Nihonjin no Shiranai Nihongo 6

Rabu, 6 Okt '10 21:01

Jumlah serial: 12 episode.

Durasi tayang per episode: 30 menit.

 

Serial TV ini adalah serial TV Jepang favoritku di tahun 2010. Bagi yang tak tahu arti dari judul serial dorama (drama Jepang) yang menjadi judul postingan ini, saya artikan secara bebas: Orang Jepang yang tak mengerti bahasa Jepang.

Lho? Bukannya seharusnya orang Jepang mengerti bahasa Jepang? Justru judul unik ini membuat penonton jadi tertarik untuk menyaksikan dorama 12 episode ini.

Serial ini diangkat dari manga karya Umino Nagiko dengan bantuan ilustrator Hebizo. Umino sendiri adalah seorang guru bahasa Jepang bagi orang asing dan isi dari manga karangannya sendiri tak jauh dari pengalaman Umino sendiri ketika mengajar orang-orang asing dalam berbahasa Jepang. Sekedar info, cerita manga dan serial doramanya cukup berbeda, terutama dari latar belakang tokoh utama.

Kanou Haruko adalah seorang gadis yang bercita-cita menjadi guru SMA. Sebagai batu loncatan, Haruko mengajar bahasa Jepang untuk orang asing di Nihongo Gakkou (sekolah bahasa Jepang) sebagai guru pengganti selama 3 bulan di sekolah bahasa Koubun Gakuin. Awalnya Haruko menganggap remeh pekerjaan ini karena menurut Haruko apa sih yang tak diketahui Haruko sebagai orang Jepang tentang bahasa Jepang.

Ternyata...... murid-murid dalam kelas yang diajar Haruko jauh lebih kritis dari yang disangka Haruko. Selain bahasa Jepang yang dikuasai sudah lumayan lancar, mereka juga sering menanyakan berbagai macam hal tentang bahasa Jepang yang jarang diketahui orang Jepang pada umumnya. Situasi bertambah rumit dengan keras kepalanya Haruko yang menantang guru senior Takasu bertaruh untuk dapat mengusahakan seluruh murid kelas Haruko lulus ujian dengan taruhan mimpi Haruko mengajar SMA. Dilain pihak, Haruko sendiri bukan hanya mengajarkan bahasa Jepang saja, melainkan juga mendapatkan pelajaran berharga dari murid-muridnya yang notabene orang asing.

Baru kali ini aku menonton dorama komedi yang sangat lucu sampai aku tertawa ngakak terbahak-bahak. Kayaknya yang hal lucu yang paling banyak digeber dalam serial ini adalah bentrokan antara budaya Jepang dengan budaya luar Jepang, dimana budaya luar Jepang diwakili oleh murid-murid Haruko yang berasal dari berbagai macam negara. Belum lagi ditambah dengan karakteristik tiap-tiap murid yang punya jenis ketertarikan terhadap budaya Jepang yang berbeda. Ada murid yang memang suka bahasa Jepang, ada yang hobi Jidaigeki (e.g.: samurai dan ninja), ada yang otaku, sampai ada juga yang tertarik dengan Yakuza. Terus terang saja salah satu yang membuatku jatuh hati dengan serial ini adalah pengalamanku sendiri ketika belajar bahasa Jepang bersama teman-teman sekelas yang juga berasal dari berbagai macam negara. Walaupun tokoh-tokoh murid Haruko lebih gila-gilaan dibanding teman-teman sekelas bahasa Jepangku, pengalaman ketika arubaito (kerja part-time), bentrok budaya, hingga masalah salah paham bahasa pernah mewarnai kehidupanku, sama dengan apa yang dialami tokoh-tokoh murid Haruko.

Hal lucu lain yang menurutku kuat pengaruhnya dalam mengocok perutku adalah komedi permainan kata-kata. Sayangnya hal ini tak akan bisa membuat ngakak orang yang tak mengerti bahasa Jepang ataupun tidak mengerti pernak pernik sosial kemasyarakatan di Jepang, meski ditonton dengan teks terjemahan yang paling akurat sekalipun. Bayangkan saja, apa yang bisa ditertawakan jika hal yang lucu ditulis dalam bentuk keterangan subtitle? Yah, boleh dibilang ini lebih ke masalah feeling sih. Tapi paling tidak, kelucuan diluar permainan kata saja sudah lebih dari cukup untuk mengocok perut.

Mengenai plot drama untuk setiap episode, menurutku sih termasuk biasa saja khas dorama buatan Jepang. Kalau anda pernah menonton serial dorama yang berkisah tentang interaksi tokoh guru dengan murid-muridnya seperti GTO atau Gokusen, serial ini menawarkan hal yang tak jauh berbeda. Plotnya kebanyakan menceritakan perjuangan Haruko membantu murid-muridnya mengatasi masalah pribadi mereka di dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya cerita per episode diakhiri dengan adegan betapa murid-murid Haruko menjadi respek terhadap guru eksentrik ini dengan memanggil Haruko dengan kata sensei beserta ucapan arigatou, karena dalam keseharian mereka dengan cuek memanggil Haruko dengan namanya saja (orang Jepang biasanya sangat menghormati profesi guru dengan panggilan sensei, walaupun cuma guru kelas rendahan sekalipun).

