Madame X - X Men 4
Sabtu, 23 Okt '10 13:40
Yang pertama kali terlintas di kepala saya ketika selesai menonton film "Madame X" adalah sebuah kalimat yang diucapkan seorang mutan perempuan, di akhir film "Wolverine".
"Aku bisa saja menyuruhmu menembak dirimu sendiri. Tapi kalau itu aku lakukan, apa bedanya aku dengan dirimu?" Katanya saat dirinya sekarat.
Ya, apa bedanya Madame X dengan mereka, orang-orang BOGEM, yang suka melakukan tindak kekerasan dan kesewenang-wenangan?
Mungkin saya terlalu polos ketika berpikir seperti ini. Di tengah banyak orang yang berpikir bahwa apa yang dilakukan Madame X adalah tindakan yang benar. Atau saya menganggap film ini terlalu serius?
Film ini mengajarkan bahwa kekerasan harus dibalas dengan kekerasan. Nyawa teman Amink yang mati [Joko Anwar], harus dibalas dengan puluhan nyawa orang-orang BOGEM. Dendam itu selalu harus dibalaskan. Itu kira-kira yang coba dikatakan oleh pembuat film. Tapi apakah dengan demikian lalu masalah selesai begitu saja? Menurut saya tidak. Kalau nantinya ada sekuel film "Madame X", pasti akan bercerita tentang perkelahian antara sanak keluarga anggota BOGEM yang dibunuh oleh Madame X, dengan Madame X dan kawan-kawannya lagi. Begitulah ceritanya yang akan terus berlanjut sampai kiamat.
Tindakan Madame X adalah sebuah aksi vigilante. Tapi inilah cerita yang banyak dijual para pembuat cerita, ketika hukum tidak lagi bisa diandalkan. Mereka membuat tokoh super hero untuk menegakkan keadilan dengan cara-cara mereka sendiri, yang dianggap benar oleh pikiran mereka sendiri. Ketika jaman sudah membolehkan membunuh orang yang dianggap jahat, pada saat itulah kekerasan demi kekerasan akan selalu terjadi di jalanan.
Juga ucapan Madame X saat berubah menjadi super hero: "dengan kekuatan datang bulan, aku akan menghukummu."
Saya kira itu adalah bentuk bahasa yang bias jender. Amink nyatanya adalah seorang laki-laki. Ketika laki-laki mengucapkan apalagi menertawakan kalimat itu, berarti dia sedang melakukan "kekerasan" dalam bentuk bahasa kepada kaum perempuan, yang adalah satu-satunya makhluk Tuhan yang bisa datang bulan. Menstruasi, dalam istilah kedokteran. Tapi mungkin sang pembuat "jargon" itu tidak kepikiran sampai ke sana. Dia hanya berpikir kalau kalimat itu buat lucu-lucuan saja.
********/*******
"Madame X" juga bercerita tentang realita jaman sekarang. Ketika banyak orang sibuk melakukan pencitraan diri yang suka kebablasan. Terlihat alim di depan banyak orang, tetapi nyatanya mempunyai pikiran yang sangat busuk, jauh dari apa yang ada di benak banyak orang. Cerita tentang orang-orang yang terpinggirkan. Cerita tentang mereka yang hidupnya terkucilkan. Cerita tentang kekasih yang dimanfaatkan orang yang dicintainya. Juga cerita tentang bagaimana sebuah trauma bisa mengubah kepribadian seseorang. Banyak cerita yang ingin disampaikan oleh sutradara, tapi terbatasi oleh durasi film yang tidak lama.
Secara keseluruhan, saya menikmati film ini. Terutama pada celotehan-celotehan para pemeran dan tingkah laku mereka, yang jauh dari image mereka di kehidupan nyata. Angkat jempol untuk seorang Joko Anwar.
Kalau disuruh menilai, saya akan memberikan nilai 7/10.
Sekian review dari saya. Terima kasih buat tiket nonton gratisannya. Sering-sering buat kuis lagi ya :D
Tag: madame-x
Terkait:
-
Madame X - Superhero Dendong
Rabu, 9 Mar '11 22:19 -
Madame X: Trying too hard or hardly trying?
Minggu, 17 Okt '10 09:01 -
Madame X
Sabtu, 9 Okt '10 14:36

Komentar:
Ya gitu sih yang aku liat
Malahan film picisan macam "Rintihan Kuntilanak Perawan" masih aja tayang
Silahkan login untuk memberikan pendapat