S for Schizophrenia 13

Sabtu, 7 Agu '10 15:01

Sejak saya belum sekolah, saya sudah mulai menonton film. Ayah saya dulu membeli video player, tidak tahu nama yang tepat sebenarnya apa. Masa kecil saya besar di dua kota, Bandung dan Yogyakarta, dan saya masih ingat video-video apa yang sering disewa ayahku untuk memberikan suplemen pikiran untuk anak-anaknya, antara lain: Ultraman, Shogun Getter, dan di depan televisi-layar-cembung-kotak-kecil, saya duduk dengan saangat anteng dan terkesima betapa hebatnya manusia raksasa mengalahkan monster dan 3 pesawat tempur yang bergabung menjadi satu dan menjadi robot.
[caption id="attachment_619" align="aligncenter" width="497" caption="3 pesawat tempur super cangging yang jika bersatu bisa menjadi robot, 3 jenis robot, Shogun Getter (dulu aku mengejanya sogun geta!!)"][/caption]
[caption id="attachment_620" align="aligncenter" width="497" caption="dari sekian buanyak banget ultraman, yang paling saya suka adalah ultraman (lupa) yang kalo berubah mengacungkan sikat gigi listrik, ditekan tombol, sikat berputar, lalu berteriak \"ultraman\" dan berubah menjadi raksasa"][/caption]

Kemudian saat saya SD di Madiun, ayah saya memiliki Laser Disc, karena film laser di Madiun mahalnya minta ampun sehingga tetaplah kami gunakan budaya menyewa. Saat itu saya mulai mengenal film Broken Arrow, Casper, Jurrasic Park, Jungle Book, Robin Hood, Free Willy, Die Hard, dan walaupun tidak ada teksnya, sekali lagi si anak gendut ini duduk terdiam dan terkesima di depan layar-TV-cembung-kotak-agak besar. Referensi film satu-satunya yang sellau saya ikuti adalah "Cinema Cinema Cinema" di RCTI setiap hari sabtu jam 4 sore.

Kemudian muncullah teknologi VCD, VCD Player, CD-ROM komputer, alat pembuat VCD bajakan, dan saya terus melihat film hingga 30 menit yang lalu. Post terakhir saya adalah Z for Zombie, sekarang saya akan menulis dg tajuk S for schizophrenia. Mengapa? Karenaaaaaa yaaaaaaaaa begitulah....selamat membaca......

Saya masih teringat bagaimana rasanya merinding bulu-kuduk-berdiri, emosi yang menggebu-gebu, terkesima, dan terdiam, setelah melihat film ini, sekitar 7 atau tahun yang lalu saat saya masih SMA. Saya tahu film ini ada, setelah melihat Penganugrahan Piala Academy Awards tahun 2002, dan film ini memenangkan kategori Best Picture. Dari film inilah saya mengetahui ketenaran Russel Crowe, si sutradara Ron Howard, dan salah satu artis-cantik-sekali kesukaan saya Jennifer Connelly (artis ini bermain sangat manis di House of Sand and Fog). Apa judulnya? sangat berkaitan dengan judul posting saya, akan saya bahas di pembahasan terakhir.

Ok, mengingat-ingat semester 4atau 5 saya lupa tentang psikologi klinis, dimana kita mendapatkan materi tentang macam-macam psycho-pathology, atau penyakit psikologis. Salah satu yang saya anggap paling keren adalah schizophrenia . Apa itu schizophrenia ? silahkan baca link-link dibawah:

 

Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia. 75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.[sumber]

 

 

Schizophrenia merupakan gangguan psikotik, yang terlihat dalam aspek: Kognitif, Afektif, Perilaku. Tidak terdapat gejala yang paling menonjol secara umum, seringkali bersifat khas pada setiap individu.
Positive symptom yang terlihat :
1. Disorganized speech (formal thought disorder)
2. Delusions, dalam bentuk: Somatic passivity, Thought insertion, Thought broadcast, Thought withdrawal, Made feelings, Made volitional acts, Made impulses.
3. Hallucinations (disorders of perception), dalam bentuk: Audible thoughts, Voices arguing, Voices commenting

 

Sumber: diktat kuliah Psikologi Abnormal (lumayan dapet A, padahal peminataku PIO)


Jika anda ingin mengetahui bahwa anda mengidap schizophrenia atau tidak, disini ada tes anda schizophrenia atau bukan, silahkan dibuka.

