Vertigo (1958) 2
Sabtu, 11 Sep '10 23:18
Scottie: " You shouldn't keep souvenirs of a killing. You shouldn't have been that sentimental "
John "Scottie" Ferguson (James Stewart) memutuskan untuk pensiun dini dari pekerjaannya sebagai detektif. Semuanya disebabkan karena acrophobia- phobia terhadap ketinggian-yang dideritanya beberapa bulan lalu disaat Ia menyaksikan rekannya jatuh dari sebuah gedung bertingkat disaat hendak menolongnya. Namun rupanya Scottie masih belum dapat meninggalkan pekerjaannya, setidaknya untuk sementara ini karena sahabat lamanya yang juga seorang pengusaha, Gavin Elster (Tom Helmore) meminta bantuan Scottie untuk menyelidiki istrinya, Madeleine Elster (Kim Novak), karena akhir-akhir ini Istrinya itu bertingkah laku aneh dan serba misterius. Gavin percaya bahwa Madeleine telah kerasukan arwah leluhurnya yang sudah meninggal ratusan tahun yang lalu.
Maka keesokan harinya Scottie memulai penyelidikannya. Ia mengikuti kemana saja Madeleine pergi dan menyaksikan dengan kepalanya sendiri bahwa tampaknya apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu sepertinya benar. Madeline menghabiskan waktunya seorang diri dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu seperti kuburan, hotel tua, dan museum hanya untuk memandangi sebuah lukisan seorang wanita selama berjam-jam lamanya, bahkan puncaknya Scottie harus berjuang menyelamatkan nyawa wanita cantik berambut pirang terebut dari usaha bunuh diri yang dilakukannya.
Berawal dari peristiwa percobaan bunuh diri tersebut konflik bertambah runcing. Scottie yang seharusnya secara professional menyelidiki apa yang terjadi pada diri Madeline malah jatuh cinta kepada istri sahabatnya tersebut.
Mungkin tidak ada sutradara di dunia ini yang mampu menandingi kekonsitenan seorang Alfred Hitchcock dalam menghasilkan karya-karya suspense kualitas tinggi. Terhitung sejak karyanya yang berjudul I Confess pada tahun 1953 sampai 1960, secara berurut-turut setiap tahunnya sutradara asal Inggris ini selalu membuat minimal satu buah film, dan hebatnya semua film-fimnya itu selalu berhasil membuat para audiensnya 'terbius' dengan kisah-kisah hebat yang ditampilkannya. Dan salah satu yang terbaik dari yang terbaik adalah Vertigo, sebuah psychological thriller berbalut elemen romansa yang naskahnya diadaptasi dari novel Perancis, D'entre les morts (The Living and the Dead) buah pena Pierre Boileau and Thomas Narcejac.
Secara keseluruhan hampir disemua segi Vertigo tampil sangat solid. Hitchcock tidak hanya mampu membuat sebuah kisah misteri yang mengusik rasa penasaran namun juga dengan pintar menempatkan penontonnya berada dalam posisi sama tidak tahunya dengan karakter Scottie, hingga nanti dipertengahan film Hitchcock memberikan sebuah jawaban mengejutkan yang akan 'menampar' telak penontonnya. Naskah hebat tampaknya masih belum cukup jika tidak didukung dengan teknis penggarapan yang hebat pula. Seperti sudah menjadi rahasia umum bahwa Hitchcock adalah sutradara spesialis menghadirkan atmsofer suspense yang menghipnotis. Dan dalam Vertigo, Hitchcock kembali menunjukan kemahirannya menghadirkan teknik-teknik sinematik hebat untuk membuat penontonnya 'tersedot' dalam kelamnya aroma San Fransisco era 50an. Pengunaan teknik kamera 'zoom out' untuk mewakili rasa takut akan ketinggian berhasil diterapkan dengan baik termasuk didalamnya teknis pecahayaan yang dinamis untuk setiap mewakili setiap mood para karakternya.
Plot yang sedikit lambat diawal hingga pertengahan tidak membuat film berdurasi 128 menit ini membosankan, termasuk adegan minim dialog disaat Scottie melakukan penyelidikannya. Semua itu juga tidak terlepas dari dukungan akting kuat dari aktor kharismatik James Stewart yang walaupun tampak sedikit ketuaan buat karakernya, terlebih lagi Ia harus beradu akting dengan lawan mainnya, Kim Novak yang umurnya separuh lebih muda darinya. Untung saja chemistry yang dihasilkan keduanya masih terbilang sangat baik.
So, Mencari thriller psikologis klasik dengan kisah solid dan menegangkan? Vertigo jelas merupakan salah satu pilihan terbaik, apalagi mengingat bahwa film ini dibuat oleh seorang sutrdara sekaliber Sir Alfred Joseph Hitchcock yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya dalam menggarap film-film bergenre seperti ini.
Tag: Alfred Hitchcock, thriiler, masterpiece, black and white, James Stewart
Terkait:
-
Psycho (1960)
Selasa, 7 Sep '10 17:09 -
Spirited Away (2001): “Kalau Makan Jangan Rakus”
Senin, 21 Mar '11 01:01 -
Strawberry and Chocolate (1994)
Minggu, 27 Feb '11 10:35

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat