Inception 6
Rabu, 11 Agu '10 13:14
Review yang sangat terlambat haha. Tapi tak apa daripada tidak sama sekali, ye tak??
dan mungkin bagi yang belum nonton, review ini akan mengandung sedikit spoiler, saya sudah berusaha sedikit mgkn menceritakan jalan ceritanya tapi sapa tau ada yg kelewatan. Jadi yg belum nonton, nonton lah dulu, i will sit tight and wait for you here.
Christopher Nolan belumlah mempunyai karir yang panjang di dunia penyutradaraan, filmnya baru 6 biji, yang satu indie (Following, yg akan dirilis ulang gegara kesuksesan Inception). Namun apapun film terbarunya sudah mendapat perhatian dan penilaian bakal jadi hebat (apapun ceritanya) seperti halnya film-film Martin Scorsese, istilahnya, mengharapkan kualitas dari film mereka adalah sama halnya dengan berharap kebasahan ketika berjalan dibawah hujan. Dan sehabis menonton Inception, saya tenggelam.
Nolan dengan sukses menenggelamkan saya ke dalam cerita jenius yang ia tulis sendiri, orisinil, bukan adaptasi komik kayak Batman, remake kayak Insomnia atau adaptasi novel seperti The Presige atau cerpen layaknya Memento. Seperti halnya Following, ini murni dari pikiran brilliannya, dan juga seperti Following, karakter film ini dinamai Cobb. Cobb di Inception adalah seorang ahli penyusup mimpi, di masa dimana sudah ditemukan alat yang bisa memasukkan kita ke dalam mimpi orang lain dan Cobb, mempergunakannya untuk mencuri ide, rahasia, atau apapun yang ada di pikiran orang tersebut. Gagal di misi terakhirnya, Cobb dipaksa oleh seorang konglomerat jepang bernama Saito untuk melakukan hal yang hampir mustahil terhadap saingan bisnisnya bernama Fischer, menanamkan ide atau hal baru ke dalam pikiran Fischer, yang disebut Inception. Imbalannya adalah, Cobb bisa kembali bertemu dengan anaknya di Amerika.
Bodoh-bodohnya, atau maksud saya, gampangnya...film ini akan dinilai sebagai film pencurian biasa dengan banyak karakter dengan tugas masing-masing layaknya Ocean Eleven dengan tambahan ending yang bikin kening berkerut dan menebak-nebak ke arah mana ceritanya berakhir. Namun Nolan tidaklah sebodoh itu membuat film yang setipe dengan Ocean tentu saja. Banyak penafsiran bercabang dan ratusan teori tentang bagaimana menjelaskan setiap adegan maupun keseluruhan cerita film ini. Ini bukan berarti Nolan tidak mempunyai sesuatu yang pasti yang akan dia ceritakan. Dia sangat jelas menyampaikan maksudnya. Ini adalah The Interpretation of Dreams à la Nolan.
Menonton film ini pertama kali mungkin akan terasa sangat panjang dan melelahkan, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa menonton film bertema "berat" seperti ini. Teori-teori yang ditawarkan terasa sangat banyak, walaupun sebenarnya Nolan telah mempermudahnya dengan menempatkan Ariadne sebagai wakil kita di film ini. Cobb menjelaskan dengan sangat baik teori-teori tersebut kepada Ariadne, namun kemudian, seperti halnya Ariadne, kita harus berusaha mengikuti, berinisiatif dan berimprovisasi untuk memahami kisah ini ini keseluruhannya. Film ini sama sekali tidak bertoleransi terhadap kemalasan berfikir ataupun sekedar keluar sebentar untuk pipis, itu akan membuat anda berkomentar seperti halnya pasangan yg saya temui di parkiran motor. Si cowok berkata "ah ternyata gitu doang filmnya, kirain bakal jadi gimana gitu, dibodoh-bodohi film aja kita haha", si cewek ikut nyengir, dan saya tidak bisa menahan diri untuk bilang kalau saya kasian ama mereka, mereka menganggap remeh salah satu film terbesar yang pernah dibuat manusia.
