3 Perdebatan soal Inception 15

Sabtu, 31 Jul '10 12:42

Saya "terpaksa" nulis tentang Inception, sekali ini aja kok tidak lebih! Habis ini saya kembali ke habitat saya di channel serial (TV-FTV) dan TebakFilm (OOT) sebagai perjuangan "Bukan Inception" hehehe... Oya, ini semua adalah pendapat saya berdasarkan hasil baca sana-sini plus hasil pikiran/preferensi/"hasrat" pribadi. Jadi harap maklum kalau ada ketidakkonsistenan atau perbedaan pendapat.

Eames' Dream or Fischer's?

Mimpi level 3 di benteng di gunung salju adalah mimpi Eames, the Forger. Bukan, itu mimpi si target, Fischer. Kan pas di hotel Cobb bilang ke Ariadne bahwa mereka akan menyusup ke bawah sadar Fischer. Tapi di level-level sebelumnya yang bermimpi kan bertugas jaga dan bertanggung jawab bikin "kick": Yusuf nyetir, Arthur di hotel, dan sekarang kan Eames yang meledakkan benteng. Sekali lagi tapi kalau bawah sadar Fischer selalu jadi target (bawah sadarnya mengisi mimpi orang lain) kenapa Ariadne perlu nanya sekarang siapa yang disusupi? Dileep Rao, pemeran Yusuf, di suatu wawancara bilang dengan argumen cukup meyakinkan bahwa yang level salju itu mimpi Fischer.

Makin bingung? Untuk yang ini saya tidak mau over-analyse. Yang saya mengerti di level salju, Fischer mendapatkan ide dari diri sendiri untuk menjadi orang yang berbeda dari ayahnya. Kincir angin kertas (yang muncul di foto waktu kecil bersama ayahnya, yang dia simpan) menjadi simbol penting tentang hubungan Fischer Jr dan sang senior. Isi brankas raksasa itu semua dari pikiran Fischer dan di sinilah tujuan heist ini, the inception, berhasil.

Satu lagi, bravo Tom Hardy! Sebagai Eames, dia mencuri perhatian dan saya pikir dia lah karakter non utama paling hidup, bahkan lebih dari Ariadne (Ellen Page).

Plotholes Schmotholes

Kok mimpi-mimpinya cocok banget buat film action? Kenapa cuma dilatarbelakangi kejahatan korporasi bukan isu politik atau dendam pribadi? Kok alat dreamshare-nya "cuma segitu", tidak dijelaskan lebih detil?

Di sinilah setting dunia film Inception itu didefinisikan. Di dunia ini, teknologi dreamshare sudah dianggap "biasa" dan menjadi rahasia umum di kalangan tertentu. Karena "sudah biasa", alat ini tidak perlu dijelaskan. Cukup ditambah detil diperlukan obat bius/penenang yang super khusus, yang menjadi tugas Yusuf, the Chemist. Alih-alih untuk spionase politik, teknologi ini dipakai untuk spionase korporat, di mana kekuatan paling ampuh untuk menguasai dunia, alias uang, berada

Tempat-tempat aksi mimpi ini mulai dari tengah kota yang ramai, hotel yang lebih tertutup, dan akhirnya benteng di gunung salju yang terisolasi dipilih supaya tampak "subtle" membuat target tidak merasa sedang dibawa ke mimpi dalam mimpi dalam mimpi. Benteng juga dipilih supaya cocok dengan tema standar extraction: setting ruang tertutup dijaga ketat dengan brankas (di sini super raksasa) agar target bisa yakin untuk menyimpan/memproyeksikan rahasianya di situ.

Untuk mengatasi pencurian ide, ada counter-technique yaitu "pelatihan" untuk menghadapi extraction. Cara yang paling jelas adalah melatih pikiran untuk membuat sepasukan bodyguard bersenjata yang gampang curiga dan siap membunuh siapa saja selain "bos" mereka. Cara tersebut dipakai Fischer. Cara lain juga ditampilkan di awal film ketika "dokumen" ide Saito dalam amplop di brankas ternyata masih disensor.

Kok Arthur bisa kelewatan mendapat data bahwa Fischer terlatih menghadapi penyusupan? Well, Cobb sendiri juga "terlewat" di awal film ketika mendapati bahwa cara Saito mengantisipasi extraction ternyata cukup canggih. Extractors dan anti-extractors saling berlomba dalam melakukan fungsinya, extractors dengan teknik mimpi dalam mimpi, anti-extractors dengan berbagai teknik perlindungan ide mulai dari senjata beneran dan senjata "sensor ide".

Ending: Is It All a Dream?

Anak-anaknya tidak bertambah tua, cincin kawinnya dipakai/dilepas, totemnya berputar terus tanpa berhenti. Untuk anak-anak sepertinya mereka bertambah tua (sedikit). Ada yang bilang pemeran anak-anaknya ada 2 set dan bukan cuma voice actor. Saya tidak fokus ke cincin kawin Cobb, tapi ada teori dalam mimpi Cobb pakai cincin kawin dan di luar mimpi tidak pakai. Totemnya jelas masih berputar di akhir film dan tidak ada scene apa pun setelah credit title.

Sesuai pendahuluan, tulisan ini lebih sesuai dengan "hasrat" pribadi. Totem Mal/Cobb diperlihatkan masih berputar sebelum film ini "cut to black", tapi entah sugesti pribadi atau saya mendengar suara totemnya berhenti, terbayang di benak saya bahwa memang totemnya berhenti berputar. Perdebatan ini semua mimpi atau bukan bisa jadi tidak akan berakhir. Kadang-kadang saya tidak suka happy ending, tapi untuk yang ini happy ending (ini semua BUKAN mimpi) adalah akhir yang tepat buat saya. Lebih penting lagi, Cobb yang berhasil untuk melakukan "leap of faith" untuk tidak peduli apakah dia sedang bermimpi atau tidak dan menyambut anak-anaknya, membuat happy ending ini terasa lebih manis.

