Tangled / Rapunzel (2010) 7
Sabtu, 27 Nov '10 15:02
Pada zaman dahulu kala, seberkas titik cahaya kecil matahari jatuh ke bumi dan kemudian menjelma menjadi sekuntum bunga ajaib berwarna emas yang dipercaya memiliki kekuatan magis untuk menyembuhkan penyakit apa saja. Seorang penyihir wanita bernama Gothel (Donna Murphy) kemudian menemukan dan menggunakan bunga ajaib tersebut secara diam-diam untuk membuat dirinya tetap awet muda. Ratusan tahun kemudian seorang ratu yang tengah mengandung putri pertamanya sedang sakit keras, dan hanya bunga emas ajaib itulah yang satu-satunya mampu menyembuhkan sang ratu. Para pengawal kerajaan berhasil mengambil bunga tersebut dari tangan Gothel dan memberikannya kepada sang Ratu.
Ratu yang berhasil sembuh kemudian melahirkan seorang anak perempuan bernama Rapunzel, bayi cantik yang rupanya telah mewariskan kekuatan ajaib bunga tersebut dalam rambut emasnya. Namun kebahagian sang Ratu tidak bertahan lama. Suatu malam Gothel yang marah kemudian menculik Rapunzel kecil dan menyekapnya di sebuah menara tersembunyi hingga 18 tahun kemudian tanpa sengaja seorang pencuri muda, Flynn Rider (Zachary Levy) yang sedang melarikan diri dari kejaran tentara kerajaan tanpa segaja menemukan tempat persembunyian Gothel dan Rapunzel (Mandy Moore), dan dari sinilah kisah petualangan sang putri hilang pun dimulai.......
Walt Disney dulu mungkin berbeda dengan Walt Disney sekarang. Jika pada masanya perusahaan animasi yang berdiri sejak tahun 1929 ini mampu berdiri kuat dengan kemampuannya sendiri dalam menghasilkan animasi-animasi 2D berkualitas tinggi yang kebanyakan mengadaptasi dengan gaya mereka sendiri kisah-kisah dongeng klasik populer seperti Snow White, Pinnochio, The Little Mermaid, Beauty and The Beast hingga Alladin. Dan kini seiring dengan berkembangnya jaman tampaknya standar orang untuk menikmati animasi perlahan-lahan sudah mulai berubah, baik dari segi tema maupun teknis. Dongeng-dongeng klasik mulai ditinggalkan dan animasi 2D tampak menjadi barang usang dengan semakin populernya animasi-animasi berbasis Computer-Generated Imagery (CGI) yang secara tidak langsung membuat Walt Disney Pictures mulai kehilangan daya 'magis'nya sampai-sampai mereka harus mengandalkan kekuatan Pixar untuk dapat terus eksis di belantika peranimasian yang semakin kejam.
Tahun 2009 lalu tampaknya menjadi momen penting bagi Walt Disney Animation Studios untuk back to basic dan menunjukan jati diri mereka sebenarnya. Ya, The Princess and the Frog yang bisa dibilang cukup sukses secara komersial dan banyak mendapatkan pujian rupanya membuat Disney Studios semakin percaya diri untuk menbangkitkan kembali kejayaan mereka dulu melalui animasi-animasi berbasis dongeng klasik musikal, dan kali ini Rapunzel yang notabene merupakan adaptasi dari dongeng klasik populer Jerman buah karya Brothers Grimm mendapatkan kesempatannya untuk dapat bersanding dengan kisah-kisah fairytale Disney lainnya. Rapunzel, yang juga berjudul Tangled di kawasan Amerika ini merupakan film ke-50 dari seri animasi klasik Walt Disney dan juga film dongeng pertama Disney yang menggunakan format CGI.
