Avatar The Last Airbender 11
Kamis, 5 Agu '10 09:55
Seperti film adaptasi lainnya, The Last Airbender memang tersandera dalam posisi sulit. Sutradara M. Night Shyamalan (Sixth Sense, Signs) harus menjejalkan serial setengah jam sebanyak 20 episode menjadi film 100 menit, dan mau tidak mau ritme cerita harus digelontorkan dengan kecepatan luar biasa. Hasilnya adalah sebuah film kering yang tergesa-gesa.
Di sini, yang dimaksud dengan The Last Airbender adalah Aang, seorang avatar yang diturunkan ke bumi untuk memelihara keteraturan empat bangsa: Kerajaan Bumi, Negara Api, Suku Air, dan Pengembara Angin. Mengetahui bahwa sang avatar adalah seorang pengendali angin, Raja Negara Api, mulai membinasakan semua pengembara angin. Petualangan ini bermula ketika Katara, seorang pengendali air, menyelamatkan Aang yang terjebak dalam bongkahan es.
Pada awal produksi, Shyamalan sempat dikecam lantaran memilih aktor bule Noah Ringer untuk memerankan Aang. Sineas ini dituduh memihak ke ras kaukasia untuk memerankan tokoh-tokoh yang terinspirasi oleh budaya Asia.
Shyamalan mungkin punya penilaian sendiri soal pemilihan Noah, tapi nampaknya penilaian bukan soal kemampuan akting, karena akting Noah sangat tidak mengesankan. Ekpresi dan dialognya yang hambar mendekati kualitas akting artis sinetron kita.
Angin, air dan api yang sebetulnya bisa menjadi bintang di film ini, hanya muncul tanpa kecantikan ataupun kegagahan. Yang tersisa adalah parade efek khusus yang realistis tapi tidak memanjakan imajinasi.
Saya menyerah. Saya tidak tahu bagaimana sutradara terhebat dekade lalu, yang terkenal mahir mengaduk-aduk emosi penontonnya, berakhir dengan film seperti ini.
Tag: avatar, The Last Airbender, Shyamalan, m night shyamalan, aang
Terkait:
-
Avatar Aang dan Benturan Peradaban
Sabtu, 9 Okt '10 03:01 -
The Last Airbender: Race-bending
Minggu, 1 Agu '10 03:31 -
[Review] Devil
Sabtu, 25 Sep '10 07:44
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Informatif
-
AndriaGutama: Informatif

Komentar:
lebih kancut dari semua film2 mesum lokal kita yg emang dibikin tanpa modal berlimpah.
Manoj Shyamalan sebaiknya bertemu Manoj Punjabi saja buat project2 berikutnya, daripada bikin malu hollywood
sebenarnya saya menunggu2 syahmalan akan berperan menjadi siapa di filmnya yg terkahir, karena syahmalan selalu berperan menjadi pemain figuran di setiap filmnya.....
pada bilang gitu, mending dia bikin sinetron aja
Mulai dari lady in the water, the happening, si Shyamalan mulai mengecewakan. The village juga sbnrnya gak terlalu OK. Too bad...
Silahkan login untuk memberikan pendapat