SAW VII 3D (2010) 12
Selasa, 9 Nov '10 04:46
Sutradara: Kevin Greutert
Aktor dan aktris: Tobin Bell, Costas Mandylor, Betsy Russell, Sean Patrick Flanery, Cary Elwes.
"I want to play a game."
Sebuah kalimat yang selalu didengar oleh korban-korban kebrutalan dari Jigsaw, si pembunuh sadis yang mulai terkenal ini.
Saw VII. Sebuah masterpiece dari sekuel-sekuel film pelega dahaga bagi mereka dengan sick wish yang haus darah. SAW VII adalah penutupan dari semua trick sadis Jigsaw. Dibuka dengan adegan horor ditempat publik, kesadisan Jigsaw pada korban-korbannya sudah menjadi bahan omong di ranah media.
Jigsaw yang selama ini selalu mengusung pembelajaran tentang hidup pada korban-korbannya, kini mereka angkat bicara. Dimulai dari mereka yang trauma karena harus kehilangan bagian tubuhnya, hingga mereka yang mengaku dapat memetik pelajaran dibalik penculikan hidup dan mati Jigsaw. Walaupun seperti biasa, mereka yang bermain didalam permainan berdurasi satu jam, tidak pernah berhasil keluar. Mungkin ini adalah salah satu cara untuk menegur manusia, korban-korban Jigsaw, dengan cara yang ekstrem. Jigsaw, yang entah bagaimana caranya memilih korban-korbannya, membuat mereka berada didalam perangkap. Mereka yang berhasil lolos tak serta merta menjadi pemenang dan hidup bahagia.
Seperti yang diungkapkan di SAW VI, setelah kematian John/Jigsaw, perebutan kekuasaan antara Jill, istri dari mendiang Jigsaw dan Hoffman, tangan kanan Jigsaw. SAW VII adalah final dari kebrutalan mereka untuk saling bunuh dan bertahan hidup. Hingga salah satu dari mereka berhasil hidup, tetapi ternyata ada seseorang karakter minor yang esensial disini, yang akan menutup film ini dengan apik, merangkum semua adegan penyiksaan di sekuel-sekuel awal SAW, ditutup dengan jenis penyiksaan paling purba dan paling menyakitkan.
Adegan-adegan sadis sudah tidak perlu dijabarkan disini, karena takut merusak esensi film.
Justru menurut saya, film SAW VII kali ini berbicara tentang moral. Dibalik ceceran daging yang terburai dan aliran darah korban Jigsaw, ada sebuah pembelajaran yang bisa kita, sebagai penonton, cerna untuk bahan renungan pribadi setelah lampu bioskop dinyalakan.
Secara teknis, efek 3D disini amat menyenangkan. Saya sempat menyangsikan adanya kesadisan khas SAW akan berkurang dengan adanya 3D (seperti beberapa film ber-genre slasher/gore lain yang saya tonton sebelum ini), rupaya efek 3D di film ini membuat adegan di film ini lebih hidup.
Overall, saya memberinya rating 8/10. Untuk para penikmat adegan manusia terpotong-potong dan haus darah, film ini memberi slashergasm yang nampol!
"Game over."
Tag: thriller, 3D, horror, slasher, gore, SAW VII
Terkait:
-
The Incident (2011)
Jumat, 18 Nov '11 09:08 -
Wrong Turn 4 (2011)
Rabu, 16 Nov '11 09:09 -
The Loved Ones
Sabtu, 12 Feb '11 00:02
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Rijon: Keep Rolling
-
riri: Good Take
-
kniwe: Good Take
-
azharachmadi: Box Office
-
sabai: Box Office
-
AndriaGutama: Good Take

Komentar:
Rijon: Ini memang resensi subjektif kok
Kebetulan saya penggemar film berdarah-darah, dan memang saya akui di genre ini, sulit sekali menemukan film yang memiliki alur cerita.
I prefer, what people called, psychological thriller, supranatural thriller, political thriller, suspense, any kind of "more-to-the-context-thriller."
Kalau gore, coba "Alice, Sweet Alice." Nggak bener-bener suka juga sih....
Rijon: Saya memang penggemar slasher dan gore karena haus darah.
Saya lebih suka "konteks" ketimbang "gore."
Saya lebih suka "konteks" ketimbang "gore."
daku yg bukan penggemar gore dan suka ngeri2 gitu kalo ntn, tapi pas ntn the Cottage ini dari awal sampe akhir fokuuuuss ke layar, antara ketawa2 dan ngeri2 campur aduk!
nice review
Silahkan login untuk memberikan pendapat