Z for Zombie 7
Selasa, 3 Agu '10 19:16
Simber: http://imankurniadi.wordpress.com/2010/08/03/z-for-zombie/
Don't worry the zombies are looking for brains, you're safe..
saya pribadi, saya lebih menyukai film-film yang bertemakan sci-fi, gangster, war, thriller, tetapi tidak begitu berminat dengan yang bertemakan zombie. sebelum bicara (lagi-lagi) tentang film dan sebelum saya bicara beyond dari film yang aku tonton, mari kita buka situs kesukaan kita wikipedia.com:
A zombie is a creature that appears in books, films and popular culture. It is typically a reanimated corpse, or a human being who is being controlled by someone else by use of magic. Stories of zombies originated in the West African spiritual belief system of voodoo, which told of the people being controlled as laborers by a powerful wizard. Zombies became a popular device in modern horror fiction, largely because of the success of George A. Romero's 1968 film Night of the Living Dead. [sumber]
So, zombies became a popular device in modern horror fiction, largely because of the success of George A. Romero's 1968 film Night of the Living Dead, so, have you ever seen that movie? i'm not...
Lucu sekali zombie as a popular device in modern horror fiction, film horor butuh sesuatu yang lebih nyata dari sekedar hantu, setan, atau yang lebih seram daripada pembunuh sadis, psikopat, atau yang lebih buas daripada monster.
Berbeda dengan sumber diatas, kebanyakan film zombie kini bukan tentang mayat hidup yang dikendalikan oleh sihir, tetapi zombie adalah sebuah makhluk yang tidak berotak, bergerak dengan cara yang anek, meng-geram "ooaaaoooaaoooaarrrhhh", dan suka menggigit dan memangsa manusia yang masih terlihat normal. Ok, saya akan membahas beberapa film tentang zombie "ooaaaoooaaoooaarrrhhh", saya tidak akan membahas tentang Bernad the Bear "ougghh...ougghh...aaarrrrrr..." kali ini. Film terakhir yang akan aku bahasa adalah alasan utama saya menulis tulisan ini, selamat membaca:
1. Mary Shelley's Frankenstein
Frankenstein by Mary Shelley, while not a zombie novel proper, prefigures many 20th century ideas about zombies in that the resurrection of the dead is portrayed as a scientific process rather than a mystical one, and that the resurrected dead are degraded and more violent than their living selves. Frankenstein, published in 1818, has its roots in European folklore, whose tales of vengeful dead also informed the evolution of the modern conception of vampires as well as zombies.

Banyak seri yang menceritakan Frankenstein, tetapi versi Mary Shelley adalah yang paling bagus, original, mengagumkan, stunning !!, terutama film layar lebarnya yang dibintangi oleh aktor luar biasa Robert DeNiro. saya sendiri belum pernah membaca novelnya, dan belum bisa menentukan seberapa miripkah novel dg film, dan apakah ada hal-hal lain yang dibubah atau ditambahkan. Menonton Frankenstein versi Robert DeNiro memberikan kesan yang sanagt mendalam, hingga pendapat saya film ini sama sekali tidak bisa digenrekan sebagai film horor.
Film ini menceritakan ttg penjelajah yang lupa aku namanya siapa, suatu hari di kutub utara atau kutub selatan lupa juga aku, bertemu dengan seriang dokter yang bernama Frankenstein. Ternyata Dr. Frankeinstein sedang sekarat dan sebelum dia mati, dia mengkisahkan tentang perjalanan hidupnya dan apa yang telah dia lakukan selama dia hidup. Kira-kira Dr. Frankenstein begini ceritanya :
"Jadi dulu saya adalah ilmuwan yang sangat berambisi. Di sebuah kota saya bertemu dengan ilmuwan gila yang katanya bisa membuat sebuah "makhluk". Karena ilmuwan gila itu menyerah, saya melanjutkan penelitiannya. Sangat berusaha keras saya melanjutkan penelitiannya, saya gunakan katak, saya cari kelemahan dan kesalahan dari ilmuwan sebelum saya. Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan tubuh yang sangat kuat, aku sambung kaki, aku pasang jantung terbaik dan organ-organ terbaik, termasuk aku pasang otak si ilmuwan gila itu ke makhluk ciptaanku. Lalu dengan kimia dan tekhnik tertentu makhluk yang saya siap hidupkan itu saya aliri listrik dengan banyak sekali belut-belut listrik. Dan ... "i am alive. !!!!! ...." (bersambung....)
