Stone (2010) 4
Kamis, 21 Okt '10 16:19
Awal saya memilih menonton film ini adalah jelas, Robert de Niro dan Edward Norton. Penasaran dengan akting mereka. Jujur saat saya membeli tiket, masih belum tergambarkan film seperti apa yang akan saya tonton. (karena belum ada yang menontonnya dan memberikan review).
Selama 105 menit saya disuguhi sebuah film drama yang agak thriller. 30 menit pertama saya berusaha berkonsentrasi menyimak duduk masalah dari film ini. Jadi ceritanya begini: Gerald "Stone" Creeson (Edward Norton) adalah seorang terdakwa kasus pembakaran rumah yang sedang menjalani prose’s pembebasan bersyarat yang di prose’s oleh petugas lapas Jack Mabry (Robert De Niro). Salah satu caranya ialah dengan menyuruh istinya Lucetta (Milla Jovovich) untuk merayu si Jack.
Premisnya ini saya tangkap setelah sekitar 30 menit film ini main. Dan begitu seterusnya hingga akhir, film ini syarat dengan ngobrol, ngobrol dan ngobrol. Ya permainan watak dan berusaha saling mempengaruhi lewat obrolan.
1 jam pertama saya jadi bertanya2 apa yang menyebabkan Jack terbentuk sangat kaku, taat pada agama dan lurus? Juga hubungan keluarganya yang bisa dibilang tidak hangat menurut saya. Ini masih jadi pertanyaan setelah film ini usai. Lalu kedataran hidup Jack menjadi bergejolak setelah dia menangani kasus Stone di penghujung masa pensiunnya. Sikap Stone yang menentang sekali saat diminta kooperatif dalam memberikan laporan hingga campur tangan Lucetta dalam upaya pembebasan suaminya.
Film yang tadinya datar menjadi bergerak, dari putih perlahan berubah menjadi hitam dan dari hitam mendadak mendapat pencerahan (adegan mendadak Stone menjadi religius setelah membaca pamflet Zukangor di perpus lapas) dan berubah menjadi putih.
Saya jadi melihatnya seperti bertukar peran :D dan semua berubah karena wanita dan Tuhan. (seperti perwujudan dari setan dan malaikat atau neraka dan surga). Entahlah, mungkin saya melihatnya berlebihan tapi bukankah film yang menyuarakan hitam dan putih dengan tegas pun juga sudah banyak ya? Jadi apakah Jack akan membebaskan Stone?
Secara keseluruhan ceritanya biasa buat saya. Tidak ada yang istimewa. Alurnya lambat, jadi wajar jika di 1 jam pertama saya sudah menguap berkali-kali. Tapi saya tetep ingin tahu akhirnya, walau akhirnya sudah ketebak sama saya di menit ke 30 hehe.
Akting Robert de Niro dan Edward Norton bagus dan Milla muncul sebagai pemanis yang sangat memabukkan di film itu. (ya iya lah bayangkan film dengan setting desa di Michigan, dan suasana lapas yang isinya laki-laki2 lagi dan wajah wanita desa. Mendadak muncul wanita agak modern berwajah bening) :D
Jika penyuka drama monggo ditonton, tapi saya sarankan jangan menonton selepas pulang kantor. Bikin kepala makin berat dan jadi mikir mulu heheh.. Kalau emang gak suka jenis film ini, jangan buang2 waktu.. mending nonton film yang lain aja deh…
Nilai: 3 dari 10
Tag: edward norton, robert de niro, Stone, Milla Jovovich, John Curran
Terkait:
-
THE THREE MUSKETEERS : BRAINLESSLY ENJOYABLE NEW PACK
Sabtu, 22 Okt '11 20:19 -
Fight Club (1999)
Kamis, 5 Mei '11 11:26 -
Who's The Best Narrator?
Rabu, 24 Nov '10 21:28
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Good Take
-
AndriaGutama: Good Take
-
Ria Tumimomor: Informatif
-
jamur: Good Take

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat