Mother and Child (2009) 3
Selasa, 26 Okt '10 00:45
Tahun demi tahun telah berlalu namun Karen (Annette Bening) masih tidak bisa melupakan kesalahan terbesar yang dilakukaannya 37 tahun lalu disaat ia harus menyerahkan putrinya, Elizabeth untuk diadopsi. Keputusan yang hingga kini menghantuinya dengan rasa sesal luar biasa yang sekaligus secara tidak langsung telah membentuknya menjadi manusia depresi dan tertutup.
Di tempat lain, Elizabeth (Naomi Watts) tumbuh menjadi wanita dewasa ambisius dan mandiri dengan karir mengkilap sebagai seorang pengacara. Namun dibalik segala kesuksesan yang didapatinya itu Elizabeth tetaplah seorang wanita rapuh yang tidak pernah mengenal siapa orangtuan kandungnya dan mengapa mereka meninggalkannya begitu saja, akibatnya ia tumbuh menjadi pribadi yang kurang bersahabat dan tidak jarang menggunakan pesona seksualnya mengendalikan situasi yang dihadapinya, termasuk disaat ia menjalin affair dengan bos barunya, Paul (Samuel L. Jackson).
Lucy (Kerry Washington) dan suaminya, Joseph (David Ramsey) adalah pasangan bahagia yang berusaha menyempurnakan kehidupan perkimpoian mereka dengan kehadiran seorang anak yang tidak pernah bisa mereka dapatkan dengan cara normal. Untuk itu kemudian Lucy memutuskan untuk mengadopsi seorang anak yang ternyata tidaklah semudah yang dibanyangkan sebelumnya. Ujung-ujungnya malah pernikahan mereka menjadi taruhannya.
Ya, Harus saya akui Mother and Child adalah salah satu kandidat drama paling kuat tahun ini. Sang sutradara sekaligus penulis naskah, Rodrigo García Barcha secara luar biasa menghadirkan sebuah drama indah, tragis dan emosional tentang hubungan ibu anak yang dalam kasus ini diwakili oleh tiga plot utama dimana masing-masing plot yang awalnya tidak berhubungan ini akan terhubung secara dinamis satu sama lain dengan sebuah benang merah dengan berjalannya waktu seperti juga yang pernah ditampilkan oleh Babel dan Crash, hanya ini dalam ruang lingkup yang lebih sempit dan sederhana.
Apa yang menjadikan film menjadi istimewa adalah bagaimana Barcha mampu membangun kisah Mother and Child dengan sangat baik dan realistis dari awal hingga akhir dan juga bagaimana Ia cukup berani 'bermain-main' di teretori 'sensitif' yang kebanyakan di jauhi oleh kebanyakan sutradara lain. Lihat saja bagaimana Barcha menunjukan dampak hebat dari adopsi yang tidak hanya berefek negatif terhadap orangtua saja namun juga bagi anak-anak yang menjadi 'korban' adopsi, bagaimana penyesalan yang begitu besar disaat seorang ibu harus merelakan anaknya di 'ambil' orang lain dan bagaimana seorang anak harus tumbuh tanpa mengetahui siapa orangtua kandungnya. Dan pada akhirnya tercipta sebuah hubungan timbal balik yang tidak terelakan dimana seorang ibu pasti membutuhkan anaknya apapun yang terjadi, dan seorang anak juga pasti membutuhkan kehadiran dan kasih sayang ibunya.
Tanpa harus terburu-buru, sutradara yang sebelumnya juga pernah menghasilkan drama Nine Lives (2005) dan Things You Can Tell Just by Looking at Her (2000) ini sangat peduli dengan pengembangan karakter-karater didalamnya. Ya, selain faktor naskah dan penyutradaran yang jenius, character development menjadi salah satu kunci utama bagaimana kisah ini menjadi jauh lebih hidup. Dengan pace yang terbilang cukup lambat Barcha membiarkan penontonnya untuk larut dalam sebuah studi karakter dimana kita sebagai penonton diajak untuk turut merasakan apa yang sedang sedang dirasakan oleh para karakter didalamnya, termasuk disaat mereka sedih, senang, maupun di saat mereka putus asa, dan hebatnya Barcha berhasil menghadirkannya dengan sempurna. Semuanya jelas tidak terlepas dari dukungan para pemainnya memberikan penampilan fantastis yang membuat pekerjaan Barcha menjadi lebih mudah, khususnya penampilan gemilang Annette Bening dan Naomi Watts sebagai karakter-karakter wanita bermasalah dengan masa lalunya. Jangan lewatkan juga kehadiran Samuel L. Jackson yang ternyata juga mampu bermain dengan sangat baik walaupun tampil tidak terlalu lama.
Overall, Mother and Child mungkin bukanlah sebuah drama yang dengan mudah dinikmati begitu saja oleh semua orang, namun jelas juga bukan sebuah drama rumit yang untuk dicerna. Yang dibutuhkan hanya kesabaran dan bagaiman kemampuan kita untuk dapat merasakan kisah yang disajikan dan kedalaman setiap karakter-karakternya, dan niscaya seperti saya, anda akan dapat juga merasakan bagaimana hebatnya film ini mempengaruhi emosi para penontonnya dengan cara yang cerdas.
Tag: drama, Naomi Watts, Samuel L Jackson, Annette Bening, Rodrigo Garc a Barcha
Terkait:
-
The Kids Are All Right (2010)
Sabtu, 20 Nov '10 00:46 -
THE AVENGERS : MARVEL KNOWS HOW
Minggu, 6 Mei '12 03:18 -
Monsieur Lazhar [2011]
Selasa, 10 Apr '12 14:44
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Good Take
-
AndriaGutama: Good Take
-
sabai: Good Take
-
kucingsapi™: Good Take
-
Rijon: Good Take

Komentar:
sedih dan emosional banget, khususnya buat perempuan kali yaa.. gue suka karakter Naomi Watts di film ini, terutama pas adegan dia di interview kerja.. jawaban2nya itu lhoo gileee mantap! hihihi..
sama dialog2 pas ada remaja hamil mau wawancarain suami istri kulit hitam itu.. itu juga keren.
Silahkan login untuk memberikan pendapat