REVIEW FILM : PHOBIA (2008) Minus Aktor Ganteng Ahelah -_- 6

Sabtu, 28 Agu '10 23:12

Phobia adalah kompilasi pertama susunan film-film horor pendek dari negara Gajah Putih, yang sukses lalu tahun 2009 dilanjutkan sekuelnya, Phobia 2.
Gue lebih dulu menonton Phobia 2 sebelumnya, dan jujur gue sangat suka banget keseluruhan segmen ceritanya. Nah, di Phobia ini, hanya ada 4 cerita, dan jujur juga gue pernah baca ulasan ceritanya jadi keliatan gak menarik lagi. Ada banyak elemen baik dari segi cerita dan visualisasi yang lebih baik di Phobia 2. Di Phobia 2, cara penempatan suspense benar benar diatur dengan rapi sehingga efek kejutan dan rasa tegang benar benar terasa (kita bahas review Phobia 2 ntar). Tapi bukan berarti Phobia itu sangat jelek. Anggaplah Phobia 2 sebagai sekuel, mendandani kecacatan Phobia, disini Phobia sebagai awal sudah cukup baik untuk 'memulai'.

Cerita pertama "Loneliness" dibuat untuk menakut-nakuti orang yang mau ber-sms dengan nomor tak dikenal saat sendirian. Seorang gadis yang mengalami kecelakaan dan merasa kesepian sampai akhirnya ada sms tidak dikenal mengajaknya berkenalan. Segmen ini favorit gue, karena suspensenya tergambar jelas dan terasa padahal adegan penampakan hantunya sangat minim (nyaris tidak ada). Bayangkan bila tengah malam ada bunyi sms 'kamu tidak tidur? Aku disebelahmu' pasti rasa ketakutan kita terusik bukan? Sesimpel itu juga segmen ini menganggu kita. Horornya bermain hanya lewat nalar, lewat teks-teks sms, tapi jauh lebih mencekam tanpa banyak obral adegan seram yang mengejutkan. Penutupannya juga bagus.
rate : 10/10

Yang kedua, "Tit For Tat" adalah bagian paling memaksa dan tidak gue sukai. Berlatar kasus bullying seorang anak yang menuntut balas dendam, tempo ceritanya terasa ingin segera cepat selesai. Segmen ini malah jadi aneh, lengkap dengan efek CGI lebay, cuma mengumbar darah tanpa sama sekali ada the meaning of horrornya. Proporsi ceritanya yang sangat cepat dan memaksa, malah membuat segmen yang satu ini gampang terlupakan.
rate : 3/10

Yang ketiga, adalah ekspektasi paling tinggi gue setelah sukses 'ditipu' di segmen terakhir Phobia 2 oleh kwartet kocak yang mukanya pada mirip artis Indonesia ini. Di "In The Middle" Ter, Puak, Shin, Aey (ada yang mirip Desta, Raditya Dika sampe Ihsan Upin Ipin) ceritanya camping dan Aey dikisahkan tenggelam dan pergi menghantui teman-temannya.
Sayang banget gue terlalu membandingkan ini dengan "In The End" (segmen mereka berempat di Phobia 2) mungkin kalo tanpa ekspektasi tinggi gue akan lebih menerima ceritanya. Ending twist nya mudah ketebak (kali ini gue gak ketipu) dan unsur humornya juga tidak sebanyak waktu mereka sukses membuat gue geregetan di Phobia 2. Tapi tingkah polah dan raut muka bodoh para cowok ini masih membuat gue minimal bisa menikmati semuanya.
rate : 6.5/10

Yang terakhir, menurut gue hampir sama dengan segmen pertama, "Flight 224" menggunakan metode ketakutan psikologi untuk membuat nyali penonton ciut. Bayangkan bila kita satu pesawat dengan mayat wanita yang ketika hidup sangat membenci kita? Dan apalagi pesawat mengalami banyak guncangan dan mayat itu jatuh dari kursinya? Imajinasi yang mencekam seperti itu yang mengajak penonton terjebak dalam situasi yang dihadapi tokoh pramugari ini. Suspensenya on/off, terasa kurang total meski penonton tetap merasa terjebak dalam bayangan situasi seram macam itu. Segmen ini dan segmen pertama membuktikan bahwa horor memang bermula dari rasa psikologi yang terancam.
Rate : 7/10

Overall, sayang banget "In The Middle" malah tidak memenuhi ekspektasi gue, dan secara keseluruhan cerita dimenangkan oleh "Loneliness" dengan telak. Faktor lain yang membuat Phobia tidak sebagus Phobia 2 (menurut selera gue loh. Bisa saja orang lebih suka Phobia, well, in my own opinion) adalah................................................

 

........adalah karena di Phobia tidak ada aktor GANTENG seperti di Phobia 2 yang bertebaran disetiap segmen. Oke, alasan yang bodoh, tapi itu juga nilai plus sebuah film dimata gue. *garukgarukpala

Rate of Phobia ; 7/10

 

P.S : mungkin review-annya bakal beda lagi kalo gue ga baca ulasan ceritanya sebelum nonton ini. Walau yang gue baca bukan spoiler, tapi itu lumayan membuat gue tahu keseluruhan garis besar ceritanya. Sayang banget, gue aja nyesel. Tapi bagus kok, a good one from Thai ;)


Tag: horror, horror thailand, thai things

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

mabuk janda 0 0
yang setan sms itu serem banget dah,, munculnya tiba2 gitu,,
sabai 0 0
gue suka film ini.. yg pertama maupun yg kedua sama kerennya!! well, nggak semua yg ada di kompilasi serem sih, tapi overall oke
Nyc-dj 0 0
ohh Tuhan beberapa kali gwe skip film ini.. Penasaran juga!!!
itsmaudy 0 0
mabuk janda: BANGET! padahal cuma muncul satu kali, tapi serem bgt. pas poto itu juga deg-degan banget.
sabai: yap bagus-bagus ; ) walau masih tetap paling suka yang ke 2, soalnya banyak ganteng ganteng mba ;D haha
Nyc-dj: bagus deh, tonton aja ; ) waiting buat Phobia 3, moga ada
anak kecil 0 0
wah ternyata dah direview yah : )) kirain belum : )) tp nih film lumayan keren lah...klo masalah ganteng ya relatif ; )) tp yang 4 sekawan itu lumayan lah mukanya : )) sama yg cerita kedua juga lumayan yg main dan emang ceritanya agak maksa dan paling parah diantara ketiga cerita...tp saya tetap suka endingnya : ))
anak kecil 0 0
itsmaudy: saya dengar juga sudah sampe phobia 4 deh : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat