Chistopher Nolan's Movie Reunion: INCEPTION (2010) 6

Selasa, 3 Agu '10 18:00

SPOILER......

I'll tell you 5 good reasons why, you should watch this movie and another movies that related

The Director
Ok, Christoper Nolan, mendengar nama ini saya teringat diskusi yang sangat menarik dengan temanku Nobo tentang orang ini. Sebelum membahas lebih jauh tentang si Nolan, saya akan sedikit membahas tentang film-film sebelumnya, The Prestige, Batman Begins, dan Dark Knight. Menurut informasi yang saya peroleh, ternyata film yang bertajuk Insomnia (yang bercerita ttg detektif-Al Pacino yang dikirm ke Alaska, dimana 24 jam di Alaska adalah siang hari, jadi film ini diberi judul Insomnia) ternyata juga disutradarai oleh Nolan. Tetapi yang patut ku-acungi jempol adalah The Prestige. Nolan memakai Michael Caine di film ini begitu juga di 3 film setelahnya yang dia sutradarai, yaitu Batman Begins, Dark Knight, dan tentu daja Inception.

The Prestige bercerita tentang sulap, tetapi bukan tentang sulap yang dia tonjolkan, tetapi konflik antara dua pesulap besar yang saling bersaing memperlihatkan trik-trik sulap mereka. Alur cerita yang sangat menarik dan klimaks yang tidak terduga. Film kedua, Batman Begins. Saya akan berkata jujur, saya kecewa dengan film ini, saya bingung harus suka atau tidak suka, padahal Batman adalah karakter superhero yang paling saya sukai. Saya akhirnya bisa menerima, ya film ini memang (hanya) ok. Film ketiga Dark Knight, (tidak hanya) ok.... pertama nonton dg Nobo di bioskop dan akhirnya kita berdiskusi yang sangat menarik (paragraf selanjutnya akan saya bahas), kemudian saya rela membeli VCD Originalnya kemudian menontonnya 2 x, lalu VCD original itu dihilangkan oleh kakakku, dan akhirnya aaku membelinya lagi dan menontonnya kembali 2 x. Film ini benar-benar luar biasa, bukan tantang batmannya, tetapi bagaimana Nolan melahirkan karakter penjahat Joker dan TwoFace ala dia sendiri. jenius !!

Ok jadi kira-kira seperti ini diskusinya (aku kutip berdasarkan pemikiran Nobo dan sedikit pemikiranku yg nyleneh) :
I really do apologize if my words is impolite and make others offended, pardon me....
Bagaimana jika Nolan sama dengan aku, sama-sama penggemar Batman. Saat dia muda dulu dia meengoleksi semua buku komiknya, action figurenya, dll. Kemudian muncullah film Batman di layar lebar, yaitu: Batman, batman Returns, Batman Forever, Batman and Robin. Kemudian dia menyumpah-serapah dan berkata "jancuk, elek temen pek filme, mosok penjahate nggawe kostum halloween, penjahate gak logis blas". Intinya, Nolan mungkin kecewa saat film ke 4 seri film Batman itu ditayangkan, tidak sesuai dg image Batman di dalam imajinasinya. Saya pribadi sangat benci Batman and Robin.
Nah, karena kekecewaan Nolan terhadap film Batman itu, maka dia berambisi "aku harus membuat film Batman sing luwih apik, penjahat sing luwih sangar (dan logis)". Lalu dia membuat film Batman Begins, ddimana film ini dimaksudkan untuk membangun image Batman yang "sedikit berbeda" dengan Batman sebelumnya, karena itu Nolan menamai filmnya ini dg judul Batman Begins. Perbedaannya mulai terlihat ketika Nolan menggambarkan karakter penjahat ScareCrow, dimana di film ini ScareCrow atau Dr. Jonathan Crane adalah seorang Psikiater yang bisa memainkan pikiran orang lain dnegan obat bius yang dia berikan. Logis kan. Jadi ScareCrow ddigambarkan dengan sosok yang intelek, berdasi, dan topeng karung goni digunakan dalam terapinya sebagai Psikiater, jenius !

