"Lucky, Dapet Salam Dari Centong Nasi!" 15
Jumat, 8 Okt '10 17:59
SINOPSIS: Sebuah negeri antah berantah berada di ambang bahaya karena terancam dikuasai oleh gerakan yang mengedepankan kekerasan dengan dalih penegakan moral. Seorang pahlawan lahir dari kaum minoritas, membasmi golongan hipokrit berwajah manis dan penggadai kehormatan
REVIEW AJI: Sesaat setelah menonton film ini, saya langsung berkata pada diri saya sendiri bahwa Lucky Kuswandi, sang Sutradara "Madame X", sedang membuat sebuah pernyataan dan pesan yang sangat-sangat "berbahaya". Sangat berbahaya karena dapat menimbulkan tedensius dan sikap permusuhan baru apabila ditonton dengan hati yang tidak bersih.
Ya, Dibutuhkan sebuah keterbukaan pikiran dan ketulusan hati dalam menyaksikan film ini. Sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang berpikiran tertutup, pendek, dan antikeragaman.Karena sesungguhnya, film ini hanya memberikan kita cermin untuk mawas diri, tanpa bermaksud menunjuk hidung siapapun.
Lucky menyampaikan pesan yang sangat serius, dengan frontal, dan elegan. Siapapun yang berpikiran plural akan sependapat bahwa "Madame X" bukan hanya sekedar film konyol tentang superhero banci yang diperankan oleh "waria" terbaik di Indonesia, Amink. Sindiran yang dilontarkan sangat tegas dan tepat sasaran. Simbol-simbol yang digunakan sebagai elemen yang memperkuat pesan film sangat terasa dekat dan mewakili maksud terselubung yang ingin disampaikan sutradara.Bahkan, satu dialog paling cheesypun ("Saya tag di Facebook"), terasa sebagai sebuah tamparan keras tentang bagaimana situs jejaring sosial terbesar di dunia itu bisa menghancurkan karir seseorang dalam waktu singkat.Bukti bahwa proses penyampaian pesan di film ini efektif.
Akting seluruh pemain, Totally Awesome. Kredit tertinggi harus saya berikan pada "banci kenes" Aline (Joko Anwar). Dia sangat "Mencuri layar", dan memberikan saya kesimpulan bahwa Joko adalah calon "Legenda" perfilman nasional selanjutnya. Pujian lain layak diberikan kepada Amink, yang dari mikro ekspresinya saja sudah terlihat sangat memahami bagaimana seorang waria harus diperankan. Seandainya masih berkenan untuk mengikuti FFI, dengan juri selevel Christine Hakim dan Didi Petet (ah, saya bermimpi), Mereka berdua akan mendapatkan piala citra sebagai aktor (atau aktris?)dan pemeran pembantu pria(atau wanita?) terbaik.
Dengan mengambil premis superhero yang from zero, madame X dapat menjadi salah satu penambah ragam film superhero dunia. Sejajar dengan Batman, Spiderman, Hulk, bahkan yang terbaru, Kick Ass.Garis dan gaya yang dipilih untuk khas dan tidak mengekor film apapun terasa tegas. "madame X" mampu berdiri sendiri, dengan genre superhero yang belum terciptakan (setidaknya oleh perusahaan film mayor) di dunia, yaitu superhero abu-abu. Dia bukan geek seperti Peter Parker, bukan orang kaya seperti Bruce Wayne, bukan ilmuwan salah riset seperti David Banner, dia cuma banci salon yang ditakdirkan membela kaumnya untuk maju di garis terdepan melawan ketidakadilan dan kemunafikan.
Meski demikian, di luar itu semua, satu kredit plus yang membuat saya memuji Lucky Kuswandi setinggi langit di review ini.
Kredit itu adalah, Lucky hanya menggunakan plot dan premis tersebut untuk membungkus "pesan seius" yang ingin dia sampaikan. Dan sejauh ini, hal itu berhasil. Film "pesan serius" ini bisa diputar di seluruh bioskop di Indonesia Tanpa perlu dibabat oleh Lembaga Sensor Film.
NB: Saya termasuk beruntung menyaksikan film ini
saat Gala Premiere, dimana banyak banci sosialita bertebaran di sana. Setelah nonton, seorang "banci" yang sepanjang acara gala bersikap norak demi menghibur hadirin, berdiri di samping saya dengan wajah kelelahan.
Berbeda dengan pandangan saya terhadap sosok ini sebelumnya. Kali ini, saya iba, lalu menyuruh dia duduk di samping, tanpa pretensi apapun.
Thank U, Lucky Kuswandi....
Tag: film, Indonesia, komedi, madame-x
Terkait:
-
Madame X
Sabtu, 9 Okt '10 14:36 -
GULITY PLEASURE ala RED COBEX
Kamis, 24 Jun '10 21:59 -
Scott Pilgrimm vs the World: Sebuah Film Konyol
Rabu, 14 Mar '12 11:28
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Good Take
-
kucingsapi™: Box Office
-
sabai: Good Take
-
Victor: Informatif
-
moti: Good Take
-
AndriaGutama: Good Take
-
Mia: Keep Rolling
-
Gambliz: Good Take

Komentar:
sama...
"kinky amalia... gw tag lo di facebook" itu punch-line yg paling bikin gw ngakak
agak dibawah ekspektasi gw banget sih film nya overall...
filmnya selevel lah dengan Gara-Gara Bola...
tapi kalo untuk menyandingi komedi Kalyana lain kayak ARISAN atau Quickie Express -dan apalagi- JANJI JONI... masih jauuuh banget...
tapi lumayan menghibur lah...
n bang Joko emang scene-stealer sejati di film ini! he's freakin hilariously AWESOME
Dan siapakah banci sosialita yg lo sebut itu?
iyah.. kalo mnurut gw kadar lucu nya selevel sama GGB...
i mean.. GGB is so cruchy for me...hehehe
jd klo dibandingin ama Janji Joni atw Quickie yg bisa bikin gw ngakak jumpalitan dlm bioskop... film ini masih jauh banget sih.. IMO sih
"centong nasi" itu ada di salah satu dialog di madame X.. mw dijelasin adegannya takut spoiler..
tonton aja ntar jg tau deh
filmnya memang tidak wah, tapi lumayan buat hiburan. Aku cukup puas dengan film ini
Pengen juga sih nonton Onrop!
@kucing: yah, belum nonton?
Cinetariz: puas dan worth it lah ya....
sabai: ah, bu sabai jangan memaksa saya untuk membuka semua kata-kata sakti di filmnya dong,
UNTUK YANG BELUM NONTON, JANGAN BACA TULISAN DI BAWAH INI, SPOILER ALERT
kniwe: dan apatisvian: maunya itu bung, tapi menurutku..... itu adegan terkocak di Madame X, hampir semua penonton satu bioskop ketawa pas punch line itu diucapkan. mau tulis takut jadi merusak kesenangan nonton filmnya.
sama lah om, line favorit ku juga itu
Ntar duluan nonton, eh taunya menang
*pede abis*
*tolong victor menang ya oloh...
Silahkan login untuk memberikan pendapat