 

Seperti halnya keyword atau tema film yang diangkat oleh si pembuat atau si sutradara, tema-tema seperti kriminalitas, gangster, pengacara dan pengadilan, sci-fi, space travel, masa depan, apocalypse post apocalypse, zombie, vampir, werewolf, witch, love-teen, homosexual, lesbian, mature-ment, dll, bisa memberikan inspirasi yang unik kepada penulis atau sutradara untuk membuat sebuah film. Mungkin topik "schizophrenia" juga demikian, karena sangat erat kaitannya dengan kegilaan, psikotik, abnormalitas, halusinasi, dan delusi. Penulis atau sutradara bisa sangat fleksibel dan bebas dalam bercerita, karena penderita schizophrenia mengalami sensasi sesuatu yang tidak nyata.

Terdapat beberapa film yang bertemakan schizophrenia, atau ada bagian kecil dari film itu yang erat kaitannay dengan schizophrenia. Misalnya Amelie, saat dia kecil dia memiliki teman khayalan. Donnie Darko, juga memiliki teman khayalan, Hide and Seek, lebih ke arah multiple personality, begitu pula dengan Secret Window yang dibintangi oleh Depp. Satu film yang tidak pernah aku lupakan adalah Identity, dimana mengkosahkan sorang yang memiliki multiple personality, memiliki 10 personality atau 10 kepribadian, atau 10 nama. Dan masing-masing kepribadian itu saling berinterkasi layaknya manusia sosial biasa di kepala penderita itu.
[caption id="attachment_626" align="aligncenter" width="450" caption="poster film identity, kan seharusnya 10 kepribadian, kok cuman 5 ya jarinya???"][/caption]

Sekarang saya akan sedikit membahas beberapa film yang sangat kental dengan tema schizophrenia, tulisan ini hanya dibuat untuk kepuasan pribadi seorang sarjana Psikologi dengan IP yang pas-pasan, tetapi hobi banget nonton film, penulis merasa sama-sekali tidak memiliki wawasan yang cukup dan tepat dalam membahas film itu. Monggo dinikmati:


1. Shutter Island (2010), directed by Martin Scorsese
Dari nama sutradaranya saja sudah sangat terkenal. Dia yang membuat film yang dikenang sepanjang masa karena akting Robert deNiro di Taxi Driver, dia juga membuat film-film tak kalah terkenal dan dipuja-puja, seperti Gangs Of New York, Goodfellas, The Departed.
Tiga judul yang saya sebutkan terakhir memiliki satu benang merah yaitu memiliki kategori yang sama: gangster. Akhirnya tahun 2010 muncullah film yang dibuat Martin Scorsese dengan tema yang jauh berbeda dari film-film yang dia buat sebelumnya, judulnya Shutter Island.
Cerita singkat, film ini mengkisahkan tentang seorang marshal bernama Teddy Daniels yang sedang menyelidiki pasien yang kabur di sebuah fasilitas pemerintah RSJ Ashecliffe Hospital. Bersmaa rekannya dia menyelidiki apa yg terjadi di rumah sakit itu. Ternyata marshall itu adalah ...... alien. eh, bukan kok. Lihat sendiri filmnya, nanti nggak seru.
[caption id="attachment_622" align="aligncenter" width="480" caption="who is patient nomber 67? the answer is:HOMER SIMPSON"][/caption]
Jadi salah satu pasien Ashecliffe Hospital itu ada yang menderita schizophrenia akibat stressor karena dia pernah ikut dalam perang dam membantai para nazi, dan juga stressor lain dimana anak dan istrinya mati dibunuh oleh alien, eh bukan kok, lihat sendiri filmnya. Artinya schizophrenia ini disebabkan oleh stressor seperti guilty feeling, dan un-acceptance terhadap sebuah keadaan, dimana pasien akan menarik diri secara perilaku maupaun pikiran, lalu di dalam dirinya muncul simptom-simptom seperti thought insertion, audible thoughts, voices arguing, thought withdrawal, made feelings, . He he he, maaf maaf maaf saya sendiri bukan orang yang cukup ahli dan dipercaya dalam menerangkan istilah-istilah itu, jadi jika kebingungan bertanyalah kepada yang tepat. Setidaknya bisa anda mengerti dari sebuah contoh periaku penderita schizophrenia dan apa yang menyebabkan penderita itu menderita schizophrenia, cukup dijelasakan secara gamblang oleh Psikiater di film Martin Scorsese ini.