O iya. Bagi yang sedang mempelajari bahasa Jepang tingkat menengah keatas, serial ini akan sangat menolong anda dalam mempelajari beberapa ungkapan dan istilah bahasa Jepang hingga sejarah asal usul kata yang mungkin saja tidak akan anda temukan di buku pelajaran. Malah dalam beberapa hal, orang Jepang sendiri umumnya belum tentu mengerti beberapa hal yang nanti dijelaskan dalam bentuk pelajaran di dalam serial TV ini. Bagi penggemar budaya Jepang, serial ini juga menampilkan beberapa hal terkait dengan budaya Jepang, baik kuno maupun modern. Misalnya saja tata cara kunjungan ke Jinja (kuil Shinto), perayaan obon, permainan kartu Hanafuda, suka duka arubaito (kerja part-time) hingga fenomena maid cafe.

So, my verdict.... serial ini menarik buat orang-orang yang tertarik dengan fenomena kultur Jepang, sangat berguna bagi yang sedang belajar bahasa Jepang tingkat lanjut, dan juga lucu bagi penggemar serial komedi. Tetapi kalau anda suka drama serius, lebih baik hindari saja serial ini karena selain banyak plot hole yang bertebaran, dari sisi dramanya sendiri terkesan membosankan, ditambah dengan akting yang terkadang berlebihan (baca: komikal).


STAFF GURU

Kanou Haruko (Naka Riisa)
Mantan Charisma Tenin (sejenis sales girl berpakaian modis untuk image iklan perusahaan) yang meninggalkan pekerjaannya demi cita-citanya menjadi guru SMA. Kepala sekolah Akimoto menawarkan pekerjaan guru pengganti selama 3 bulan dengan imbalan rekomendasi bagi Haruko untuk mendapatkan pekerjaan guru SMA yang diimpikannya. Sifat keras kepala dan tak mau kalah Haruko malah menyebabkan dirinya ribut dengan guru senior Takasu hingga mempertaruhkan impiannya. Haruko setiap hari selalu berdandan modis, sama dengan gayanya berdandan sewaktu masih bekerja sebagai Charisma Tenin.

Takasu Kazuki (Ikeda Narushi)
Guru senior sinis yang sering meremehkan kemampuan mengajar Haruko walaupun tetap saja sering memberikan tips-tips mengajar bahasa Jepang yang jitu kepada Haruko. Tentu saja tips diberikan sambil mengejek dengan sinis. Meskipun demikian, Takasu adalah guru yang berdedikasi tinggi dan memiliki pengetahuan tentang bahasa Jepang yang mumpuni.

Katori Miyuki (Harada Natsuki)
Guru perempuan lemah lembut yang naksir berat Shibuya-sensei. Sering dipanggil Catherine oleh orang lain. Meskipun Katori selalu membetulkan pengucapan namanya, tak seorangpun mengidahkan protesnya. Katori adalah anak orang berada yang keluarganya masih memegang tradisi kolot.

Shibuya Taiyo (Aoki Munetaka)
Guru berambut gondrong kriwil ini terlihat sering mendukung Haruko ketika berdebat dengan Takasu, hingga Katori-sensi menyangka Shibuya naksir dengan Haruko. Shibuya-sensei terlihat sering membawa pedang bambu yang digunakannya untuk berlatih kendo,

Akimoto Kuniko (Asaka Mayumi)
Kepala sekolah Koubun Gakuin yang pada awal episode diceritakan dirawat di rumah sakit selama 3 bulan. Akimoto-sensei adalah guru wali Haruko ketika masih SMA dan orang yang menginspirasi haruko untuk mengejar cita-citanya sebagai guru. Akimoto-sensei merekrut Haruko sebagai guru bahasa Jepang dengan iming-iming rekomendasi untuk mendapatkan posisi sebagai guru SMA.

 

MURID KELAS HARUKO

Bob (Mayo)
Satu-satunya Afro-American dalam kelas Haruko. Walau terlihat hitam, berotot dan sangar, sesungguhnya Bob justru orang yang ceria dan suka bercanda. Sering melontarkan lelucon (kerja sama dengan Paul) dalam setiap kesempatan Haruko mengajar. Sementara mayoritas murid lain berbicara dengan bahasa Jepang standard dan formal (Hyoujun-go), Bob bicara dalam bahasa gaul dan tahu banyak kosa kata gaul anak muda Jepang. Bob yang bercita-cita mendirikan kedai mie Udon ini kerja part-time di sebuah kedai ramen.

