilah yang kemudian menjadi makhluk yang bekerja untuk membantu kehidupan manusia di sekelilingnya.
Di sebuah kota, Timmy, seorang murid SD yang pendiam merasa bahwa zombie adalah makhluk yang memiliki perasaan layaknya seorang manusia. Karena pemikirannya itu, ia sering diejek oleh teman - temannya. Pada suatu hari, keluarga Timmy membeli seorang zombie.Zombie yang kemudian diberi nama Fido inilah yang menjadi satu - satunya teman Timmy. Namun, kedekatannya dengan Fido ini justru menimbulkan masalah besar di kota tersebut.

Fido muncul dengan sebuah konsep yang jarang ditampilkan, yaitu aftermathdari wabah zombie yang menyebar. Cerita ini dipadukan dengan nuansa tahun 50an yang campy. Sang sutradaranya sendiri kelihatannya ingin menampilkan tema yang cukup berat dalam film ini, yaitu tema rasial, perbudakan, dan sikap paranoid penduduk Amerika Serikat. Fido mengangkat masalah rasial di tahun 50an ketika sikap rasis masih merajalela di Amerika Serikat, budak dianggap tidak pantas untuk disamaratakan dengan majikan, karena itu jika ada seseorang yang terlalu dekat dengan budaknya, maka akan dipastikan ia dijauhi oleh sekitarnya. Namun semua pesan ini disampaikan dengan ringan. Hal ini yang membuat pesan dalam film ini tetap sampai tanpa kelihatan terlalu pretensius.
Harus diakui, Fido sangat bergantung pada tokoh zombie. Tokoh Fido inilah yang membuat film ini menjadi menarik. Penempatan Fido dalam beberapa momen - momen klise justru membuat adegan tersebut menjadi lebih lucu. Salah satu contohnya adalah ketika dialog, "What is it Boy? " yang klise dan biasa digunakan dalam film - film keluarga, justru menjadi unik ketika dialog itu diucapkan kepada sang Fido itu sendiri.
Dengan setting, plot, dan karakter yang unik, Fido menjadi salah satu hiburan segar yang cukup menarik.Mereka yang mengharapkan cerita yang bombastis mungkin akan kecewa, namun bagi mereka ingin mendapatkan film horor komedi berkualitas yang akhir- akhir ini semakin sulit ditemui, Fido pantas untuk masuk dalam list tontonannya.
Tag: horror, zombie, local DVDs, USA black comedy film review
Terkait:
-
The Loved Ones
Sabtu, 12 Feb '11 00:02 -
Night of the Living Dead (1968)
Senin, 31 Jan '11 12:11 -
Retribution (2006)
Jumat, 17 Des '10 23:00

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat