Let ... Go ... This ... Too ... Shall ... Pass ... (2010) by James Frost 4
Selasa, 17 Agu '10 11:01
mencoba sesuatu yang berbeda, saya ingin mereview sebuah video klip, ini bentuk dari film atau audio visual juga kan? kah? thanks rekan-rekan biacara film . com.
tulisan ini sangat mengandung spoiler
"Here It Goes Again", merupakan lagu dan video klip pertama yang saya lihat dari band ini dan saya pun masih ingat betapa terheran-herannya saya melihat 4 orang itu melakukan sebuah "treadmill-dance". Banyak band maupaun band indie yang memperkenalkan musiknya leway My Space, Blog pribadi, You Tube, dll. Si vokalis bernama Damian Kulash bersama basis bernama Tim Nordwind membentuk band bernama Ok Go pada tahun 1998, sebuah band yang beraliran indie rock.
Album pertamanya dinamakan Ok Go diluncurkan pada tahun 2001, dan single pertama yang berjudul "Get Ovet It" mulai menduduki posisi yang lumayan di UK Chart. Pada tahun 2005 OK Go meluncurkan album "Oh No" , dengan single pertama mereka "A Million Ways" dimana mereka mempromosikan video klip lagi itu lewat sebuah dansa yang dikreografikan oleh adik Damian sang vokalis bernama Trish Sie. Kehebatan band ini sebenarnya mulai dikenal dan pada tahun 2006 dimana mereka memperkenalkan sebuah viedo klip dari lagu "Here's It Goes Again" di You Tube dengan kreografer yang sama, Trish Sie, dan mencapai lebih dari 10 juta penonton You Tube hanya dalam waktu 6 hari. 
Buka [disini] untuk melihat video klip Here It Goes Again, pada detik ini saat saya menulis artikel ini, viewernya telah mencapai 52.235.830 orang. Jika tidak bisa dibuka, [buka ini saja].
On July 31, 2006, the band released a video for "Here It Goes Again" featuring an elaborately choreographed dance on treadmills, also directed and choreographed by Trish Sie. This video was viewed by over one million people on the media site YouTube in the first six days. As of April 2010, the original video upload for "Here It Goes Again" has been viewed over 50 million times, putting it in 42nd place for the most views of any video and 29th place for most viewed music video as well as the 7th most favorited video and the top favorited music video of all time on YouTube. [sumber]
Setelah penemuan world wide web, dan evolusi dari teknologi internet, banyak hal yang dapat dilakukan manusia lewat teknologi ini. Tidak hanya sekedar komunikasi dan informasi saja, salah satu pemanfaatan internet adalah sebagai media promosi band-band independent yang murah. Awalnya situs yang populer adalah My Space. My Chemical Romance adalah band yang terangkat berkat situs ini. Kemudia blog-blog pribadi sepertti wordpress dan Blogspot. Salah satu penyanyi terkanal adalah Collbie Calliat. Ada satu situs yang sama efektifnya dengan situs-situs yang saya sebutkan, yaitu You Tube, dimama pemakai dapat mengupload vidoe yang mereka ciptakan sendiri. OK Go adalah band yang lahir berkat You Tube. 
Saya sendiri tidak punya TV kabel, dan tidak megetahui perkembangan musik di MTV atau V Channel, tetapi syaa juga seorang radio junkies, terkadang selalu mendengarkan radio dan mendengarkan lagu baru apa dan dinyanyikan oleh siapa. Lagu-lagu Ok Go tidak pernah saya dengarkan di radio-radio Indoensia, khususnya Surabaya, apalagi menjadi top request. Padahal Ok Go sudah sangat terkenal di dunia maya, khususnya di sites You Tube. Bahkan salah sau lagi terbarunya yang berjudul "Shooting the Moon" menjadi salah satu original soundtrack The Twilight Saga: New Moon . Akan tetapi ada hal lain yang lebih spesifik yang akan saya bahas mengenai salah satu lagu Ok Go kali ini, dan saya tidak akan membahas tentang ost New Moon atau treadmill dance 'here's it goes again", walapun saya sagat terkesima melihat treamill dance itu, others way to make our body fit !!!
So, Ok Go saya kenal dengan sebuah band yang mulai mempromosikan video klipnya lewat you tube, memperoleh banyak respon yang positif. Pada bulan april 2010 ini, Ok Go memperkenalkan album barunya Of the Blue Colour of the Sky. Silahkan baca postingan dari tante wiki wiki berikut ini:
On March 10 it was announced that OK Go had cut ties with EMI and Capitol and formed the independent label Paracadute Recordings. "Of the Blue Colour of the Sky" was re-released on April 1, when the new label took over the promotional campaign and all distribution responsibilities for the album. ......... ..... ...... On January 12th, 2010, the first video for the song "This Too Shall Pass" (University of Notre Dame Marching Band Version) was released. On March 1st, 2010, OK Go released their second video for "This Too Shall Pass"(Rube Goldberg Machine version) [sumber]
Jadi, bisa disumpulkan, Ok Go lepas dari EMI dan Capitol dan membuat label-indie recording yang bernama Paracadute. Kemudian di album terbarunya Of the Blue Colour of The Sky lagu pertama yang mereka kenalkan adaah "This Too Shall Pass". Lagu ini di promosikan dengan dua video klip yang berbeda dengan arrangement musik yang berbeda pula. Saya sudah melihat hampir semua video klip Ok Go di You Tube, dan mereka melakukannya selalu dengan cara yang baru, berbeda, unik. Seperti treadmill dance, dance on back yard, dance seperti iguana, efek komputer, bell, dan lain-lain. Untuk This Too Shall Pass pertama kali dikenalkan degan arrangement marching band, dan juga sangat unik dan berbeda. Silahkan lihat videonya [disini] uhtuk melihat This Too Shall Pass versi marching band. Jika kalian sudah melihat This Too Shall Pass ala marching band ini, mereka tidak sekedar perform bermain musik, tetepi menyajikan sebuah performance treatikal yang sangat epik, jenius, dan memukau. 
This Too Shall Pass kedua sama luarbiasanya dengan yang pertama. Arrangement musik dibuat lebih standar, drum, gitar listik, bass, dan tambahan sana dan sini, tetapi sekali lagi, Ok Go tidak hanya main-main membuat sebuah lagu, mereka juga cukup serius untuk membuat video klip yang sangat mengekpresikan kreativitas mereka. Apa lagi versi yang kedua yang dikenal dengan "Rube Goldberg Machine version".
The second music video for "This Too Shall Pass" was directed by James Frost. Similar to the band's video for "Here It Goes Again", the "This Too Shall Pass" video features a four-minute, apparent one shot sequence of the song being played in time to the actions of a giant Rube Goldberg machine built in a two-story warehouse from over 700 household objects, traversing an estimated half-mile course. As the song and machine operate, the members of the band are seen singing alongside the machine, with the members being shot at by paint guns at the song's finale.
Parts of the machine are synchronized in time with the music; in one instance, water glasses are used to repeat part of the song's melody in the fashion of a glass harp (bagian dari video klip ini yang paling saya sukai).
The video's inspiration was from the band, who wanted "a giant machine that we dance with", a long-term aspiration of the band and inspired by other Rube Goldberg machines shown in videos on YouTube, including the interstitials used on the Japanese children's show, PythagoraSwitchWhile they considered the idea of the machine for each song on Of the Colour, they opted to use "This Too Shall Pass" to make the end result "majestic and epic", even though it already duplicated the previous marching band video.
They sought help through online science message boards, eventually coming in contact with Syyn Labs. From a pool of talent at a Syyn Labs-hosted "Mindshare LA" gathering, about 55 to 60 people from Syyn Labs, the California Institute of Technology (including some who work at the National Aeronautics and Space Administration's Jet Propulsion Laboratory and participated in the Mars Exploration Rover program, hence the model rover seen in the video) and MIT Media Lab helped to design and construct the machine.Damian Kulash's father (Damian Kulash Sr.) also participated in the machine's construction. The team had to work on a limited budget, using recycled trash for many of the props in the device; after filming, the total estimated cost was approximately $90,000.
The team avoided the use of "magic"-automated devices like computers or motors-and instead focused on purely physical devices. The total time to create the video from conceptualization was about six months, with two months of planning and four months for design and filming.
Once the machine was completed, the filming, using a single Steadicam, took two days to complete on February 11 and 12, with an estimated 60 takes for the machine to properly function. The first day of filming included 47 takes, none of which successfully completed the entire machine and necessitated a second day of filming. Many of the takes ended only 30 seconds into the process, at the start of the song's chorus, where a tire would fail to roll properly into the next section of the machine.
Several elements of the machine had to be properly adjusted to match the timing for the song. The group broke the song into sections, triggered when the machine passed certain gates, as to account for small changes in timing that could occur (up to 0.5 sec, according to Brett Doar, one of the machine's chief designers), allowing the band to continue to lip synch while the machine operated. [SUMBER]
Maaf, jika saya langsung mengimport sumber dari wikipedia dan artikel ini memang penuh dengan PLAGIASI, untuk etika penulisan, tetap saya lampirkan sumber (link) di akhir catatan.
Ok, kembali lagi ke tulisan original saya, dari kutipan yang panjang diatas dan video klip yang terpaksa saya unduh dan saya putar berkali-kali, maka dapat disimpukan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Video klip kedua This Too Shall Pass disutradari oleh James Frost, sutradara yang sama untuk video klip Here It Goes Again.
2. Video klip This Too Shall Pass merupakan klip sepanjang 4 menit yang menyajikan satu shot atau satu pengambilan gambar yang terus berkelanjutan tanpa berhenti merekam bagaimana Rube Goldberg machine bekerja.
3. Rube Goldberg machine dibangun dalam dua wilayah gudang yang terdiri dari lebih dari 700 household objects
4. 700 benda-benda itu dirakit sedemikan rupa sehingga menciptakan sebuah rangkaian aksi dan reaksi seperti sebuah mesin yang saling berhubungan menciptakan kejutan-kejutan tertentu yang memulai kejutan-kejutan lainnya.
5. Selama mesin bekerja, mesin di-sinkronisasi-kan dengan jalannya musik.
6. Untuk membuat mesin ini, bekerja sama dengan Syyn Labs, California Institute of Technology, National Aeronautics and Space Administration's Jet Propulsion Laboratory (NASA), Mars Exploration Rover program, MIT Media Lab, dan ayah dari Damian Kulash si vokalis.
7. Biaya pembuatan video klip ini tidak lebih dari $90,000, memakan waktu 6 bulan untuk mengkonsep, 2 bulan untuk merencanakan, dan 4 bulan untuk mendesain dan memfilmkan.
8. Tim menolak untuk mengggiankan "keajaiban" (penggunaan alat otomatis seperti komputer atau mesin), dan tetap fokus pada alat-alat fisik.
9. Video klip ini diambil "take" oleh single Steadicam, hanay satu orang dengan satu kamera yang terus berlarian mengikuti mesin itu bekerja.
10. Pengambilan gambar dilakukan dalam waktu dua hari (menurut saya hari yang sanagt amat panjang untuk membuat klip sepanjang 4 menit saja) pada tanggal 11 dan 12 Februari.
11. Desain dari mesin ini :
12. Menghabiskan 60 takes untuk memastikan mesin beekrja sepenuhnya. Hari pertama sebanyak 47 takes, dan mesin dapat bekerja semua dg timing yang sangat pas baru terjadi di hari kedua. Sungguh membuat stress personil Ok Go dan orang-orang yang membuatnya.
13. Selama mesin dan lagu itu berjalan, diperlihatkan seluruh personil Ok Go secara bergantian, mereka diperlihatkan memakai pakaian putih dengan cat, dan sepertinya cat di tubuh mereka tidak ditembakkan hanya satu kali saja.
Jadi This Too Shall Pass merupakan video yang terus berkelanjutan selama 4 menit tanpa berhenti sekalipun, memperlihatkan benda-benda fisik yang saing terseinkronisasi selama 4 menit, dan untuk membuat 4 menit itu membutuhkan 6 bulan meengkonsep, 2 bulan merencanakan, dan 60 kali pengambilan gambar selama dua hari.
Mereka tidak hanya bisa membuat musik, mereka menyajikan sesuaitu yang memukau dengan video klip lagu-lagunya yang juga disajikan dengan cara yang sangat unik dan outstanding, most original low budget video ever. Mereka tidak hanya bermaian alat musik standar, mereka juga bisa bermain ala marching band, dan satu lagu yang membuat saya tidak bosan untuk mengulang-ulang video klipnya adalah "What To Do" bell version. Silahkan buka [disini], salah satu karya terbaik musik yang diperkenalkan oleh Ok Go.
== mediocre people do exceptionals things al the time ==
Sumber sumber tulisan ini diambil dari:
www.youtube.com
www.wikipedia.org
Tag: Ok Go, treadmill, machine
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
JuliaJessicaJennifer: Good Take
-
kucingsapi™: Informatif
-
kniwe: Good Take
-
moti: Good Take
-
Taruma: Good Take

Komentar:
kucingsapi™: wah, (bukan) pelanggaran HAM itu
dulu sempet terobsesi sama video ini sampai nemu video di youtube yang mengklaim bahwa video ini tidak diambil dalam one-take shoot tapi ada proses editingnya.
tapi terlepas dari one-take shoot atau tidak, ide dan determinasi dalam pembuatan video klip ini memang luar biasa!
Silahkan login untuk memberikan pendapat