Selimut Berdarah [Indonesia|2010] 11

Rabu, 28 Jul '10 13:08

Menulis review ini sungguh membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi bagi saya untuk kembali mengingat dan mencerna film "mahakarya" lanjutan sang baginda KKD setelah otak, mood dan pikiran saya diporak-porandakan olehnya. Sungguh saya bingung harus mulai dari mana, yang biasanya review saya mulai dengan garis besar jalannya cerita, namun kali ini saya benar-benar harus memilah begitu banyak bagian yang tidak penting dalam film yang begitu sukses menyamarkan jalan cerita film.

Oke mari kita lanjukan sambil jalan saja. Selimut berdarah dimulai dengan bagian pembuka film yang menawarkan adegan yang menurut saya benar-benar gak penting dan gak ada hubungannya sama sekali dengan inti cerita film. Ditunjukkan adegan mawar, bukan nama sebenarnya, eh maaf maksud saya yang diperankan oleh artis korea yang kasihan sekali tidak disebutkan nama aslinya dan parahnya lagi gak dikasih dialog sama sekali sepanjang 90 menit film berlangsung, berlari-lari dan bermain air hingga berjemur di pantai. Tentunya dengan pakaian super minim (baca: two pieces swim suit) yang kemudia disusul oleh penampilan Ria (Enno Lerian) yang menemainya bermain di pantai dengan appearance yang (sayangnya) tidak se-berani mawar.

Scene-scene berikutnya lebih difokuskan kepada sosok Dicky sebagai pengidap "Short Term Memory Lost Syndrom" yang kalau boleh saya bilang sudah sangat akut. Bagaimana tidak, coba bayangkan saja bahkan untuk mengingat nama sebuah gadget yang kita sebut sebagai laptop pun sudah tidak mampu. Keabsurdan karakter Dicky ini pun semakin parah dengan dihiasinya seluruh permukaan tubuhnya dengan tattoo bertuliskan target jangka panjang yang ia tetapkan. Sebenarya masih banyak sekali kecacatan karakter utama ini, termasuk gerak-gerik mencurigakan saat sebelum membunuh targetnya, namun saya yakin akan butuh begitu banyak paragraf untuk mengulasnya. Oleh karena itu, cukup sampai di sini kita bicara soal Dicky yang diperankan oleh Dimaz Andrean ini.

Ternyata semakin ke sini semakin dibuat bingung saya dengan jalan cerita plot yang tak beraturan, tidak jelas dan lebih dari sekedar kesan lompat-lompat. Hal ini bisa "dinikmati" dari hasil editing gambar yang benar-benar tidak sempurna yang menghasilkan film dengan banyak scene-scene yang terlihat begitu kasar dan terkesan dipotong secara tiba-tiba tanpa penyelesaian. Ditambah dengan begitu banyaknya adegan-adegan gak masuk akal, maka dijamin akan membuat anda ingin cepat-cepat keluar dari bioskop sebelum benar-benar terjangkit "Long Term Memory Lost syndrome" sebagai efek samping mengkonsumsi film ini.

Baiklah mari kita beralih untuk sedikit membahas genre film "bagus" ini. Sepertinya sang baginda KKD mulai melebarkan sayap dengan merambah film-film berbau thriller dan mencoba mengekor karakter Christhoper Nolan dengan konsep twist dan bermain pikiran setelah lama berkutat dengan genre komedi dan horror "bagus", yang meskipun dalam film ini trik-trik semacam itu masih banyak digunakan dan menambah keanehan film yang berusaha sadis ini. Bisa dilihat pada scene pintu yang membuka dengan sendirinya dan usaha memacu adrenalin dengan adegan paranoid akan datangnya setan/musuh dalam ruangan/rumah sendiri dan ternyata teman sendiri yang muncul.

Namun dari semua elemen penyusun ketidaksempurnaan film ini, menurut saya bagian terparah film ini adalah music scoring. Sumpah, baru kali ini saya mendapati music scoring yang benar-benar annoying. Yah, dengan banyaknya suara-suara dan teriakan-teriakan aneh, gak jelas, dan sangat keras yang mengiringi bukannya membuat film ini menjadi menegangkan atau paling tidak sesuai dengan adegan filmnya, tapi malah mengganggu jalannya film yang memang sebenarnya sudah sangat tidak beraturan.

Oke saya menyerah, sepertinya saya sudah tidak sanggup melanjutkan ini, kesimpulan yang saya dapat adalah bahwa sepertinya film ini mencoba mengekor dan mengulangi "kesuksesan" dari "mahakarya" sang baginda KKD sebelumnya, RAYAP (Rayuan Arwah Penasaran) yang sukses menyuguhkan penampilan "khusus" artis jepang tanpa dialog, dan metode pembunuhan dengan cutter. Selain itu satu pertanyaan yang mengganggu pikiran saya sampai saat ini adalah: mengapa film ini menggunakan judul Selimut Berdarah? Dan film sebelumnya menggunakan judul Rayuan Arwah Penasaran? Karena tidak ada selimut yang berdarah sepanjang film, begitu halnya dengan tidak ada arwah penasaran yang merayu pada film sebelumnya. Atau memang dengan segala kesamaan ini mengindikasikan bahwa sebenarnya SELIBER adalah unofficial sekuel RAYAP???

PS: sepertinya review saya benar-benar telah terpengaruh oleh SELIBER, menjadi gak beraturan, gak jelas dan acak-acakan :(

Thesandsarate: saya bingung harus memberikan rate berapa untuk film ini, karena sepertinya rating sedang ngumpet di dalam selimut.

 


Tag: Film Indonesia, thriller, movie, review, horror, movie review, K2k Production, KKD, KK Dheeraj, seliber, selimut berdarah, Enno Lerian, Pinkan Mambo, Artis Korea, Roy Marten, Dimaz Andrean, Melina Zafar, Adhi Pawitra, Ferry Ipey, Assad M A, Melonys

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
Hihihi.. tulisan ini box office! hihihi... SELIBER? RAYAP?
Nggak sekalian TAPOPER? tali pocong perawan.. : D : ))
kniwe 0 0
Waduhhh... kapan ada film Indonesia bagus lagiii...
kucingsapi™ 0 0
RAYAP? : )) wuahahahaha... singkatanmu mantap!
ardnas 0 0
sabai: heehehe, makasih kk : D
untuk singkatan itu sebenernya gw juga dapet sari temen kok, so cuma ngikut aja : D

kniwe: sebenernya udah ada dan banyak kok kk, cuma lagi sepi pengunjung aja....
terakhir MPdVP tuh : D

kucingsapi™: hehehe, itu jg dapet dari teman kok kk...
kalo RAYAP, gw kali pertama denger dari raditherapy..
trus kalo SELIBER, kali pertama denger dari bima : D
raditherapy 0 0
: |
moti 0 0
makasih yah ardnas, yang telah "berkorban" untuk menulis review yang cantik ini! : p
kanizoo 0 0
look at the good side, posternya kali ini bagusan dikit daripada poster2nya yg biasa.. lol : ))

nice review kk!
hoximovie 0 0
hanya segelintir kayaknya film indonesia yg bagus...kenapa orang indonesia selalu membuat film2 yg sangat dangkal. sepengalaman saya selama menonton film indonesia hal yg sering saya temukan adalah "editing" yg sama sekali tidak bagus dan cerita yg sering tidak nyambung dan ngelantur kemana mana. bisa tau gak kenapa orang2 perfileman kita tuh kayak gitu..apa ya penyebabnya....? coba aja review2 kayak yg di atas di lakukan oleh seluruh orang indonesia, kira2 bakal lebih baik gak film2 indonesia / malah mati suri lagi....he...he
santador 0 0
hoximovie: ga gampang bikin film. Mahal kali bikin yang bagus. Lagian "yang gini aja" banyak yang suka. Ga usah mikir banyak2, banyak yang sensual, sekali-sekali nakut-nakutin. Pokoknya rilis! Panjangin portfolio baginda! Pokoknya duit!

:evil laugh:
bnugroho 0 0
maaf, gak pengen komen panjang2...
cuma pengen numpang ketawa aja
bwahahahahahahahahahahahahahahaha.......

nice review!!
toRa 0 0
SELIBER? More like SEMBER for me : )).

Silahkan login untuk memberikan pendapat