Darah Garuda, lebih baik dari yang pertama 7

Kamis, 16 Sep '10 20:15

 

Lebih baik dari yang pertama. Dan lebih seru dari Sang Pencerah. Okey sebenarnya tidak adil jika dibandingkan karena berbeda genre tapi kedua film ini saat ini sedang beredar bersamaan dan juga kedua film ini dimainkan oleh dua actor yang sama Lukman Sardi.

Darah Garuda merupakan bagian dari trilogy Merah Putih. Dan Darah Garuda adalah film kedua, mungkin tahun depan yang ketiga akan muncul. Merah Putih sebenarnya cukup mencuri perhatian saya tahun lalu, karena saya penasaran dengan kualitas film dengan latar belakang perang dan perjuangan, apakah terlihat murahan atau bermutu. Saat itu saya punya ekspektasi tinggi mengenai film tersebut dan ternyata film tersebut kurang memenuhi harapan saya. Padahal banyak berita tentang keterlibatan para film maker dari Hollywood tapi saya kurang menemukan kualitas Hollywood di Merah Putih, untungnya film yang pertama tertolong dengan actor-aktor yang baik.

Bagaimana dengan Darah Garuda atau Merah Putih 2? Wow, melebihi harapan saya, kali ini kualitas Hollywoodnya terasa sekali. Apalagi di 15 menit terakhir. Awal film memang terasa agak lambat dan cukup membosankan, namun lama-lama tanpa terasa saya hanyut dalam ceritanya.

Akting-akting pemainnya makin matang, dan saya jadi ngefans sama pemeran Dayan yaitu Rifnu Wikana. Sinematografinya pun sangat memanjakan mata saya, mungkin gaya Hollywood sangat terasa dalam cara pengambilan gambarnya.

Efek-efek ledakan yang ditampilkan di film kedua ini jauh-jauh lebih baik dari yang pertama. Dan ledakan tersebutlah yang membuat saya penasaran apakah akan terlihat murahan atau tidak, ternyata cukup memuaskan. Kualitas yang baik ini mungkin ditunjang dengan biaya film yang sangat besar yaitu mencapai 64 Miliar Rupiah. Biaya yang sangat besar untuk ukuran film Indonesia.

Secara keseluruhan tidak ada salahnya menonton film di Bioskop karena tidak akan rugi membuang beberapa puluh ribu untuk tontonan yang baik seperti Darah Garuda. Daripada membuang-buang uang untuk menonton film komedi porno Indonesia. 

 

 


Tag: Indonesia

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
"Kualitas Hollywoodnya terasa sekali"... hmm... kualitas Hollywood yg manakah ini maksudnya?
kniwe 0 0
Well, kalo untuk pernyataan lebih bagus dari yang pertama, relatif ya dari sisi apa ngeliatnya. Editing dan musik okelah, warnanya juga lebih cocok dan konsisten, tetapi kalau soal storyline, kayanya malah jauh lebih kedodoran.

Fakta yang menarik, ternyata film ini engage banget ama penontonnya lho. Penonton ketawa cekikikan, tepuk tangan dan mengeluarkan ekspresi lainnya. Mereka seperti sangat terhibur. Bahkan Raden Haji Oma Irama yang tahun 80-an paling ahli meng-engage penonton seperti ini, tahun 2010 ini tidak berhasil seperti film ini. Kayanya target market bioskop Indonesia memang harus didefinisikan ulang nih..

Jumlah penontonnya juga tidak terlalu sesak, meskipun tidak terlalu padat juga...
AndriaGutama 0 0
Film bagus: )
arddhe 0 0
belum nonton : p
apatisvian 0 0
masih belum minat nonton yg satu ini... : D

utk film indonesia, nunggu Madame X aja sepertinya... : ))
agungmreza 0 0
sabai kualitas Hollywood yang saya maksud adalah, dari segi sinematografi, efek ledakan, dan suara yang ciamik, menurut saya pribadi sih unggul dibandingkan film Indonesia saat ini..

@kniwe setuju kalo film ini engage banget sama penontonnya, ga kerasa semua penonton di studio saya menonton waktu itu ikut tegang dan gemes sampai di akhir pada tepuk tangan...

arddhe buruan nonton gih keburu hilang ketelen film nya Dewi Persik..hahah

apatisvian Madame X saya juga tunggu, tapi ga ada salah nya lho nonton film ini, asik juga..
lazione budy 0 0
setuju, lebih bagus dari yang pertama.

Silahkan login untuk memberikan pendapat