Ok, siapa yang tidak tahu kata-kata termasyur dari (almarhum) Heath Ledger yang memerankan Joker: "why so serious...." . Wow effect dari film kedua ttg Batman oleh Nolan, The Dark Knight adalah beberapa menit awal dari film ini yg mengkisahkan aksi dari penjahat bernama Joker, tahu kan yang mana? Nolan yang juga sebagai sutradara dan penulis film ini benar-benar menggambarkan Joker dengan sangat JAHAT !!! sangat berbeda dengan film layar lebar Batman terdahulu. Nolan juga sangat sukses menggambarkan TwoFace. Saya masih ingat TwoFace pada film Batman Forever yang diperankan oleh Tommy Lee Jones, sangat jelek sekali karakternya, saya menyadarinya saat karakter TwoFace muncul kembali di film Dark Knight, benar-benar sosok yang sangat terlihat keren saat dia menggunakan koinnya untuk pengambilan keputusan.
Jadi Nolan berhasil menghidupkan karakter Batman yang sangat berbeda, terutama yang saya apresiasi penuh adalah karakter ScareCrow, Joker, dan TwoFace yang benar-benar penjahat keren, yang bisa dijadikan panutan dan sumber inspirasi bagi para penjahat di dunia. film seperti The Prestige dg alur yang "tidak beraturan" menjadi ciri khas Nolan. Nolan juga memakan beberapa bintang tetap seperti Michael Caine, Christian Bale, dan Cillian Murphy di beberpaa filmnya, mulai dari The Prestige, hingga Inception. Nah, aku jadi memiliki beberpaa PR, yaitu menonton 2 film Nolan yang lain, yaitu: Memento dan Following.

Nah, karena artikel ini ttg film terakhir Nolan yang berjudul Inception, kira-kira nih, film apakah yang menjadi inspirasi Nolan untuk membuat film ini. Setelah saya melihat film ini di Bioskop kedua kalinya, terdapat dua judul film yang terlintas di pikiran saya. Silahkan tebak:
Film pertama cluenya: "post apocalypse", manusia sebagai baterai robot, dunia yang sehari-hari kita lihat bukan kenyataan, tetapi image yang sudah diatur dengan kode-kode komputer, adegan mengelak peluru. Betul !!! judulnya The Matrix (trilogy).
Film kedua clue-nya: Jim Carrey bermain drama ini film ini bersama Kate Winslet, tentang penghapusan ingatan, cinta, unconsiousness. Susah kan? judulnya : Enternal Sunshine Of The Spotless Mind.
Sama-sama tentang konflik dunia nyata-mimpi-imajinasi. Saya benar-benar merekomendasikan kedua film itu, film yang berbeda dg film-film kebanyakan. Sama-sama ttg ketidaksadaran atau unconsiousness. Bisa jadi Christopher Nolan Sensei terispirasi dari kedua film ini dan dia ingin membuat film yang bertemakan sama, tetapi dengan "gayanya" sendiri.

The Cast
Inception dibintangi oleh beberapa bintang termasyur, salah satunya Leonardo diCaprio. Siapa yang tidak kenal aktor ini. Saya sangat menyukai karakter yang ditunjukkan di film-filmnya : Romeo + Juliet, Catch me If U Can, The Aviator, Blood Diamond, The Departed, Body Of Lies. dari keseluruhan film yang dibintangi oleh Leonardo saya paling suka saat dia memerankan sebagai Raja di The Man in the Iron Mask dan Gangs of New York. Banyak aktor degan ciri khasnya masing-masing, saya tidak tahu ciri khas lain dari Leonardo selain senyumnya yang menyeringai dan tatapan matanya ketika dahinya menyeringit. Nah bangimana pendapat saya ttg Leonardo di Inception, biasa saja, tidak ada yang menarik perhatianku.

Ken watanabe merupakan salah satu aktor jepang yang saya sukai setelah melihat aktingnya di The Last Samurai. dia berperan sebagai soerang Samurai, mulai dari gaya bicaranya, kata-katanya, periaku kesehariannya, dan cara kepemimpinanya benar-benar membaut Ken Watanabe sangat cocok memerankan Katsumoto pemimpin klan Samuarai di film itu. Bagus sekali, bahkan lebih bagus dari pemeran utama Tom Cruise. Pendapat yang sama saya lontarkan dengan lawan mainnya Leonardo di Inception, Watanabe better than Leonardo....

Joseph Gordon-Levitt ternyata adalah aktor yang memerankan karakter Tom Hansen yang menjadi tokoh utama film (500) Days Of Summer, lihat disini untuk review filmnya. Nah, begini, jika kalian melihat Inception dan (500) Days Of Summer, maka kalian melihat Joseph Gordon yang benar-benar berbeda antara Arthur dan Tom Hansen. Brillian !!!