Cobb, yang bergaya persis Christopher Nolan di dunia nyata (apakah ada mksd tersembunyi?) diperankan dengan baik oleh DiCaprio, walaupun saya masih melihat DiCaprio yang sama dengan yg saya lihat di Shutter Island maupun film2 sebelumnya, dia melakukan hal yang sangat hebat disini, adegan dia menangis pas di jendela dengan muka memerah itu cukup berhasil membuat saya merasakan emosi yang ia rasakan. Mal yang berarti setan dalam bahasa latin juga dimainkan dengan porsi yang pas oleh Marian Cotillard, ekspresi menyeramkan dia ketika melihat Cobb naik lift itu keren. Ariadne yang tentu saja terinspirasi dari legenda yunani tentang wanita yang menolong Theseus keluar dari labirin Minotaur dibawakan dengan baik oleh gadis yang memang ahlinya jadi cewe cerdas, Ellen Page. Jidat leganya menjelaskan segalanya.
Namun yang menjadi bintang di mata saya adalah Arthur dan Eames. Arthur adalah jagoan utama film ini, dia melakukan segalanya dengan benar, berfikir cepat dan jago kelahi dan rela berkorban untuk teman-temannya. Ketika Cobb terlalu banyak berkompromi dengan perasaannya, Arthur beraksi dengan wajah dingin dan hebat. Joseph Gordon-Levitt dengan sangat brillian memainkan peran itu. Tom Hardy juga bermain sangat keren sebagai Eames, dia memberikan sesuatu yg cool dan bisa bikin kita nyengir di film yang mungkin sebagian besar akan bikin kita terbengong ini. So, Tom Hardy as the new James Bond, mr Nolan?? very decent choice. And Joseph "the cool kid" Gordon Levitt as The Riddler?? word!! very brilliant choice..!!!.
Special effect film ini mantap. Adegan di kafe pojokan dengan berbagai macam barang dan gedung dan jalan meledak itu sangatlah menakjubkan. Kota berlipat sangatlah memorable, kita tak kan pernah bisa berhenti mengaguminya. Tapi nan paling digdaya menurut saya adalah, non gravity fighting scene!! that was super duper awesome..!! Sumpah itu sangatlah keren sodara-sodaraa...!!hahaha.
Metapora dari sebuah pembuatan film ataupun penggunaan bentuk dasar karakter psikologis manusia temuan Carl Jung hanyalah dua dari sekian banyak kemungkinan cara pemahaman terhadap film ini. Tapi satu hal yang pasti dan sangat saya percayai adalah, film ini bertindak layaknya mimpi, dia membuat saya merasakan efek yang sama ketika saya baru terbangun dari mimpi. Pada saat saya selesai menonton ini saya tak pernah bisa benar-benar menerima apa yang baru kita tonton, the very first thing that crossed in my mind " what the fuck was that?what the hell was that ending about?" and the second thought is "i have to rewatch this shit". Dan untungnya ini bukan mimpi, ini adalah film. Yang artinya saya masih bisa menonton ulang di bioskop ataupun beli dvd originalnya ntar.
And i definitely will do that.
Tag: Inception, Nolan, di caprio
Terkait:
-
Hubungan Antara Film Inception dan Paman Gober
Minggu, 10 Jul '11 14:27 -
Chistopher Nolan's Movie Reunion: INCEPTION (2010)
Selasa, 3 Agu '10 18:00 -
Inception: Mind Blowing or Visual Blowing? Both.
Selasa, 27 Jul '10 20:28

Komentar:
dan coba cari informasi ttg metapora pembuatan film yang dilakukan oleh ini film... mgkn maksd tersembunyi yg gw maksud jadi bisa dimengerti hehe
buku dream interpretation itu karangan sigmund freud kan?
http://en.wikiped…n_archetypes
Silahkan login untuk memberikan pendapat