2. The Soloist (2009), directed by Joe Wright
Silahkan baca artikel ini, karena saya pernah mereview film ini sebelumnya. Persamaan Shutter Island dan The Soloist adalah sama-sama menceritakan tentang penderita schizophrenia dan perilakunya. Perbedaannya Teddy Daniels marshal di Shutter Island adalah tokoh fiksi, sedangkan Nathaniel di film The Soloist adalah seorang pemain cello yang benar ada keberadaanya.

The Solosit bercerita tentang seorang tunawisma di negara bagian Los Angeles dan wartawan/kolumnis LA Times yang populer dengan tulisannya di koran tersebut. Film ini dimulai dari perkenalan yang tidak sengaja antara wartawan (Lopez) yg tidak sengaja mendengar suara biola, dan ternyata biola yang hanya bersenar-dua itu dimainkan oleh seorang tuna wisma ras afrika-amerika (negro) yang bernama Nathaniel. Terkesima dengan permainannya dan statusnya sebagai tuna wisma, akhirnya si wartawan menulis cerita-kolom di LA Times dan membuat warga Los Angeles bersimpati. Persahabatan terus berlanjut, si wartawan memperoleh penghargaan dari si walikota karena ceritanya, dan si pemain biola tetap menjadi tuna wisma dan tinggal di tempat ‘penampungan-berkebutuhan-khusus" yang bernama LAMP.

Film yang menurutku ber-genre drama ini jika ada kumpulan tag yang sangat sesuai dengan film ini maka saya akan menuliskan : friendship, anger-management, music-classic, cello, journalist, newspaper, tuna-wisma, psychology, withdrawal, schizophrenia. Sepuluh hal yang ku tuliskan ini kesemuanya ada dalam film ini. Jadi jika pembaca menyukai film musik yang berbau persahabatan, anda layak menonton ini, jika pembaca menyukai film ttg psycho-pathology anda juga pasti berminat dengan film ini. apa yang bisa kita pelajari, minimal contoh symtomps dari schizophrenia, minimal, karena setelah menonton film ini, entah knowledge atau experience, saya takjub (i'm astonished).

2 paragraf terakhir saya copy-paste dari artikel saya sendiri, linknya aku taruh di awal......

Simptom schizophrenia yang sangat terlihat di perilaku Nathaniel adalah dia sering mendengar suara-suara yang tidak ada, menyuruhnya untuk bunuh diri, membunuh, melarikan diri, menghinanya, dan sebagainya. Kemudian melarikan diri dan hidup sebagai gelandangan, sebuah perilaku withdrawal atau menarik diri dari lingkungan sosial, dia hidup menyendiri dan berpindah-pindah tempat. Selain itu yang saya berikan standing applause akting dari pemenang Oscar Jamie Foxx adalah bagaimana dia ber-disorganized speech alias meracau atau ngomong tiodak jelas, dan ini yang menjadi daya tarik bagi Lopez sang wartawan untuk menuliskan cerita hidup pemain cello gila itu.