Saya sangat menyukai Ellen Paige memerankan gadis SMP yang hamil dan berusaha mencarikan orang tua yang baik bagi bayinya. Namanya Juno. Di film Inception, Ellen Paige berperan sebagai the architect sorang gadis kuliahan yang memiliki imajinasi yang luar biasa, i love this type, adakah di dunia nyata?? hehehehehe

Satu orang lagi yang sangat menarik perhatian saya adalah, Cillian Murphy. Di inception dia hanya sebagai figuran dimana menjadi objek dari inception of the idea. Tetapi coba lihat filmnya di Sunshine dan Red Eye. Di film pertama dia menjadi seorang ahli fisika jenius yang lack of love, di film kedua dia jadi penjahat kejam. Sunshine disutradari oleh Danny Boyle (peraih piala Oscar sutradara terbaik di Academy Awards lewat filmnya Slumdog Millionaire) dan Donny Boyle juga menggunakan Cillian Murphy di filmnya yang berjudul 28 Days Later, di film inilah yang menurut saya Cillian berakting dengan sangat epik, unforgatable....

Michael Caine seorang aktor senior, dia sudah bermain di puluhan bahkan ratusan film, syaa sangat suka saat dia berperan menjadi Alfred di Batman Begins dan Dark Knight, dan satu film lagi yang menurut saya film yang sangat bagus tentang bagaimana kita "memberikan apresiasi penuh pada kematian" berjudul Around The Bend. Saya punay VCD originalnya, beli harga obralan....

The Plot, The Story Line, and The WOW EFFECT
1. Original story
Selama saya menonton banyak film, saya tidak ingat film yang sejenis Inception. Mungkin film ini adalah yang pertama di genrenya, mungkin bisa disebut "unreality action/suspense", atau "unconsciousness conflict" atau apa lah namnya, saya sendiri merasa tidak begitu paham karena ilmu psikologi saya yang masih dangkal dan mungkin sebagaian besar dari tulisan ini dianggap omong kosong pun saya tidak keberatan. Tapi menonton Inception dua kali di bioskop terdekat di kota saya, no regret...

2. Alur cerita
Tidak ada yang khusus dg alur cerita Inception, maju mundur seperti biasa, mundur saat Cobb menceritakan masa lalunya dg istrinya Mel, menjelaskan siapa Mel, dan apa yang sebenarnya terjadi dengan Mel. Ada satu cerita yang menarik yang saya tarik dari film ini, sepanjang film Inception selama 2 jam lebih sama sekali tidak menceritakan bagaimana "dream-share machine" berkerja. Tidak dijelaskan bagaimana dengan mesin itu, kita bisa memasuki mimpi seseorang, dan di dalam mimpi dapat tercipta mimpi, dan di dalam mimpi yang tercipta dari mimpi bisa tercipta mimpi lagi dan seterusnya.
Yang unik dari film ini, bagaimana ya mengatakannya, film ini terdpat konsep mimpi, di dalam mimpinya di dalam mimpi (hingga 4 lapis). jadi alurnya berbarengan menjadi satu, tetapi terjadi dalam waktu yang sama. Salut dengan Christoper dan editor nya, bisa menjelaskan adegan mimpi dalam impi dalam mimpi degan luarbiasa...

3. Action
Ok, kategori "action" bisa digolongkan dalam film ini, tapi Chistopher Nolan menggambarkan kata "action" dengan manifestasi yang berbeda dengan kebanyakan film action lain. Mirip dengan The Matrix. Dimana pertempuran, senjara, peluru, ledakan, tabrakan yang terjadi adalah kode-kode imaging oleh komputer yang ditanamkan di otak kita. Nah, berbeda dg Inception, "action" disini adalah bentuk dari "unconsciousness-defense-mechanism" , dimana tentara/pengawal yang membawa senjata adlaah bentuk mekanisme pertahanan diri atas ketidaksadaran kita jika terjadi sesuatu yang janggal di mimpi kita sendiri. Di film Inception diistilahkan dengan "extractor".

4. Best Scene
Saat Cobb memutar Totemnya yang berkekutaan besar, sambil memegang pistol ditangannya. Jika totemnya tidak terjatuh, pasti dia menembak dirinya sendiri.

Original idea dari "unconsciousness mind", digambarkan oleh Cobb sebagai ruang underground yang diproyeksikan dapat diakses lewat lift lantai terbawah. Teringat teori IceBerg Freud.