Makhluk yang hidup itu ditinggalkan oleh Dr. Frankenstein tanpa memberikan nama. Dr. Frankenstein membuang makhluk itu dan dia kembali ke rumah megahnya dan menemui istri yang dicintainya. akhinya makhluk tanpa nama itu mengembara dan diusir banyak orang karena wajahnya sangat buruk rupa. Saya berikan two thumbs up kepada si tata rias wajah yang dapat mengubah wajah Robert DeNiro yang tidak terlalu ganteng menjadi buruk rupa.
Akhirnya si makhluk mencoba menghindari manusia sementara Dr. Frankenstein bahagia bersama istrinya di sebuah rumah mewah. Makhluk itu mulai belaajr, dia mulai bercermin, dan mulai membaca diary Frankenstein yang ditinggalkan. dia bersembunyi di sebuah kandang babi, hingga ada orang tua-renta-buta yang menemukannya. Orang tua renta buat itu bersikap sangat baik kepada si makhluk, dan si makhluk mulai belajar seperti apa tingkah laku manusia. (soory agak lupa, maaf kalau salah)
Tetapi aku juga lupa filmnya seperti apa, pokoknya si makhluk itu marah, karena dia memiliki tanda tanya besar, untuk apa dia ciptakan? diciptakan buruk rupa, kesepian, dan dibenci oleh manusia yang lain. Akhirnya makhluk itu mencari Frankenstein dan..... (silahkan lihat sendiri filmnya), tragis !!!
Beberapa fakta yang perlau aku ketahui ternyata:
1. Makhluk itu tidak memiliki nama, jadi Frankenstein itu bukan nama makhluk buatan tetapi nama Ilmuwan yang menciptakan makhluk itu.
2. Makhluk itu hidup bukan kerna petir, tetapi karena belut listrik. Jadi hari-hari kalo diselokan kamu ketemu belut, nanti kesetrum, zzztttzttztzzzttttztttzzztt...ngapain juga di selokan
3. Makhluk itu tidak memiliki sekrup dia atas telinganya.
Yang aku beri jempol dari film ini adalah, mengenai pertanyaan besar tentang "eksistensi" dari dirinya. Manusia hidup untuk dapat being, untuk dapat dikenal manusia lain. Walaupun jauh dari pengertian zombie, makhluk ciptaan Frankenstein patut dibanggakan dan menjadi suri tauladan bagi zombi-zombie lainnya. setuju?
2. Zombieland, rule number....
Film yang pertama kali ditayangkan tahun 2009 ini dibuat oleh sutradara rookie Ruben Fleischer. Ini bukan film horor, tetapi film komedi. Tetapi film komedi yang paling lucu yang pernah saya tonton adalah film ketiga yang akan sedang saya bahas.
3. Resident Evil, Mila oh Mila...
Masa muda saya jauh dari radiasi yang bernama video game, Playstation, Nitendo, dan sebangsanya, jadi saya sendiri beum tahu dan mengerti game yang berjudul Resident Evil, tapi syaa melihat posternya dimana-mana. Karena saya akan membahas tentang film, siapa yang tidak suka Mila Jovovich selaian pacarnya? saya suka dia, saya sangat ingat dia main di The 5th Element, teringat Mila di film ini, dibandingkan di Resident Evil, dada mila masih rata, hihihihihi.
