One Shot Project Updates 1
Selasa, 5 Okt '10 13:06
One Shot Project digagas untuk memberikan penghargaan terhadap seniman-seniman besar dari berbagai bidang kesenian (seni rupa, seni musik, seni tari, film, teater, sastra) yang meninggal dunia paska reformasi tahun 1998, yang telah memberikan sumbangan besar pada perkembangan bidang seni masing-masing dan meninggalkan berbagai macam karya seni yang inovatif, menginspirasi, atau berpengaruh pada pergerakan anak muda, atau berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi politik di Indonesia dan dunia.
Setiap film yang terlibat di proyek ini memiliki satu syarat atau ciri khusus, yaitu hanya terdiri dari satu shot utuh (one take one shot), tanpa pengulangan waktu (flashback, non linear), tanpa teknik zoom dan tracking dalam kamera, tanpa teknik cutting dalam editing (cut to), serta teknik apapun dalam film yang tidak dapat dilakukan dalam kehidupan yang sebenarnya. Ini diilhami dari pola kehidupan pada umumnya yang hanya terjadi sekali bagi setiap manusia dan mahluk hidup. Tentunya dalam kehidupan nyata tidak terjadi potongan atau sambungan pandangan seperti dalam teknik editing (cut to), dan mata tidak mempunyai kemampuan bergerak seperti zoom dan tracking seperti dalam teknik kamera. Dan juga dalam kehidupan nyata waktu selalu berjalan maju (linear), tidak ada pengulangan yang tipikal (flashback, non linear) seperti dalam sebuah karya film pada umumnya.
Video yang akan diputar adalah:
Karya Suzanna Di Warung Kopi
Agni Tirta | Yogyakarta
Karya yang secara sederhana dikemas dengan cara pendekatan perekaman yang amatir mengenai kegiatan sehari-hari/percakapan sehari-hari tentang para tokoh. Adanya obrolan-obrolan tentang Fidel Castro, Warkop, dan Suzanna menjadi penguat dalam karya ini untuk konsisten terhadap tema.
Kali Lonthe
Surya Adhi Wibowo | Yogyakarta
Perasaan menyenangkan timbul saat mendengarkan cerita-cerita unik seniman melalui kenangan seorang sopir yang terekam dengan cara sederhana dalam suatu perjalanan. Mengingatkan pada film Jalan Raya Pos yang memiliki cara yang alternative untuk sebuah film dokumenter. Karya ini merekam dari orang yang memiliki “tribute” atau semacam kenangan yang kemudian seperti menjadi obrolan nostalgia.
Pamflet Elektronik
Gelar Agyano Soemantri | Jakarta
Selain menggunakan pendekatan perekaman mengenai kegiatan sehari-hari, di dalam karya ini dapat dilihat bagaimana si pembuat beraktifitas, seperti menggunakan internet dan menonton televisi. Karya ini juga mempunyai gaya tersendiri dalam menyampaikan informasi.
Ketika Dia Pergi
Dewi Kusumawati | Cilacap
Karya ini dikemas secara sederhana dan kreatif tetapi sangat unggul dibanding karya-karya yang lain karena bisa menyentuh perasaan meskipun kita sama sekali tidak mengenal tokoh tersebut. Punya pilihan cara yang berbeda dalam menyampaikan informasi.
Tim Kurator
One Shot Project 2010
Wimo Ambala Bayang
Alia Damaihati
-----------------------------------
Kontak:
Bayu Bergas
Publicist
+6281327221190
bayu.bergas@gmail.com
Tag: film pendek, one shot project
Terkait:
-
Hasil Kuratorial One Shot Project
Selasa, 13 Jul '10 20:53 -
Profesionalisme
Minggu, 13 Mei '12 01:33 -
Jatmiko Kresnatama : Ada Hutang yang Harus Dibayarkan
Senin, 12 Mar '12 16:36
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kucingsapi™: Informatif
-
kniwe: Good Take
-
AndriaGutama: Informatif

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat