Eat Pray Love (2010), Inspiring! 15

Rabu, 13 Okt '10 22:22

Menginspirasi! Itu yang saya bisa tangkap sesudah melihat eat, pray,
love. Julia Roberts benar benar memainkan perannya dengan sepenuh
hati, adegan tek tok pembicaraan dengan pak ketut, seorang dukun yang
notabene orang Indonesia pun mulus di lafalkan. Meski tak sesempurna
ketika melafalkan bahasa inggris di negara lainnya, sutradara Ryan
Murphy berhasil menyuguhkan slapstick yang berstereotype guyonan a-la
luar negeri ke dalam setting bali.


Okay, mungkin anda anda tidak mengerti apa yang saya bicarakan diatas.
Mari kita ulas satu demi satu.

Dari segi cerita film ini akan membawa anda banyak berpikir, film ini
bukan tipe film yang bisa dinikmati begitu saja dalam gedung bioskop,
anda harus benar benar detil memperhatikan seperti apa sih ceritanya,
bagaimana sih alurnya, sampai anda dapat merasakan apa sih yang film
ini ingin sampaikan ke anda.


Film ini sendiri dibagi menjadi tiga bagian, sama seperti judulnya yang 3 kata

Eat

Pray

Love


Cerita bermula ketika Liz Gilbert (Julia Roberts) memutuskan mencari
jati dirinya setelah mengalami masa sulit akibat kegagalan
pernikahannya.Seperti yang tertulis dalam short reviewnya :

 

A married woman realizes how unhappy her marriage really is, and that
her life needs to go in a different direction. After a painful
divorce, she takes off on a round-the-world journey to "find herself".

 

Julia akhirnya memutuskan melakukan semacam perjalanan spiritual
dengan mengunjungi beberapa belahan dunia. Dimulai dari perjalanannya
ke italia, india dan akhirnya bali. Di perjalanannya, dia menemukan
kenikmatan dan kelezatan dengan makan makanan di italia, kekuatan doa
di India, dan akhirnya secara tidak terduga, kedamaian batin dan
keseimbangan hidup akan cinta di bali.


Plot berjalan datar pada awal dan tengah film, mungkin bagi anda yang
mendambakan film seru yang menghibur anda, bersiaplah untuk kecewa
sebab EPL tidak menawarkan itu, terbukti dengan banyaknya penonton
yang keluar dari teater sebelum filmnya usai. Anda hanya akan disuguhi
pemandangan pemandangan menakjubkan di italy, sequence scene yang
(menurut saya) terbaik di tengah film ketika julia sedang belajar
bermeditasi di india. bagaimana film ini dengan sweet serendipity
memadukan masa lalu dan masa sekarang dengan indahnya dansa antara
julia dengan ex-suaminya, serta keindahan dan makna sebenarnya dari
film ini di bagian bali.


Ada banyak hal yang membuat anda belajar dan menginspirasi anda, Kata
kata yang menohok hati, serta drama kehidupan dari seorang julia
roberts yang menyentuh.

Saya sendiri kasih 4 dari 5 bintang, karena memang saya pecinta film drama.

You name it.


Uhmm, sebagai perbandingan sih jika anda pernah melihat before sunrise
atau before sunsett, film ini sama. cuman tidak se-membosankan itu.
Disini ada kehangatan keluarga, kekuatan cinta, dan cerita hidup.
Inspired!

Nggak rugi deh menyaksikannya, tapi jika anda penggemar film seperti
film action, siap2 bosan ya.

namun jika anda pecinta drama sejati, pasti deh nemu klik nya :)


EDITED 14 OKT

Saya ingin membahas bagaimana sudut pandang orang orang terhadap film
ini. Jika anda mengikuti timeline dengan hashtag #eatpraylove , ada
bermacam komentar, entah itu lucu atau menggelitik tentang film ini
sendiri. Banyaknya yang berkomentar tentang betapa membosankannya film
ini sampai banyak plesetan eatsnorelove atau eatsleeplove, karena
memang seperti yang sudah saya bahas diatas plot berjalan lambat,
banyak adegan datar dan hanya itu itu saja.

Bagi penggemar film action nan seru, hey, what can you expected? jelas
jelas film ini bergenre drama yang membuat orang yang menontonnya,
menonton sambil berpikir, tidak jenis film yang bisa dinikmati hanya
dengan duduk, diam, dan menonton.


Salah satu twitter teman saya pun seperti ini "Yang agak kurang
pandai, sebaiknya jangan nonton #epl. Efk smpngny otak mikir keras
sampe gigi kabur semua kaya pak ketut lo" , karena memang selain
mikir, menonton eat,pray, love juga dibutuhkan sensitifitas yang lebih
dibanding menonton film lain.


In the end, sebuah pertanyaan terlontarkan dari temen saya.

Eh , eat pray love bagus ga?

apa sih definisi bagus itu sendiri? film yang menurut penggemar film
drama bagus, belum tentu bagus di mata penggemar film action. Jadi
jika anda para yuppies yang senang grudag grudug dengan teman teman
hippies anda, pergi ke bioskop dan menonton film yang memang sedang
"happening", bersiaplah kecewa jika menurut anda eatpraylove tidak
sesempurna dan "sebagus" yang anda pikir. Peka! itu kata kuncinya,
disini menurut saya pribadi, film ini sudah bisa mengantarkan pesan
kepada para penontonnya. selain itu? hey itu hanya bonus!