Sorry, karena saya sedang membicarakan tentang zombie, maka saya akan bicara tentang zombie bukan Mila. Nah, jika ada zombie seperti gambar diatas, saya rela otak saya dimakan, hue he he he he
4. Shaun Of The Dead, A romantic comedy. With zombies.
Film yang dibuat oleh sutradara Edgar Wright pada tahun 2004, mungkin film komedi yang menggunakan zombie sebagai hal untuk "menyegarkan". ya memang begitu, tag line filmnya saja : A romantic comedy. With zombies.. jadi film ini sebenarnya tentang seorang pria bernama Shaun yang diputus oleh pacarnya dan berusaha mendaatkan kembali pacarnya itu, dengan cara yang konyol, karena dalam keadaan yg sama, ternyata banyak virus yang menjangkiti manusia dan mengubah mereka menjadi zombie. Manusia lain akan segera terjangkit jika zombie lain menggigit manusia normal, memang kebanyakan seperti ini kan film zombie. 
dalam film ini zombie tetap digambarkan sebagai sosok yang ganas, haus darah, dengan mulut dan mata yang penuh darah, agrasif, dan tidak berotak. teapi cerita intinya bukan tentang zombie, tetapi bagaimana cara bertahan hidup di tengah2 kota yang sudah penuh dengan zombie. Banyak adegan konyol dan percakapan konyol mewarnai film ini dan lebih tepat film ini adlaah film komedi, with zombies of course.
Ed: What's the plan then?
Shaun: Right.
[cuts to dream sequence]
Shaun: We take Pete's car, we drive over to Mum's, we go in, take care of Philip - "I'm so sorry, Philip" - then we grab Mum, we go over to Liz's place, hole up, have a cup of tea and wait for this whole thing to blow over.
Ed: Why have we got to go to Liz's?
Shaun: Because we do.
Ed: But she dumped you!
Shaun: I have to know if she's all right!
Ed: Why?
Shaun: Because I love her!
Ed: All right... gayyy... I'm not staying there, though.
Shaun: Why not?
Ed: If we hole up, I wanna be somewhere familiar, I wanna know where the exits are, and I wanna be allowed to smoke.
Shaun: Okay.
[cuts to dream sequence again]
Shaun: We take Pete's car, go round Mum's, go in, deal with Philip - "Sorry, Philip!" - grab Mum, go to Liz's, pick her up, bring her back here, have a cup of tea and wait for this whole thing to blow over.
Ed: Perfect!
Shaun: No, no, no, no, no, wait, we can't bring her back here.
Ed: Why not?
Shaun: Well, it's not really safe, is it?
Ed: Yeah, look at the state of it.
Shaun: Where's safe? Where's familiar?
Ed: Where can I smoke?
[Shaun and Ed pause then slowly make a realisation]
Shaun: [cuts to dream sequence a third time] Take car. Go to Mum's. Kill Phil - "Sorry." - grab Liz, go to the Winchester, have a nice cold pint, and wait for all of this to blow over. How's that for a slice of fried gold?
Ed: Yeah, boyyyeee!
[Shaun and Ed clang their weapons together] [sumber]
4. 28 Days Later, a masterpiece by Danny Boyle
Siapa yang belum kenal Danny Boyle? dia adalah salah satu sutradara favoritku, karena semua filmnya yang pernah aku tonton tidak ada yang tidak berkesan, terutama film yang saya akan bahas kali ini, 28 Days Later. Danny Boyle memperoleh piala Oscar sebagai Best Director di film yang dia buat yang berjudul Slumdog Millionaire. Karya-karya agung yang lainnya adalah Sunshine, Millions, Trainspotting, The Beach (ke 4 film ini sudah saya tonton semua, dan benar-benar megah, terutama Trainspotting, hehehehehehehe).
\
Seperti yang kakakku katakan steelah menonton film ini, dan menurutku dia ada benarnya, "seganas-ganasnya makhluk bernama zombie yang tidak berotak, manusia lebih kejam, kepada zombie maupun kepada sesamanya". mengutip juga perkataan temanku Erwin yang menyukai film zombie, "padahal jombi loh lelet dan bodoh cm luntang luntung nang dalan. ngono malah ditembaki,diantemi,malah kadang dibom.
sakno,ga eroh opo2 tapi dianiaya...", bener juga..just kidding...