3. A Beautiful Mind (2001), directed by Ron Howard

Quotes of the movie :
"Perhaps it is good to have a beautiful mind, but an even greater gift is to discover a beautiful heart" (John Nash) [Sumber]

Baiklah, inilah jawaban dari pertanyaan diatas. Ron Howard, Russel Crowe, Jennifer Connelly, John Nash....A Beautiful Mind, meraih Best Picture di Academy Awards tahun 2002. Ron Howard kabarnya yang saya dengar adalah sutradara bertangan besi. Saya tidak tahu dari tukang besi mana Ron mendapat tangan besi itu (yang pasti buka dari penjual besi bekas dari Madura), yang saya tahu, film ini yang membuat saya terkesima menontonnya saat SMA dulu, dan saya tidak ingat berapa kali saya sudah menonton film ini. film ini diangkat dari novel yang berjudul sama, ditulis oleh Sylvia Nasar.

[caption id="attachment_624" align="aligncenter" width="300" caption="spidol permanen warna putih, senjata andalan John Nash dalam berfikir"][/caption]

Ada persamaan dan perbedaan antara film A Beautiful Mind dengan The Soloist. Persamaannya, John Nash dan Nathaniel adalah karakter yang memang ada di dunia, dan mungkin sekarang masih hidup. Perbedaanya, Nathaniel jenius dalam bidang musik, John Nash dalam bidang matematika. Persamaannya, sama-sama penderita schizophrenia. Perbedaannya, John Nash memiliki istri sedangkan Nathaniel benar-benar memiliki masalah attachment atau kedekatan dengan orang lain.
[caption id="attachment_628" align="aligncenter" width="497" caption="russel crow di filmnya Gladiator, eh, bukan, American Gangster, eh bukan, Proof Of Life, eh salah lagi, Robin Hood, eh bukan ding, State Of Play, aduh salah, LA confidential, asu !!!! bingung aku.... "][/caption]

A Beautiful Mind bercerita tentang seorang mahasiswa jenius kuliah di Princeton University. Dia sangat berbeda dengan mahasiswa yang lain, periakunya seperti geek, tidak pernah datang ke kelas untuk kuliah, karena "kelas" menurutnya akan menghambatnya berfikir kreatif. Tetapi dia menciptakan teori matematika yang dapat membuktikan teori sebelumnya manjadi teori yang usang. Dia mendapatkan apresiasi yang tinggi dari profesor di universitasnya, kemudian dia lulus dan bekerja menjadi dosen di MIT sambil mengerjakan beberapa proyek pemerintah.
Saat bekerja dia dihubungi oleh militer yang menyruhnya untuk memecahkan kode-kode rahasia yang berisi tentang lokasi bom di Amerika. Dan nash ternyata adalah pemecah kode terhebat yang pernah ditemui oleh militer. akhirnya secara personal dan rahasia, nash dihubungi langsung oleh seorang agen rahasia (dibintangi oleh Ed Harris), dan ditugaskan unutk memecahkan kode-kode rahasia, dimana kode itu akan menunjukkan tempat dimana bom yang ditanam di Amerika Serikat oleh musuh-musuh negara tersebut. Menegangkan bukan???

Nash menikah dengan muridnya bernama Alicia, mempunyai anak, tetapi tugasnya sebagai pemecah kode semakin membuatnya sibuk dan mengacuhkan keluarganya. Dimana letak schizophrenianya? saya menganjurkan anda segera ke Rantal VCD, dan meminjam film ini, dan lihat sendiri deh filmnya....Gejala schizophrenia yang sangat tampak adalah "imagery friends" atau teman khayalan. Nash memiliki beberapa teman khayalan, ada 3, dua orang dewasa, dan 1 anak kecil.

Film A Beutiful Mind mendapat tempat khusus di hall of fame koleksi film yang pernah saya tonton. Ceritanya cukup lambat, dramatis, dan penuh dengan nuansa self-conflict. Ini yang membuat film ini lebih seru. Film ini juga diwarnai unsur percintaan dan romantisme antara Alicia dan Nash, tidak kalah dengan film-film yang diangkat dari novel karya Nicholas Sparks. Banyak inspirasi dan pencerahan yang dapat saya ambil dari film ini. Nash adalah seorang jenius yang memutuskan untuk menghentikan pengobatannya untuk mengobati penyakit schizophren-nya itu. Karena dengan menjalai pengobatan, dia tidak bisa berfikir seperti biasanya, beraktivitas seperti biasanya, dan membuat Nash semakin stress. Akhirnya Nash memutuskan untuk mengenhtikan pengobatan terhadap dirinya dan mencoba hidup dengan parasit schizophrenia di pikirannya. Karena bentuk dukungan sosial yang tulus dari istrinya, akhirnya Nash berhasil menjalankan kehidupan "normal versinya" dengan bahagia. Ada adegan yang sangat menarik ketika Nash di sebuah runag makan para cendikiawan, dimana orang-orang dalam ruang makan itu, satu persatu memberikan bolpoin kepada Nash sebagai bentuk apresiasi setinggi-tingginya kepada Nash yang sudah melampaui sebuah prestasi yang sangat brilian dalam hidupnya bagi orang-orang disekitarnya. Fakta lain dari John Nash si penderita schizophrenia ini, dia meraih hadiah Nobel bidang Ekonomi karena teori yang pernah dicetuskannya dahulu,


Alicia: How big is the universe?
Nash: Infinite.
Alicia: How do you know?
Nash: I know because all the data indicates it's infinite.
Alicia: But it hasn't been proven yet.
Nash: No.
Alicia: You haven't seen it.
Nash: No.
Alicia: How do you know for sure?
Nash: I don't, I just believe it.
Alicia: It's the same with love I guess.

[caption id="attachment_629" align="aligncenter" width="497" caption="otak penderita schizophren"][/caption]
Berbicara tentang schizophrenia, atau orang awam mengatakan wong gendeng, mereka sering kali diperlakukan layaknya binatang, dipasung karena tidak mampu membayar biaya RSJ agar tidak memalukan nama keluarga. Apa sih definisi dari normal? apa sih yang membuat manusia dinamakan manusia? Semua orang berbeda dengan keunikannya masing-masing, bukan dalam hal kelemahan atau kelebihan. Contohnya saja penderita retardasi mental yang bernama Sam (film I Am Sam) saya bisa membuat racikan kopi starbucks. Sepertinya saya sendiri merasakan saya bagian dari lingkungan sosial yang menganggap seperti itu. Menjauhi orang-orang yang kita anggap abnormal, padahal mereka hanya "berbeda".
Film ini sedikit mengajarkan kepada saya bagaimana kita memperlakukan penderita schizophrenia, seperti bagaimana kita memperlakukan penderita kusta dan AIDS jika memang ada orang yang seperti itu di sekitar kita. Ada sebuah penelitian yang saya dengan membuktikan bahwa dukungan sosial akan sangat membantu penderita schizophrenia, kanker, kusta, atau AIDS dalam menjalankan kehidupan yang lebih berkualitas, atau memperpanjang usia hidup.

Ok sekian review saya tentang schizophrenia, teman di samping saya yang berkostum superman menyuruh saya agar segera membakar mobil di depan rumah yang tidak pernah ijin parkir di depan rumah saya. :-D

watch and learn and have an awesome day

 


Tag: schizophrenia

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

benisuryadi 0 0
Paparan yang sangat detail mas ima an
Saya suka bacanya.

Satu pertanyaan.
Saya sudah menonton Shutter Island, The Soloist dan Beautiful Mind. Nah, yang film ketiga itu, Beautiful Mind, Saya lupa tentang karaktenyar Schizophrenia juga ya? Adegan yang mana ya? Mungkin bisa mengingatkan sedikit?
(maaf, bukan bermaksud nanya spoiler sih)

agak malas ke Ultr* nge rental film nya lagi. : D
ima an 0 0
benisuryadi: nash mulai kuliah sudah schizophren. teman sekamarnya ternyata memang tidak nyata. termasuk juga keponakan si anak kecil cewek itu. si nash sadar saat si anak kecil berlari2 diantara merpati, ternyata merpatinya tidak terbang. kemudian saat di lengannya ditanam implan, saat di RSJ dia mencoba menyakiti dirinya untuk mencari implan yang memang tidak ada. ron howard menggambarkan batas tipis antara kegilaan-kejeniusan.
ima an 0 0
benisuryadi: satu hal lagi, saat nash melihat gelas dan dasi, imajinasinya mulai bekerja tidak normal. jadi sebenarnya film ini sudah sejak awal kegilaan atau gejala schizophren si nash, tetapi klue nya kan di bagian agak akhir film, bahwa ternyata nash sulit membedakan kenyataan. saat dia mencoba menghentikan pengobatannya, saat mengajar di princeton dia juga suka meracau sambil memegang payung dan rokok
sabai 0 0
"Misalnya Amelie, saat dia kecil dia memiliki teman khayalan."
nggg.. punya teman khayalan bukan berarti pasti skizofrenia lho..
sabai 0 0
"...mereka sering kali diperlakukan layaknya binatang, dipasung karena tidak mampu membayar biaya RSJ agar tidak memalukan nama keluarga. "

Nah, kalo ini ada film dokumenternya, lokasinya di dekat jakarta.
ima an 0 0
sabai: ya, aku agak luppa, sudah lama kuliah ini, mislanya ada 12 macam simtom, minimal jika sudah ada 8 simtom dari 12 simtom itu terlihat, maka dia dikatakan schizophren. Schizophren atau psikopatologis lainnya, simtom yang paling terlihat adalah bagaimana di individu penderita withdrawl atau menarik diri dari lingkungan sosial dan mal-adaptif atau sulit beradaptasi, maka dia bisa dibilang "sakit", dan butuh pertolongan. di film ini juga kan, saat nash memiliki teman khayalan di kuliah, di abaik-baik saja, tetapi hingga dia mengerjakan tugas rahasia dan mengacuhkan keluarganysa, dan merasa hidup dengan penuh ketakutan, itu yang disebut mal-adaptif

eh ada ya??? judulnya?

thanks..
benisuryadi 0 0
ima an: mungkin sealiran dengan komentarnya sabai itulah pertanyaan yang muncul di otak Saya.

baru tau kalau Nash juga Schizo, karen Saya berpikirnya dia mengalami semacam autis gitu.

Terimakasih telah mencerhakan. : )
benisuryadi 0 0
sabai: benar, terlalu banyak kejadian tersebut. sungguh miris.

tapi terlepas dari rasa miris tersebut, Saya rasa ini adalah sebuah ide yang sangat baik dan menarik untuk digarap menjadi sebuah film (entah dokumenter atau film fiksi) oleh para sutradara Indonesia, dari pada kisah yang belakangan makin marak tayang di bioskop.
dkurniawan 0 0
Identitiy adalah film tentang Schizo terbaik yang saya tonton...Shutter Island pun tak dapat "melawannya"...satu orang menciptakan 12 karakter dan semua bermuara pada dirinya..ada film pendek tentang penciptaan karakter penderita Schizo judulnya Inside (http://www.inside…/#/video-00)
ima an 0 0
dkurniawan: eh sorry 12 ya, bukan 10, seingatku 10.... tapi adegan2 yang berbau psikologis kurang di film itu, tidak seperti shutter island, dan a beautiful mind...
nice comment, btw inside itu buatan siapa ya?
bakul rujak 0 0
pasti, john nash lewat beautiful mind yang paling nonjok.
inspiratif abis, bikin semangat berangkat sekolah. hehehe
ima an 0 0
bakul rujak: betul, ayo semangat sekolah, semoga dapet rengking satu ya mas .... : )
keroncong veteran 0 0
a beautiful mind,,, hhhmmm,,, saya kagum dengan kemampuan si nash untuk bisa berdamai dengan dirinya sendiri : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat