A Wednesday 4
Rabu, 15 Sep '10 16:07
Prakash Rothad, komisioner polisi Mumbai sudah mendekati masa pensiunnya, di suatu sore yang tenang dia duduk di pinggirpantai dan mengingat-nginat kasus yang pernah ia tangani, dan ada satu kasus yang tak pernah lepas dari ingatannya, kasus yang terjadi di rabu siang biasa, antara jam 2 siang sampai jam 6 sore.
Di suatu siang yang sangat biasa itu, seorang pria tua tanpa nama yang "terlihat" sangat biasa menghubungi Prakash dan mengatakan kalau ia sudah meletakkan 5 buah bom di kota Mumbai dan akan meledak tepat pada pukul 6:30 sore hari. Dia akan memberikan lokasi tempat bom-bom itu berada asalkan Prakash mau mengabulkan permintaannya, yakni membebaskan 4 orang teroris al qaeda yang sekarang ada di tangan polisi. Selain Prakash, orang tersebut juga menghubungi seorang wanita reporter televisi bernama Naina. Didesak seperti itu, Prakash dan anak buahnya musti berpacu dengan waktu untuk menangkap dan menemukan lokasi bom yang telah ditanam tersebut.
Premis dan tema film ini sangat biasa, sudah banyak banget film Hollywood yang mengangkat cerita macam begini. Namun yang kali ini akan terasa berbeda, bukan hanya karna ini film Bollywood, tapi penyelesaian dan twist yang terdapat di film ini adalah sangat juara. Ini bukan film yang bisa ditebak dengan mudah, dan karna film ini berhasil menipu saya dan membuat saya terkagum-kagum, saya menobatkan ini film sebagai salah satu diantara film thriller kriminal terbaik yang pernah saya tonton.
Dimulai dengan tanpa basa-basi, dengan sinematographi yang sangat apik memperlihatkan kesibukan berbagai karakter, film ini sudah berhasil menarik minat saya hanya beberapa menit setelah diputar. Membuat saya selalu penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan juga yang paling hebat di film ini adalah aktingnya. Anupam Kher adalah salah satu legenda di perfilman film india, dan seperti biasa dia berakting bagus disini, dan legenda lainnya Naseeruddin Shah yang berperan menjadi pria tua tanpa nama, memberikan akting kelas A, tenang dan jenius dan gesture tubuh yang sangat believeable. Jimmy Shergill yang biasanya muncul di film2 percintaan pun apik bermain sebagai Arif Khan, polisi emosian. Flaw terdapat pada pemeran Naina, entahlah..dia seperti amatiran. Tapi overall eksekusi film ini sangat brillian.
Film ini secara halus mengkritik sistem pemerintahan India, dan batasan yang dibuat oleh agama. Namun sayang dengan durasi yang hanya 100 menit, berbeda dengan durasi film india biasanya, hal-hal yang ingin dibahas itu terasa tidak mendalam dan tak terselesaikan dengan baik. Seorang sutradara yang ngelapor ke Prakash pada awal film karna tekanan dunia perfilman india yg masih mengkotak-kotakkan sineas berdasarkan nama belakangnya tidak diselesaikan. Dan dilema yang dalami oleh sang reporter dalam meliput kejadian sore itu juga tidak begitu digarap lebih jauh. Padahal Kalau diangkat lebih mendalam problem para karakter itu, mgkn bisa jadi pesan yang mau diangkat terasa lebih lengkap dan enak, walaupun durasinya 3 jam saya akan tetap betah.
Prakash Rathod : Whatever you are doing is wrong.This is not the right way.
Anonymous : But today i am concerned only about the end-result, not the way to achieve it.
recommended!
oh iya..bagi kalian pecinta nyanyi2an dbawah hujan dan pria berbaju bolong2 kliatan putingnya kyk film india yg lain, ini bukan film yg cocok kayaknya hehe.
Tag: review, arddhe, a wednesday
Terkait:
-
A Serbian Film
Kamis, 2 Sep '10 13:52 -
Man Bites Dog (C'est arrivé près de chez vous)
Rabu, 18 Agu '10 10:16 -
In The Loop
Senin, 16 Agu '10 16:46
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Good Take
-
JuliaJessicaJennifer: Box Office
-
Rijon: Good Take

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat