[Review] Going the Distance: Pemuas Rindu Akan Romcom '80-an 3

Selasa, 5 Okt '10 15:39

Tanpa banyak basa-basi, Going the Distance adalah komedi romantis yang lumayan berselera tentang dua orang yang mencoba selamat dalam menjalani LDR - long distance relationship, alias hubungan jarak jauh. Setelah He's Just Not That Into You, film ini kembali mempertemukan Drew Barrymore dengan pacar on-off-nya di dunia nyata, Justin Long.

Dalam usia yang terbilang tua, 31 tahun, Erin (Drew Barrymore) masih menjalani masa magang pada harian terkemuka di Big Apple, The New York Sentinel. Konon, keterlambatannya dalam menyelesaikan kuliahnya itu akibat mengekori pria yang dicintainya pindah negara, sampai akhirnya hubungan itu kandas di tengah jalan.

Oleh karena itu, ketika bertemu, dan merasa click dengan Garrett (Justin Long), seorang (yang kelihatannya) A&R - Artist & Repertoir - di sebuah perusahaan rekaman kecil, wanita yang easy going dan jenaka ini dengan blak-blakan bilang hanya bisa menjalani hubungan itu selama enam minggu. Karena setelah enam minggu, ia akan kembali melanjutkan sisa studinya di Universitas Stanford, California.

Mungkin karena berjalan tanpa beban, hubungan Erin dan Garrett terasa menyenangkan. Begitu menyenangkannya, sampai ketika tiba waktunya berpisah, mereka sama-sama merasa kehilangan apabila hubungan tersebut putus begitu saja. Dimulailah babak baru bagi keduanya: hubungan jarak jauh. Keduanya sama-sama pesimistis dengan model hubugan seperti itu, tapi tetap dirasa lebih baik daripada putus kontak sama sekali.

Hebatnya, bagi orang yang sama-sama skeptis dengan LDR, Erin dan Garrett berhasil melaluinya selama berbulan-bulan. Komunikasi dilakukan lewat telepon, sms, chatting, voice chat, dan medium lain masa kini yang dianggap bisa memuaskan kerinduan mereka. Tapi ada hal yang tak bisa tergantikan bagi mereka, yaitu seks. Karena itu, beberapa bulan sekali mereka bergantian saling berkunjung. Sayangnya, Erin masih tinggal di rumah kakaknya (Christina Applegate). Dalam beberapa kesempatan, kondisi ini dimanfaatkan untuk menampilkan adegan komedi dewasa a la Judd Apatow yang sudah pasti bakal kena gunting sensor sebelum ditayangkan di Indonesia.

Saya menyukai cara film ini mempertemukan Erin dan Garrett di sebuah bar sepi pengunjung yang lebih terasa seperti rumah. Saat itu Erin sedang memainkan videogame klasik Centipede. Saya tidak akan bercerita lebih panjang karena takut nanti jatuh menjadi spoiler. Tapi pertemuan seperti itu terbilang langka kan untuk ukuran komedi romantis (setidaknya buat saya). Soalnya, tokoh heroine yang doyan main videogame - apalagi master di bidang itu - terbilang jarang dieskpos oleh genre yang satu ini.

Buat saya, Going the Distance adalah versi komedi romantisnya Hot Tub Time Machine. Kedua film ini sama-sama produksi tahun 2010, tapi terasa kental aroma '80-annya. Dalam Going the Distance, atmosfer komedi romantis '80-an mulai terasa ketika Take My Breath Away dari Berlin, lagu tema Top Gun, berkumandang. Ceritanya teman sekamar Garrett yang usil, Dan (Charlie Day), yang sengaja memutarnya sebagai lagu latar ketika Erin dan Garrett tengah bersiap untuk bercinta untuk pertama kalinya. Setelah itu, Just Like Heaven dari Cure ,dan Don't Take Me Wrong dari Pretenders, melatari potongan-potongan adegan yang menggambarkan hubungan Erin dan Garrett yang semakin dekat. Dan sebelum Erin dan Garrett sibuk ber-sms, chatting dan voice chat, saya sempat berpikir, film ini ceritanya mengambil latar waktu tahun berapa ya?