Regards

 


Tag: love, eatpraylove, eat, pray, inspiring

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Victor 0 0
Sebelum nonton, udah baca novelnya?

Kalau udah, ada degradasi yang cukup terlihat gak?

Contohnya, novel Sang Pemimpi sangat beda sekali dengan film Sang Pemimpi. Jadinya yang sudah baca novelnya menjadi kecewa setelah nonton filmnya.
phagraphy 0 0
belom, tau novelnya pun engga.
takutnya gw kecewa.
film2 yang gw baca novelnya, rata2 mengecewakan

*kecuali laskar pelangi
laennya?
sampah.
jamur 0 0
kadang untuk 'melihat' diri sendiri tidak perlu mengepak koper. : D
moti 1 suka | 0
ini dia nih yang sempet dibahas begitu pertama kali trailer film ini muncul di youtube; penggunaan kata "Bali" ketimbang "Indonesia".
padahal kita membicarakan tiga "negara"; Italia, India, dan Indonesia. engga tau kebetulan atau disengaja, tapi ketiga negara ini diawali oleh huruf "I".
rasanya dalam film ini kita engga cukup peduli tepatnya di kota mana Liz menghabiskan waktu di Italia, dan di daerah mana Liz menemukan kekuatan doa di India. tapi kok ya Bali sangat dipuja-puja ketimbang "Indonesia"?

mungkin ini penyebab banyak orang luar menyangka "Indonesia ada di Bali".
: D
anak kecil 0 0
huwaaaaaaa : (( bikin iri : (( pengen nonton banget : ((
anak kecil 0 0
moti: eh iya saya prnh dengar : D rasanya prnh ada salah satu pesohor yg ditnya soal indonesia tp tidak tau-menau : D pas ditnya bali eh langsung tau : D malah dia blg, indonesia itu ada di bali ya : )) *koplak : ))
jamur 1 suka | 0
moti: : D
gw dulu pernah nanya ke temen2 pelajar asing yg kemari, kenapa kebanyakan mereka lebih mengenal Bali, dan menyangka Bali di luar Indonesia.
mereka bilang karena setiap mereka ke Indonesia, orang Indonesia selalu ngomong: "you should go to Bali!"

padahal kan indonesia itu.....

: D
phagraphy 0 0
mau ngedit dulu, tentang penonton yang keluar di tengah film : )
ajiadityajunior 0 0
"Uhmm, sebagai perbandingan sih jika anda pernah melihat before sunrise atau before sunsett, film ini sama. cuman tidak se-membosankan itu. Disini ada kehangatan keluarga, kekuatan cinta, dan cerita hidup. Inspired!"

sorry, ini ga salah tulis kan?
Masa sih Before sunrise dan sunset membsankan?
Yakin mas?


phagraphy 0 0
ajiadityajunior: hahaha, tenang bro.
itu hanya perbandingan, di fb gw sendiri banyak yang protes
they dont know apa yang pengen gw tekanin di kata2 itu

"gw bosan liat muka ethan hawke nya, coba kalo ethan diganti gw : )"

cuman itu kok..
tapi anyway kalo org awam liat before sunrise/sunsett pasti bilang membosankan

lagi2 gw harus copas nih :
‎("Dwilogi ini adalah tipe film "love it or hate it" Sebagian akan memujanya setinggi langit, namun yang lain akan mencacinya habis - habisan." - BicaraFilm.com)

now u know what i mean? : )
sabai 1 suka | 0
buwat gue scene favorit justru pas Liz dan suaminya hendak melakukan wedding dance dan lagunya ternyata... hahahaha...

pemeran suami Liz menurutku mainnya bagus banget.

dan James Franco GANTENG BANGET!!! *mimisan*
phagraphy 0 0
sabai: hahahah,awalnya gw pikir doski udah mau nyamperin dj minta lagunya diganti

daannn, ternyataaa..
anyway, ring the bells ngga ya sama jennifer garner di 13 going on 30?

lagunya yang mirip? atau emang gw lagi kebawa euforia flashmob nya m*****e kemaren di sudirman? ~o~
kucingsapi™ 0 0
belum nonton filmnya semoga bisa menikmati juga nonton filmnya : D hehe
kucing_usil 0 0
walah, kok ya saya ndak berasa apa-apa ya nonton pilem ini ... biasa-biasa aja, benci ndak, suka banget juga ndak. ndak ada momen yg bikin saya terkenang-kenang : |

ah, omong-omong saya juga belom baca bukunya : D
Rijon 0 0
Filmnya sangat nggak spesial buat saya. Gagal menerjemahkan kata eat, kata pray, dan kata love di setiap segmennya.

Masih jauuuuuh lebih menarik "Film Socialisme" (2010) bikinan Jean Luc-Godard, atau "Copie Conforme" (2010) bikinan Abbas Kiarostami, atau "Eu cand vreau sa fluier, fluier" (2010) dari Romania, atau "Bal" (2010) film terakhir dari Trilogi Yusuf.

Malah, pas pingin noton, sama sekali gak antusias dengan film ini (katakanlah gak berekspektasi besar/tinggi). Lebih antusias pingin nonton "Miral," "Winter's Bone," "The Social Network," atau "Never Let Me Go" (untuk ukuran film Hollywood).

Silahkan login untuk memberikan pendapat