Inception 1
Minggu, 18 Jul '10 14:15
Di dalam koper logam itu ada DreamShare, mesin untuk menyusup mimpi. Ketika kamu masuk ke mimpi seseorang dan menerobos brankas pikirannya yang paling rahasia, maka hasilnya adalah pencurian mutakhir atas ide-ide brilian. Malam itu Cobb (DiCaprio) menyusup ke mimpi Saito, seorang CEO Jepang, untuk mencuri rahasia dagangnya. Operasi yang nyaris sempurna itu kemudian runyam dengan kemunculan Mal, mendiang istri Cobb yang akhirnya mengacaukan kesemuanya.
Dalam pelarian menghindari mafia pencuri ide yang murka karena kegagalan misi Cobb, muncullah Saito yang menawari Cobb jaminan keselamatan. Sebagai gantinya, ia harus menjalankan satu operasi menyusup mimpi. Bukan untuk mencuri ide, tapi menanamkan ide kepada CEO saingan Saito. Dalam kondisi terjepit, Cobb menerima tawaran yang konon mustahil itu.
Akan tetapi, menanam ide adalah proses yang sangat kompleks karena mereka harus masuk ke dalam mimpi mimpinya mimpi si target. Penyusupan ke dalam tiga lapis mimpi itu mempertaruhkan nyawa, dan tim penyusup yang dikumpulkan Cobb tidak menyadari kalau ancaman dari mendiang Mal bisa selalu muncul dari setiap sudut.
Inception memang bukan thriller psikologis semacam Shutter Island atau The Cell. Film besutan Christopher Nolan yang mahsyur dengan The Dark Night dan Memento ini lebih mendekati film action psikologis. Kompleksitas mimpi yang berlapis-lapis disajikan dengan runtun dan jelas, sehingga tidak ada rasa uncertainty walaupun masih sangat mencekam. Ini tentu adalah pilihan genre yang mengejutkan, mengingat film tentang mimpi biasanya condong ke horor atau thriller.
Akan tetapi, Inception pada awalnya memang film horor. Nolan membidani gagasan "penyalahgunaan berbagi mimpi" sepuluh tahun yang lalu, untuk kemudian menyimpannya dalam brankas pikirannya, sembari menuai pengalaman mengarahkan film big budget semacam The Dark Knight dan The Prestige, sekaligus merangkul kepercayaan industri film. Oleh karena film tentang merasuki mimpi tentu membutuhkan efek yang sinting.
Tanggal 16 Juli kemarin, brankas pemikiran Nolan selama sepuluh tahun akhirnya dibuka ke penonton. Inception memang film action psikologis dengan konsep yang sinting. Tetapi ketika disandingkan dengan Memento ataupun Dark Knight, Inception memang masih kurang sinting.
(Disalin dari blog Herman Saksono)
Tag: batman, review, Christopher Nolan, Inception, Leonardo DiCaprio, the dark knight
Terkait:
-
Ending Inception???
Kamis, 29 Jul '10 08:44 -
[Review] Inception: Di manakah Batas Kenyataan dan Mimpi?
Selasa, 20 Jul '10 14:18 -
Merayakan Sebuah Inception
Minggu, 18 Jul '10 15:53
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Informatif
-
jamur: Box Office
-
Krisna Sukmaputra: Box Office
-
sabai: Good Take

Komentar:
Aku sih jelas bakal sinting kalo terjebak di dunia mimpiku sendiri
Silahkan login untuk memberikan pendapat