Bonus: It's also Zimmer d*mnit!

Saya bosen banget yang didengung-dengungkan Christopher Nolan terus. Hans Zimmer menurut saya sangat berjasa (kalau tidak boleh dibilang paling berjasa) membuat saya tidak ngantuk. Score-nya manstap! Track recordnya di The Dark Knight yang juga dengan sukses menjaga level adrenalin saya, sangat mendukung dalam memberikan paket komplit menonton film aksi. Bayangin aja kalo soundtracknya ga semegah itu, saya bakal capek dan gampang kehilangan semangat nonton. Capek karena didera aksi laga berturut2 yang ga habis2 ("buah karya" sutradara dan penulis naskah) dan kehilangan semangat/ngantuk karena durasi lama di tengah kegelapan ruang nonton bioskop.

Saya akhiri bonus ini dengan video singkat tentang soundtrack Inception. Enjoy!

Character posters dari /Film


Tag: Inception

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Harits 0 0
Kalau menonton sampai credit title, nanti akan ada suara 'KLONTANG' yang berarti totem-nya sudah jatuh (tidak berputar lg)..
So buat gw udah jelas banget kalau Cobb sebenarnya sudah keluar dari alam mimpi...
Mungkin Nolan sengaja melakukannya supaya tampak membingungkan, namun sebnearnya dia memberikan jawaban bagi penonton yg setia menonton sampai credit title, hehe.

Totemnya sudah jatuh.. No more debate please... capek ngebahas film ini terus... kasian film lain jadi tenggelam... : p
benisuryadi 0 0
santador : ulasan yang menarik.

Dan ya, tepul tangan untuk Hans "Lion King" Zimmer. : )
santador 0 0
Harits: buat Anda sudah jelas, buat saya bikin tulisan ini untuk memperjelas (pendapat/pemikiran saya).

benisuryadi: yang saya ingat dari Lion King cuma Hakuna Matata dan Can You Feel the Love Tonight? Masih terlalu kecil ingat score-nya.
benisuryadi 0 0
Jadi tercerahkan kembali oleh tulisan santador Kalau dibuat dengan versi cerita politik, misalnya memasukkan pikiran "untuk tidak mencalonkan diri jadi presiden" kepada Obama (misal), sungguh ini film akan sangat dahsyat juga.

Hahaha, iya Hakuna Matata... Saya taunya Zimmer juga setelah beberapa tahun kemudia. Jaman dulu kecil mah nonton aja dan bersenang-senang, hehehe.

jamur 0 0
video yang bagus sekali : D hans zimmer memang jago. tapi main themenya justru yg ini :
http://www.youtub…=Z0kGAz6HYM8
bahkan score buat adegan terakhir, dream collapsing mirip reff nya lagu dewa - angin : ))

bukan hanya 3 perdebatan, tp bahkan 6
http://www.cinema…-plot-holes/

: D
Harits 0 0
Hans Zimmer harus diakui memang maestro composer film...
Musik Zimmer di Inception memang bagus, tapi gw masih lebih suka musiknya Zimmer di score Sherlock Holmes : p

Buat gw pribadi Zimmer composer favorit gw setelah Michael Giacchino...
benisuryadi 0 0
jamur: tiga itu yang baru dikeluarin sama santador bisa lebih banyak lagi malah, benar begitu santador ? : )

terus, gimana pendapatnya tentang tulisannya si Peter Hall?
Setuju? : )
santador 0 0
benisuryadi: semua yang saya pikirkan tentang Inception sudah saya tulis di sini. Tentang politik, saya pikirnya malah jadi rumit meski tetap mungkin jadi lebih menarik. Saya lebih paham kalo latar belakangnya uang.

BTW Hakuna Matata yang bikin bukan Hans Zimmer, sila koreksi jika salah.

jamur: Yang di Cinematical (situs ini sempat saya lupakan, tapi diingatkan kembali di tulisan Inception yang lain, terima kasih) sudah saya baca, tapi hilang arah baca 6 teori (banyak be'eng! mirip2 lagi) dan 5 plot holes yang saya pikir juga bukan plot holes.

Intinya saya mikirnya ga aneh2, nikmati saja! Terlihat dengan ending yang saya pilih berdasarkan perasaan.

Harits: score Sherlock Holmes (2009) memang unik. Mengingatkan saya punya satu review serial... Ah nanti deh.
jamur 0 0
santador: sebuah perayaan ya. ; )) sip : D
Ria Tumimomor 0 0
dibahas lagi aja juga gak apa kok : D
jamur 0 0
Ria Tumimomor: : ))
nih http://a.imagesha…t1qcbjrj.jpg
Si Pisau Terbang 0 0
Opening postingnya mantep banget! Hahaha... Nulis berkali-kali emang ada yg ngelarang? : D
santador 0 0
jamur: penrose's step memang cantik, tapi saya lebih suka infografis yang ini: http://www.giantf…graphic.html

Si Pisau Terbang: sudah waktunya ganti topik : D Salt dan hmm penantang baru Selimut Berdarah alias SELIBER bisa jadi trending topic berikutnya.

Bikin TebakFilm lagi ah...

ini sekalian tes blockquote, bisa ga ya?
tes link TebakFilm
jamur 0 0
santador: wow! menarik sekali : D nemu aja yang beginian
Aria Gardhadipura 0 0
mantapsss... saya suka ulasannya

Silahkan login untuk memberikan pendapat