Bagaimana jika itu benar, bahwa memang manusia dengan anugrah hati, jiwa, dan pikiran yang lebih beradap daripada semua makhluk hidup di dunia, dapat menjadi sangat kejam. Setidaknya film ini membuatku seperti ini. Zombie bisa berjalan, berlari, menggigit, seperti Bernard. Manusia bisa memanipulasi, berbohong, mengadu domba, mengingkari janji, "menikam dari belakang"..... Lalu, apakah yang membuat manusia itu menjadi manusia?? Di film The Island by Michael Bay, manusia (kloning) mencari eksistensi diri, dengan cara rasa ingin tahu. Di film Danny The Dog, manusia bisa belajar menggunakan "classical conditioning", teori yang dikemukakan oleh Ivan Pavlov. Di film Spielberg yang lain, Artificial Intelligence juga mempermasalahkan hal yang sama, mirip juga dengan film Bicentinal Man. Teringat kulianya Pak Shusairi, selama setengah semester mendefisikan "aku". "Siapakah aku?" "apa itu aku?", sangat filsafat, bukan kesukaanku, jadi selama kuliah saya hanya duduk paling belakang dan mencoba berpura-pura memperhatikan kuliahnya. Manusia pun tidak jauh beda dengan zombie. Bekerja tanpa adanya "roso", seperti petugas karcis parkir yang setiap kali kulihat di mal-mal. Menulskan nomer plat, melihat STNK, menerima pembayaran, memberikan kembalian, danseterusnya setiap waktu. Mas Endro, seseorang yang telah melihat banyak hal di Indonesia maupaun di dunia, mengatakan "traveling is basic human needs - Adam and Eve even traveled. Knowledge is echanged through traveling". Teringat film Into The Wild, dimana definisi operasional dari frase "aktualisasi diri" berbeda antara satu individu dengan individu yang lain.
So, kembali soal 28 Days Later, filmnya berjalan sangat mulus, C. Murphy bermain dengan lumayan, anehnya saat di akhir film ini, seolah-solah dia menjadi terlatih. Yang perlau aku acungkan jempol adalah jingle dari keseluruhan film ini, jika kalian mendengarkan, "ini bukan film horor".......
So saya putuskan film tentang zombie terbaik yang pernah saya tonton adalah 28 Days Later
Have an awesome day
Watchandlearn !!
Tag: zombie
Terkait:
-
Dawn of the Dead (2004)
Minggu, 6 Mar '11 21:19 -
Review: Evil Dead (1981)
Kamis, 24 Feb '11 19:50 -
The Loved Ones
Sabtu, 12 Feb '11 00:02
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
raditherapy: Box Office
-
kniwe: Good Take
-
AndriaGutama: Box Office
-
kucingsapi™: Good Take
-
santador: Good Take
-
bnugroho: Good Take
-
JuliaJessicaJennifer: Box Office
Komentar:
santador: kalau aku malah gak pernah nonton zombie yang komedi.
Niee: resident evil ada yang ke 4 ntar, mungkin alice vs umbrella
ada yang udah lihat daybreakers? bagus nggak? di surabaya filmnya belum diputar di bioskop...
Gw jg suka Shaun of the dead. bener2 film zombie yg unik...
Zombieland juga gak kalah okenya...
ada 1 lagi film ttg zombie yg agak "ajaib". judulnya FIDO. film tentang zombie yg di perlakukan spt budak, jd bs di suruh2...
Unik, seru, dan yg pasti seger krn ada carrie ann moss
Kalau daybreakers aku udah nonton. Lumayan bagus kok ceritanya. Tapi dia ceritanya tentang vampir bukan zombie. jadi ceritanya ada masanya dunia di kuasai vampir dan manusia hampir punah. saat itulah para vampir kalap dan memang mirip2 zombie tingkahnya.
Silahkan login untuk memberikan pendapat