Cerita, adalah hal terakhir yang anda perlu nilai di film ini. Karna tidak ada apa-apa yang terdapat disana, hanya tentang Alice, kelinci percobaan Umbrella yang ternyata bisa selamat dan kemudian balas dendam, cukup itu aja yang anda tau, dah mayan banyak itu. Dan balas dendamnya ga kelar-kelar lho ampe 3 film. Maka dibutuhkan film keempat, ya ini dia filmnya. Jadi mari stop menghina ceritanya, ga baik menghina-hina begitu.
Dan kerana si penyihir berambut putih bernama James Cameron menemukan metode asik bikin film yakni make kamera 3D, Paul W.S Anderson gatel pengen nyoba juga. Dia tulislah sendiri ini film, utak-atik utak-atik, jadilah script yang kalau difilmkan ternyata hanya mengabiskan rol film sepanjang 30 menit. Dan mendapat ide cerdaslah ia, 30 menit tadi ia melar-melarkan menggunakan metode paling standar sedunia. s l o w ... m o t i o n. Alice berjalan, slow motion...Alice nodong pistol, slow motion, Alice lompat-lompat(emang klinci -___-), slow motion...Alice mendarat abis lompat, slow motion...Alice pupup, itu ga ada. Dan semua slowmo itu diposekan oleh Milla Javovich dengan cool, yang mungkin membuat penonton yg kadung udah mengalami degradasi otak gegara disodori cerita bodoh akan terkagum-kagum. Saya sendiri untung sudah istighfar dari awal sehingga ga berhasil dibodoh-bodohi alhamdulillah, jadinya saya hanya mengantuk kebosanan menonton slowmo yang begitu berlimpah. Masuk rekor dunia saya rasa ini film ntar, film dgn slowmo terbanyak.

slurp.
Film ini juga sangat menghargai setting yang dipergunakan saya amati. Awal cerita film ini bersettingkan Tokyo, maka tante Alice bergaya ala samurai, rambut diikat rapi ke belakang dan melemparkan shuriken dan kemudian membantai para tentara Umbrella menggunakan pedang katana. Melompat-lompat akrobatik ke dinding ala ninja dan kemudian diakhiri dgn backflip ke arah jendela kaca sambil menembak, saya ulangi..backflip ke arah jendela kaca sambil menembak... ring a bell?? 100 buat anda yang berhasil menebak itu adalah adegan yang paling terkenal di film Ghost In The Shell, film anime jepang paling cool. Scene itu sudah pernah dicontek Trinity di The Matrix dan lumayan mendapat kritik, skrg alice malah nyontek juga...ck ck.
Film pindah settingnya di sebuah penjara di Los Angeles. Los Angeles?? yep..hollywood..maka dibuatlah karakter yang terdampar disana adalah produser film, asisten dia..artis baru yg sedang meniti karir namun berakhir jadi pelayan restoran..hoaamm sangat hollywood kan?...pemain basket (LA Lakers kali ya) dan seorang tentara. Pegimana cara mereka bisa terdampar di penjara tersebut ikutin aja penjelasan difilm ini dan percaya aja dah pokoknya. Ada satu lagi karakter yang muncul, si ahli terperangkap di penjara, siapa lagi kalau bukan bintangnya Prison Break, Wentworth Miller. Dia di dalam penjara ini dipenjara(?) oleh survivor lain, kenapa??. Suer yang bagian ini saya lupa, karna pas dia ngejelasin saya langsung menggunakan logika saya dan ga masuk, jadinya ya lupa. My bad, menggunakan logika kan haram disini.
Penjahat yang adalah bos Umbrella bertampang Val Kilmer dan bergesture ala The Agent dari film The Matrix tidak terlalu berkesan buat saya. Apa tampangnya yg terlalu lempeng ya? apa penampilannya yang basi ya, tipikal banget soalnya, yg tipikal2 kan ngebosenin. Monster besar pembawa kampak yang ternyata bernama Axeman (gw kira Nemesis tipe baru hihi) cukup sangar, dan scene ia bergelut sambil basah-basahan bersama Alice dan Claire itu keren walau slowmo overdosis disana cukup ganggu dikit. Wait...gelut basah2 kok ya kesannya film xxx ya hahaha shit.
Yak beginilah jadinya review yang dibuat setelah logika saya dilecehkan abis-abisan oleh sebuah film, sangat berantakan nulisnya...maafkan saya. Sehingga saya sangat terkagum-kagum dengan mereka yang masih bisa bilang film seperti ini fun, seru...padahal film ini dengan lancang bilang "bodoh lu!!". Singkat kata, film ini sudah melenceng jauh dari genre asli gamenya yakni survival horor, zombienya sudah kagak guna, pajangan buat ditembak doang, thrillernya tergerus abis, misteri dan teka-tekinya musnah sudah.
Sayang pria tua itu ketauan ngintip pas Alice mau mandi, coba ga ketauan....slurp
Komentar:
apa? penyihir berambut putih? huihihihi...
dan hare gene kok hollywood masih mainan efek slomo yaaa... wondering why
nah kalau gw ga bisa fun liat ini..makanya mentok di 1/10 hihi
tapi film bukan hanya tentang 3D
ups.ternyata salah.
Not a problem sih, enjoyable dinikmatin buat "whoa" doang.
Lebih lebay dari Bay.
Story 2/5
efek 3D 4/5
but Two Thumbs Up for the cinematography...
Silahkan login untuk memberikan pendapat