Dan sepertinya perjuangan Disney untuk mengembalikan kejayaannya dulu melalu Rapunzel ini bisa dibilang berbuah manis. Di sutradrai oleh Nathan Greno dan Byron Howard yang pernah sukses menghadirkan Bolt 2008 lalu, ditambah sentuhan 'magis' dari para animator-animatornya dalam menghasilkan lingkungan bermain yang indah dan karakter-karakter yang lovable serta didukung kemampuan Dan Fogelman memodifikasi dongeng buatan Brothers Grimm dengan sangat baik tanpa harus merusak kisah aslinya membuat Rapunzel dengan mudah dicintai. Jalinan kisah yang bersahabat, menghibur dan tentu berisi pesan moral kental jelas menjadikannya dapat 'disantap' oleh semua umur dan kalangan. Ya, meskipun berbasis CGI namun kesan klasik seperti yang pernah dihadirkan dalam karya-karya dongeng Disney tempo dulu tetap terasa dalam setiap adegan-adegannya, termasuk tidak lupa seperi biasanya menghadirkan karakter-karakter pendamping yang sangat menghibur, seperti kehadiran Pascal si Bunglon peliharan Rapunzel yang loyal dan kuda kerjaan bernama Maximus yang bagi saya menjadi karakter terlucu yang di sini.
Tidak lengkap rasanya aroma klasik dongeng satu ini jika tidak didukung dengan lantunan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh karakter-karakternya, walaupun harus disayangkan komposer langganan Disney, Alan Menken kali ini sepertinya kurang berhasil menghadirkan lagu-lagu yang memorable dalam ingatan penontonya, seperti yang pernah dihasilkannya dalam animasi-animasi Disney lainnya seperti soundtrack Beauty and the Beast dan Aladdin yang bahkan sampai menggondol Oscar untuk soundtrack terbaik.
Walaupun Disney sebenarnya jarang memasang nama-nama besar untuk mengisi suara para karakternya, namun dipasanganya duet Mandy Moore dan Zachary Levi terbilang membawa pengaruh positif. Keduanya sukses membawakan karakter suara Rapunzel dan Flynn Rider dengan Chemistry yang dibangun dengan cukup baik sepanjang film.
Overall, Bagi siapa saja yang pernah tumbuh bersama karya-karya klasik Disney bisa dipastikan dengan mudah akan langsung jatuh cinta kepada Rapuzel / Tangled, apalagi kisah putri dengan rambut sepanjang 70 kaki ini mampu dikemas dengan sangat baik, bersahabat dan menghibur plus balutan animasi dengan kualitas jempolan menjadikan Rapunzel cukup pantas untuk disejajarakan dengan animasi klasik terbaik Disney lainnya. Walaupun sedikit disayangkan penggunaan efek 3Dnya tampak tidak terlalu berpengaruh besar disini.
Tag: disney, animasi 3D, Tangled, Rapunzel, Dongeng, Mandy Moore, Zachary Levy
Terkait:
-
Toy Story 3 (2010)
Jumat, 18 Jun '10 00:41 -
TRON: Reality Digitized
Selasa, 14 Des '10 09:25 -
Toy Story 3: When grown-ups and children communicate
Selasa, 13 Jul '10 15:31
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
AndriaGutama: Box Office
-
kniwe: Good Take
-
bieb: Good Take
-
agus wibisono: Informatif
-
y pramana jati: Good Take
-
moti: Good Take
-
lazione budy: Good Take
-
JuliaJessicaJennifer: Good Take

Komentar:
hahaha kemaren udah nonton, meskipun ga 3D , luar biasa banget nih film, soundtrack nya juga lumayan
untungnya ga ntn yg 3D krn ternyata ga terlalu beda yaa
very entertaining movie, terutama dengan karakter Maximus..really smart and funny horse
paling suka dengan adegan di Gondola saat Rapunzel dgn Eugene menunggu lampion2 cahaya, disitu ada percakapan diantar mereka yang gw suka, klo ga salah begini :
Rapunzel : "aku kuatir jika mimpi ku ttglampion cahaya itu
sesuai kenyataan, lalu apa selanjutnya yg hrs aku lakukan?"
Eugene : "Well, let's find another dream then.."
yupp, mimpi itu ga boleh stop ... tercapai mimpi yang saatu, maka kita harus mimpi yg lain lagi
Silahkan login untuk memberikan pendapat