Luca (Sebastiano Serafini)
Ikemen (cowok keren) idola murid-murid Koubun Gakuin. Otaku asal Italia ini juga jago menggambar dan manga doujinsi karyanya lumayan laku dijual. Sebagai Otaku, Luca bercita-cita menjadi animator. Dalam setiap kesempatan belajar, Luca selalu memakai referensi manga, baik ketika menjawab pertanyaan Haruko, bertanya maupun ketika memberikan contoh kalimat/kata. Malah dalam usahanya menghafal huruf, Luca mengandalkan bacaan manga untuk menghafal huruf-huruf kanji.

Kinren (ZOE)
Cewek asal Shanghai ini awalnya dikenal sebagai murid yang sinis dan meremehkan Haruko, sebelum akhirnya menghargai Haruko sebagai seorang sensei. Kinren yang mempunyai pacar orang Jepang bernama Shibata ini awalnya datang ke Jepang karena bercita-cita menjadi model.

Jack (Blake Crawford)
Ekspatriat bule asal Amerika ini paling pintar berbahasa Jepang diantara teman-teman sekelasnya. Jika Bob menggunakan bahasa gaul, maka Jack selalu menggunakan Sonkei-go (kalimat sopan) ketika berbicara. Malah dengan tingkat kesopananan yang lebih tinggi dibanding bahasa Jepang standar yang dipakai mayoritas murid lainnya. Dalam beberapa kesempatan, Jack terlihat memiliki pengetahuan bahasa sopan lebih banyak dibanding Haruko.

Elaine (Camilla)
Cewek pirang dari Swedia ini tergila-gila dengan segala hal yang berbau Jidaigeki, mulai dari bertingkah seperti samurai, berlatih kendo dengan Shibuya-sensei hingga cita-citanya ingin bertemu ninja. Walaupun biasanya berkomunikasi dengan bahasa standar, kadang-kadang ketika kumat penyakit ninja-nya, Elaine menggunakan tata bahasa samurai jaman Edo untuk berbicara.

Mary (Dasha)
Lady kaya raya asal Perancis ini datang ke Jepang khusus untuk bertemu langsung dan berinteraksi dengan gangster Jepang, Yakuza. Berawal dari nonton film Yakuza yang dibintangi aktor Ken Takakura, Mary mulai belajar bahasa Jepang sekaligus pernak-pernik yang berhubungan dengan Yakuza.

Paul (Sethna Cyrus Nozomu)
Playboy Inggris ini bercita-cita menjadi nelayan yang sukses dan datang ke Jepang khusus untuk mengenal teknik modern nelayan Jepang. Paul berbicara dalam tata bahasa Kyoutsuu-go (bahasa biasa/non-formal), walaupun tidak segaul bahasa yang dipakai Bob. Didalam kelas, Paul dan Bob sering kali membuat seisi kelas tertawa dengan celetukan mereka terhadap pelajaran yang dibawakan Haruko.

Diana (Olga Alex)
Si pirang dari Russia ini datang ke Jepang dengan alasan menyukai bahasa Jepang dan ingin meniti karir sebagai penyanyi enka. Awalnya Diana bekerja part-time di sebuah family restaurant sebagai waitress sebelum restaurant tersebut tutup karena kurang laku. Setelah itu Diana mendapatkan arubaito di izakaya (kedai sake).

Ou (Zhang Mo)
Pemuda asal China ini terlihat naksir dengan Diana. Suka makan, terutama masakan favoritnya Mabotofu, dan inilah yang menjadi sebab cita-citanya mendirikan restoran masakan China di Jepang. Ou tinggal di sebuah apartemen milik duda tua yang keras kepala.

Artikel ini juga dimuat di blog pribadi


Tag: nihonjin, no, shiranai, nihongo

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

AndriaGutama 1 suka | 0
Wow reviewnya lengkap sekali + penokohannya! *Cari aahh : D
sabai 0 0
wowowoooow.... ini film judul bahasa Inggrisnya apakah gerangan? jadi penasaran...
Ando 0 0
AndriaGutama
Silahkan cari

sabai
ini film serial baru koq, barusan selesai diputar di TV Jepang tanggal 30 September 2010, jadinya judul bahasa Inggris versi resmi nggak ada. Ada di upload lwt inter net dgn judul seperti judul postingan ini.
VJ Narsius 1 suka | 0
film ini di bookmarks dulu ah di otak...
kyknya seru nih...
: ) : ) : )
Ando 0 1 tidak suka |
Buat yg menilai "spoiler abis" , terus terang aja serial ini nggak punya cerita bagus yg patut di spoilerkan. kayak film Warkop DKI, yg penting lucu.
vicz 0 0
bagus neh,, apalagi kalo buat yg lg bljr nihongo..
kayaknya seru neh...
yg ga ngerti dramanya ga usah nonton aja..

Silahkan login untuk memberikan pendapat