Pendek kata, saya menyukai film ini. Di tengah gempuran komedi romantis yang plotnya hampir seragam dengan akhir yang mudah ditebak (Jennifer Aniston's romcom, I'm looking at you), Going the Distance memberikan kesederhanaan komedi-komedi romantis '80-an yang menyenangkan. Alur ceritanya simple, tapi membumi dan masuk akal. Tidak ada humor slapstick yang menjengkelkan, yang terasa mengada-ada, yang dibikin hanya untuk mengisi slot 'komedi' yang sudah terlanjur disematkan. Penokohannya pun terasa dekat dengan keseharian. Dialog-dialognya pun cukup memorable ("Alright, take me to Berlin!" - Erin)

Oh, mungkin karena sutradaranya, Nanette Burstein, terbilang veteran dalam film-film dokumenter (hubungannya, please?). Kalau Anda pernah mendengar dokumenter berjudul American Teen, atau The Kid Stays in the Picture, nah, Burstein inilah yang menyutradarainya. Untungnya, saat pindah jalur ke komedi mainstream Hollywood, Burstein ogah memilih jalur aman. Dengan berani ia menawarkan kita untuk kembali ke masa di mana kita masih merasa optimistis dengan musik pop, begitu juga dengan komedi-komedi romantisnya. Di tangan Burstein, juga penulis naskah Geoff LaTulippe, Erin dan Garrett tidak hanya menjadi dua manusia yang tujuannya memuaskan nafsu belaka, melainkan pasangan yang sungguhan jatuh cinta karena saling senang menghabiskan waktu bersama. Menariknya, tidak seperti typical romcom masa kini yang sibuk meributkan ini-itu yang nggak penting, masalah mereka jelas (dan esensial): bagaimana caranya menjalani hubungan jarak jauh yang didasari cinta ini dengan selamat.

Erin dan Garret sangat pas diperankan oleh Drew Barrymore dan Justin Long. Walau di sini kelihatan sudah agak tua, dan eye liner-nya sedikit berlebihan, saya selalu menyukai komedi romantis yang menampilkan Drew (Never Been Kissed, The Wedding Singer, 51 First Dates, Music & Lyrics, Lucky You, He's Just Not That Into You) - bahkan bila dibandingkan komedi romantisnya Jennifer Aniston (*menguap*) dan Julia Roberts. Justin Long sendiri saya anggap sebagai kasus salah kasting karena beberapa kali didapuk memerankan tokoh bad boy atau player, padahal tampangnya sendiri boleh dibilang culun. Tapi mungkin karena di kehidupan nyata mereka pernah pacaran, putus, dan (konon) pacaran lagi, chemistry mereka tampak benderang di layar.

Secara keseluruhan, Going the Distance komedi romantis yang mengalir, sederhana, dan cukup dekat dengan masalah keseharian kita. Beberapa mungkin akan mempertanyakan letak konflik yang membuat film ini sedikit dramatis. Tapi buat saya, justru itulah keistimewaan film ini - ketidakdramatisannya. Going the Distance mungkin masih memiliki banyak kelemahan, tapi setidaknya film ini menawarkan sesuatu yang jarang ditawarkan komedi romantis masa kini, di mana Anda benar-benar bisa mempercayai apa yang Anda lihat di layar. 3 stars out of 5 from me.

Sutradara: Nanette Burstein; Pemain: Drew Barrymore, Justin Long, Charlie Day, Jason Sudeikis, Christina Applegate; Genre: Komedi romantis; Durasi: 103 menit


Tag: film, romantic comedy, review, drew barrymore, justin long

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
nama drew barrimore aja udah cukup menggoda buat nonton film ini
AndriaGutama 0 0
wajib nonton neyh ... udah lama bgt gk nonton film rom-com yg bagus
Donald Duck 0 0
hahay...nonton premiere dan gratis ( yah secara belum tayang saya udah nonton duluan : p ) dan belum ada sensor, huehehe
keren banget, lucu nya tuh natural, ngakak abis lah nonton film ini

Silahkan login untuk memberikan pendapat