Saat Cobb menemui Miles, "kamu tidak suka dengan kantor mu ya?", Miles menjawab: "tidak cukup ruang untuk imajinasi saya di ruang kecil itu". Percakapan ini terjadi di ruang kelas kuliah.

Saat Cobb bercakap dengan Miles, ".....chance to build catredal, something that never exist..."

Saat Cobb bercakap dengan Ariadne, "....dreams create and proceed our world simultaniously...", lalu Adriane tersadar bahwa dia sedag bermimpi.

Saat Mel muncul di scene pertama, lalu Arthur bertanya: "sedang apa dia disini", ternyata penjelasan mengama Mel bisa disitu, dan mengapa Mel yang ada disitu adalah di sepanjang film (sebagai alur campurannya). Mel ternyata adalah proyeksi-ketidak-sadaran dari Cobb, salah satu contoh dari bentuk "Id".

Konsep dari Limbo, saat kita tidak bisa membedakan mana yang nyata mana yang mimpi. Istilah yang digunakan umat kristiani sebagai neraka.

Konsep dari totem, dalam film itu yang membantu kita membedakan yang nyata dan yang tidak, seperti kompas yang selalu menunjuk ke utara bukan??? hebat !!

Saat Cobb dan kawan-kawan kaget, ternyata Robert Fischer memiliki subconsciousness yang tangguh, dimanifestasi/diproyeksikan dengan pria-pria terlatih bersenjata.

Saat Arthur mengajarkan Adriane Penrose Step, benar-benar mengingatkan aku saat semester 1 dulu !! buku Psychology by Wein Waiten !!! ada gambar tangga itu di buku mata kuliah Psikologi Umum 1 ku.

Saat Adriane membayangkan kota yang dia bangun, lalu kotanya tertekuk.

Saat Arthur menemukan ide bagaimana cara "menghentak" atau "kick" di dunia mimpi "without gravitation", akhirnya semua orang diikat dan dimasukkan ke dalam lift.

Saat cobb akhirnya bisa pulang, sebelum menemui kedua anaknya, dia memutar Totemnya, dan tidak diperlihatkan dengan jelas, totemnya itu jatuh (nyata) atau tidak jatuh (masih berada dalam mimpi), atau tidak diperlihatkan degan jelas antara Cobb dan Saito tua bagaimana cara mereka mati dan kembali ke kenyataan. Christoper Nolan menyerahkan sepenuhnya kepada penonton untuk menentukan akhir dari film ini, bangsat !!!! keren sekali !!!!!

Banyak Klimaks dalam 1 Klimaks
Yang sudah menonton film ini ok ok saja membaca, yang belum jangan salahkan saya.
Pertanyaann yang terlintas, apakah ada adegan klimaks sejenis di film lain selain Inception? saya belum tahu.
Inilah yang menjadi daya tarik unik dan berbeda dari film kebanyakan yang membedakan Inception dengan film action-suspense lainnya. Jika dihitung ada klimaks dalam 1 klimaks:

Saat Cobb bercakap dengan Saito yang usainya sangat tua dan berbicara ttg "menjadi muda kembali" dan "ada suatu perjanjian yang harus ditepati"
Saat Adriane menembak Mel dan membebaskan Fischer
Saat Fischer membuka lemari besi dan menemukan baling-baling
Saat Eames meledakkan rumah sakit sebagai kick
Saat Arthur meledakkan lift sebagai kick
Saat Yusuf menceburkan van ke air sebagai kick


1,2,3,4,5,6 adegan diatas diceritakan dalam film ini terjadi salam interval waktu yang tidak terlau jauh berbeda, bahkan hampir sama, diistilahkan oleh Arthur sebagai simultanious kick.

 

The Keywords
1st keyword: dream

A dream is a succession of images, sounds or emotions which the mind experiences during sleep. The content and purpose of dreams are not fully understood, though they have been a topic of speculation and interest throughout recorded history. Dreams have been described physiologically as a response to neural processes during sleep, psychologically as reflections of the subconscious, and spiritually as messages from gods, the deceased, predictions of the future or from the Soul, for symbology is the language of the Soul.
Alfred Adler suggested that dreams are often emotional preparations for solving problems, intoxicating an individual away from common sense toward private logic. The residual dream feelings may either reinforce or inhibit contemplated action. Freud suggested that bad dreams let the brain learn to gain control over emotions resulting from distressing experiences. [sumber]

 

