Long Live Rock 'N Roll!! 1
Kamis, 2 Des '10 13:41
"Heavy Metal bukanlah musik, ia adalah attitude dan identitas," ujar Simon Dunn dalam narasinya di dokumenter Heavy Metal, The Headbanger's Journey, karya yang sebenarnya ia peruntukkan sebagai thesis master Antropologi di sebuah universitas di Amerika Serikat. Dengan segala hormat pada Anda yang menganggap musik keras tidak memberi manfaat pada perkembangan jiwa karena lirik-lirik yang kasar...saya berdiri di sisi Simon untuk menyetujui pendapatnya.
Rock adalah akar dari musik keras bernama Heavy Metal ini, genre yang terus bermetamorfosis mencari bentuk-bentuk eksplorasi terbarunya, tapi apapun metamorfosa yang dibuat, musik ini terus menyuarakan kegelisahannya, lewat lirik maupun melalui nada dan tempo yang dipilih.
Rock adalah attitude, sikap "memberontak" pada tatanan yang ada, pada kekakuan sistem yang secara tradisional dikuasai oleh orang-orang mapan dan praktis berkelakuan tua itu. Lewat rock, tatanan nilai menjadi bias dan perubahan adalah hal yang terus disuarakan lewat pilihan partitur yang digunakan. Tak heran jika di suatu masa lalu, genre ini dianggap sebagai sikap pemberontakan yang harus dimusnahkan.
Inilah dasar cerita The Boat That Rocked atau Pirates Radio karya Richard Curtis, sineas Inggris yang melakukan debut penyutradaraan lewat Love Actually yang memikat itu. Lewat cara bertutur yang luar biasa, skenario yang matang dan tentu saja teknik penyutradaraan yang meningkat, tema siaran rock menjadi sangat menarik dan menyenangkan untuk ditonton.
Orang menyebut era itu sebagai era The Flowers Generation, saat ketika para dunia dilanda kegelisahan akan bahaya perang dunia akibat eskalasi suhu perang dingin Barat dan Timur yang terus meningkat. Gerakan yang sebenarnya lebih pada sikap kemurkaan pada kebijakan-kebijakan politik yang menyebalkan dan menegasikannya lewat gaya hidup yang "menyenangkan"
Sex, Drugs dan Rock 'n Roll adalah sikap yang diusung setingginya, Make Love Not War adalah sikap sejenis yang dibawa dengan rasa ceria. Inilah generasi terbaik yang pernah dilahirkan dunia, saat anak-anak muda itu merasa bahwa hidup terbentang panjang di depan dan hari ini adalah hari ini sementara esok adalah urusan nanti.
Kisah sesederhana inilah yang dituangkan Richard ke layar lebar lewat aksi penulisan skenario yang mendekati kesempurnaan. Karakter yang berjubel dan isu anti kemapanan yang kental digoreskannya dengan teknik yang luar biasa. Tak ada satupun karakter yang tak digarapnya dengan baik. Tak juga karakter wanita pemuja Gavin Kavanagh (dimainkan dengan seksi oleh Rhys Ifans) yang menikah dengan radio DJ lain agar bisa tinggal di atas kapal dan hidup bersama Gavin tanpa perlu menikah dengannya....muncul tak lebih dari 5 menit, tapi tertuang sempurna menjadi perempuan yang layak dibenci. Sebaliknya menguatkan tokoh Gavin sebagai simbol seks Pirates Radio dengan caranya sendiri.
Menyaksikan film ini, saya teringat kisah-kisah seniman kita yang hidup di era itu, atau teman-teman pemuja musik rock era itu yang sebagian memang mengalami era keemasan di masa yang sama. Mereka selalu berkisah betapa akhir 1960an (setting film ini) dan awal hingga mendekati akhir 1970an adalah era yang luar biasa. Saat musik adalah suara mereka dan radio adalah media yang sangat berkuasa. Era ketika para radio DJ adalah orang-orang yang dihormati karena merekalah nyawa dari stasiun-stasiun yang masing-masing muncul dengan karakternya yang sangat kuat......yang kadang jauh dari sikap materialisme yang kini justru menjadi nyawa dari umumnya radio.
"Kita memang hidup dari iklan yang terpasang, tapi iklan-iklan itu tak akan ada tanpa musik yang kita gelorakan," ujar Quentin, direktur Pirates Readio. Karakter yang dimainkan dengan baik oleh idola saya Bill Nighy yang cemerlang di film-film Inggris tapi tidak di Hollywood itu.
Bagi saya, Pirates Radio adalah nafas dari sebuah era. Saat ketika generasi muda hanya memiliki satu saluran media ekspresi dan itu mereka gunakan dengan efektif. Saat ketika para pemikir mapan merasa bahwa dunia ada di tangan mereka, dan ekspresi kebebasan adalah haram.....hal yang sebenarnya masih relevan saja di negeri kita hingga saat ini.
Saya percaya, siapapun Anda akan jatuh cinta pada film ini dan akan memilih satu karakter yang layak dicintai. Karena banyak dari kita tak memiliki kemampuan untuk mejalani kehidupan luar biasa yang mereka alami. Impian banyak orang yang hanya bisa disimpan dalam hati karena tak banyak orang mampu memiliki nyali sebesar karakter-karakter di film ini atau orang-orang yang hidup di era itu.
Saya mencintai Pirates Radio dan segala karakter di dalamnya, bukan karena saya iri pada kehidupan yang mereka jalani. Tapi karena saya mencintai rock dan segala ekspresi kebebasan....karena di hati saya lirik "...as long as I've got rock 'n roll I'm forever young..." dari Cinderella yang saya dengar 22 tahun lalu, masih terus bergema dan berbunyi keras.
"Hell yeah...it's only rock 'n roll, but I like it!" Keith Richard
Tag: kuntilanak, bokep lokal, pocong
Terkait:
-
POCONG MINTA KAWIN [2011]
Jumat, 28 Okt '11 21:55 -
Segera Tayang Produksi Shankar R.S : Rumah Bekas Kuburan, Kutukan Arwah Gancet Dan Pocong Bugil.
Sabtu, 1 Okt '11 10:49 -
[Coming Soon] POCONG MINTA KAWIN
Selasa, 27 Sep '11 11:30
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sabai: Box Office
-
kniwe: Informatif
-
AndriaGutama: Good Take
-
Rijon: Box Office
-
JuliaJessicaJennifer: Informatif
-
I wrote SYN not Tragedies: Good Take

Komentar:
Gila ini film... richard curtis beneran jagoan nulis script!!! angkat topi dan jempol sekaligus buat dia!!!
Silahkan login untuk memberikan pendapat