2nd keyword: unconsiousness

Unconsciousness, more appropriately referred to as loss of consciousness or lack of consciousness, is a dramatic alteration of mental state that involves complete or near-complete lack of responsiveness to people and other environmental stimuli. The unconscious mind can be seen as the source of night dreams and automatic thoughts (those that appear without apparent cause); the repository of memories that have been forgotten but that may nevertheless be accessible to consciousness at some later time; and the locus of implicit knowledge, i.e. all the things that we have learned so well that we do them without thinking. One familiar example of the operation of the unconscious is the phenomenon where one fails to immediately solve a given problem and then suddenly has a flash of insight that provides a solution maybe days later at some odd moment during the day.
Observers throughout history have argued that there are influences on consciousness from other parts of the mind. These observers differ in the use of related terms, including: unconsciousness as a personal habit; being unaware and intuition. Terms related to semi-consciousness include: awakening, implicit memory, subliminal messages, trances, hypnagogia, and hypnosis. Although sleep, sleep walking, dreaming, delirium and coma may signal the presence of unconscious processes, these processes are not the unconscious mind. Science is in its infancy in exploring the limits of consciousness. [sumber]

 

3rd keyword: idea
Cobb: What's the most resilient parasite? An Idea. A single idea from the human mind can build cities. An idea can transform the world and rewrite all the rules. Which is why I have to steal it.

 

In the most narrow sense, an idea is just whatever is before the mind when one thinks. Very often, ideas are construed as representational images; i.e. images of some object. In other contexts, ideas are taken to be concepts, although abstract concepts do not necessarily appear as images. One view on the nature of ideas is that there exist some ideas (called innate ideas) which are so general and abstract, that they could not have arisen as a representation of any object of our perception, but rather were, in some sense, always in the mind before we could learn them.Another view holds that we only discover ideas in the same way that we discover the real world, from personal experiences. The view that humans acquire all or almost all their behavioral traits from nurture (life experiences) is known as tabula rasa ("blank slate"). Most of the confusions in the way of ideas arise at least in part from the use of the term "idea" to cover both the representation percept and the object of conceptual thought. This can be illustrated in terms of the doctrines of innate ideas, "concrete ideas versus abstract ideas", as well as "simple ideas versus complex ideas" [sumber].



4th keyword: id ego superego

Id, ego, and super-ego are the three parts of the psychic apparatus defined in Sigmund Freud's structural model of the psyche; they are the three theoretical constructs in terms of whose activity and interaction mental life is described. According to this model of the psyche, the id is the set of uncoordinated instinctual trends; the ego is the organised, realistic part; and the super-ego plays the critical and moralising role. The terms "id," "ego," and "super-ego" are not Freud's own. They are latinisations by his translator James Strachey. Freud himself wrote of "das Es," "das Ich," and "das Über-Ich"-respectively, "the It," "the I," and the "Over-I" (or "Upper-I"). [sumber]

 


Ok, demikian review saya ttg film ini. Sebagai tambahan informasi, film Inception saat ini menduduki urutan ke 3 dari 250 film terbaik sepanjang masa, menggeser Godfather Part 2. Urutan pertama masih Shawsank Redemption, kedua Godfather, ketiga Inception, keempat Pulp Fiction. [ini sumbernya]

Pendapat saya hanya 1: Inception memang pantas berada di urutan ketiga.

Selamat menonton
and have an awesome day

 


Tag: Inception, Nolan, dark knight

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

moti 0 0
review dari seorang mahasiswa Psikologi, tho.
film ini bisa dianalisis baik dari psikoanalis maupun behaviourism, loh. menarik deh.

anyway, inception masih jadi trending topic bicara film yah...
bnugroho 0 0
nice....
nice review....
kniwe 0 0
Kereeen... Mestinya bisa diposting sebagai sebuah seri tulisan nih. Tetapi sekali lagi, keren banget! Bravo!
ima an 0 0
moti: hehehehehe, : ) kenalkan, saya sudah S.Psi, kalo skrg sedang jadi mahasiswa manajemen.... di kulaih psikologi dulu, ada satu dosenku yang demen banget kuliah pake film, seperti as good as it gets dimana kita bisa belajar jelas ttg obsessive compulsive, atau a beutiful mind ttg prlk orang schizophrenia

bnugroho: thanks.... : )

kniwe: thanks... seri tulisan? ide bagus... : )
litani 0 0
sedikit koreksi,
nama tokoh yang diperankan Marion Cotillard bukan Mel, tapi Mal dan Ellen Page memerankan Ariadne, bukan Adriane..
ima an 0 0
litani: thanks koreksinya : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat