Inception: The Best Cinematic Experience of 2010 32
Jumat, 16 Jul '10 14:08
Tahun lalu, kita disuguhkan aksi Batman vs. The Joker dalam film "The Dark Knight". Setelah berhasil mengembalikan Batman pada kodratnya di "Batman Begins", Christopher Nolan sebagai sutradara di film Batman keduanya ini juga dengan sukses menjungkirbalikkan konsep good guys vs. bad guys. Nolan juga mengungkapkan secara gamblang "grey area" yang selama ini jarang ditampilkan dalam film bertemakan superhero. Maka sudah sepantasnya film itu masuk dalam jajaran film terlaris sepanjang masa, dengan pendapatan lebih dari USD 1 Milyar.
Tahun ini, Chris Nolan kembali menghadirkan "Inception" yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, Joseph Gordon-Levitt, Ellen Page, Cillian Murphy, Marion Cotillard, dan Ken Watanabe. Seperti halnya "Avatar"-nya James Cameron, "Inception" adalah ambisi Nolan yang digagas dan ditulis pertama kali 10 tahun yang lalu. Tak salah jika memberikan film ini sebagai masterpiece dari Nolan. Untuk memahami ceritanya, tentu kita harus mengerti arti kata inception itu sendiri. Inception adalah kebalikan dari extraction.
Ringkasnya, film ini mengisahkan Dom Cobb (DiCaprio) yang memiliki keahlian supernatural masuk ke dalam mimpi orang dan mengambil ide-idenya, lazim disebut the art of extraction. Keahlian itu membuat Cobb disewa oleh berbagai perusahaan untuk mencuri ide-ide pesaingnya, sementara ia sendiri adalah seorang pelarian yang diburu oleh Pemerintah AS. Ketika ia berniat pensiun dari pekerjaan itu, seorang pengusaha (Watanabe) menyewanya untuk melakukan kebalikan dari extraction, yaitu inception: menaruh suatu ide dalam kepala seseorang. Imbalannya, bebas dari segala tuntutan hukum dan kembali ke keluarganya.
Disini kita tidak sedang berbicara tentang hipnotis, tapi suatu hal yang lebih sophisticated. Pada tahun 1984 terdapat film "Dreamscape", tapi ini hal yang berbeda. Dalam melakukan pekerjaannya, Cobb tidak dapat begitu saja masuk ke dalam mimpi seseorang dan mengambil ide dengan mudahnya. Ia harus dibantu oleh timnya yang bekerja a la "Mission: Impossible". Seorang arsitek mimpi terlebih dahulu mengkonstruksi dunia mimpi yang digunakan untuk memancing sang korban sesuai keinginan Cobb, dan ketika masuk ke dunia itu Cobb juga harus didampingi oleh seorang back-up, kalau sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.
Dengan budget sebesar USD 160 Juta, "Inception" dapat dikatakan sebagai gabungan antara film-film James Bond dan "The Matrix". Kita dapat merasakan nuansa "The Blade Runner" di dalamnya, juga "Memento" dan "The Dark Knight", dimana keduanya adalah karya Nolan sendiri. Tapi bukan berarti film ini tidak memiliki cirikhasnya sendiri. Kalau "Memento" menggunakan metode storytelling yang mundur, maka dalam film ini Nolan menciptakan sebuah dunia mimpi dengan berbagai tingkatan (layer). Dengan kata lain, dunia mimpi di dalam dunia mimpi di dalam dunia mimpi. Yup, benar itu bukan salah ketik. Kekuatan masing-masing tingkatan mimpi itu tergantung pada stabilitas tingkatan sebelumnya, sehingga tantangan bagi Nolan adalah membuat script di dalam script di dalam script yang non-linear, tapi tetap harus terhubung secara benang merah satu sama lain.
Jadi saran untuk penonton film ini adalah: kita harus menontonnya lagi dan lagi untuk memahami esensi ceritanya. Jangan khawatir mengenai durasi film yang 2 ½ jam, karena pace film ini sangat cepat dan konstan. Bahkan waktu selama itu masih akan terasa kurang, dan itulah salah satu keahlian Nolan untuk menarik kita untuk menonton filmnya kembali. Menurut saya, ceritanya sangat menghibur sekaligus menantang untuk berpikir. Dan semua dilakukan Nolan tanpa embel-embel "3D".
Pengalaman menonton "Inception" tentu saja berbeda dengan menonton "Mulholland Drive" atau "2001: A Space Odyssey". Kedua film itu adalah masterpiece karena atmosfernya terbuka akan semua interpretasi. Sedangkan makna cerita "Inception" justru sangat jelas, keajaibannya adalah bahwa penonton tidak bisa menebak akhir ceritanya (walaupun adegan klimaksnya akan menghantui benak penonton sehingga memunculkan multi interpretasi juga).
Film ini mungkin tak akan dapat menyamai "The Dark Knight" dalam hal pendapatan Box-Office. Tapi tidak seperti "The Dark Knight" yang dicuekin di ajang Academy Awards dalam kategori Best Picture, rasanya keterlaluan apabila para juri di American Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) tidak menominasikan "Inception" dalam kategori tersebut.
Oh ya, Nolan juga mengeluarkan komik "Inception: The Cobol Job" sebagai prolog sebelum filmnya diluncurkan. Meski banyak yang mengatakan prolog tersebut tidak begitu esensial, tapi bagi yang berminat, dapat meng-klik website ini: http://movies.yahoo.com/feature/inception-comic.html
Tag: Christopher Nolan, Inception
Terkait:
-
Ending Inception???
Kamis, 29 Jul '10 08:44 -
[Review] Inception: Di manakah Batas Kenyataan dan Mimpi?
Selasa, 20 Jul '10 14:18 -
Merayakan Sebuah Inception
Minggu, 18 Jul '10 15:53
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
AndriaGutama: Box Office
-
kniwe: Box Office
-
jamur: Box Office
-
Ria Tumimomor: Mencekam
-
riri: Box Office
-
Gambliz: Good Take
-
Afris: Informatif
-
Krisna Sukmaputra: Box Office
-
moti: Good Take
-
kucingsapi™: Good Take
-
pu3ku: Box Office
-
sabai: Good Take
-
maharrani: Good Take
-
bajul: Good Take

Komentar:
Oscar worthy? HELL YEAH. Mind-blowing movies, never see quite anything like this before. Nolan is indeed, a genius.
Cobol Job gpp koq dibaca sebelum nonton filmnya, malah lebih bagus
hiks hiks ga sabar nunggu besok
barusan nonton.
alur yang super cangguh, lompatannya luar biasa!
dari awal semua pemeran sudah 'ditarik' ke dalam cerita tanpa sadar.
dan yg juga penting, Hans Zimmer! ah, adrenalin saya dibuat tidak berhenti bergejolak dari awal nonton...bahkan sampai skrg.. hahaha
SPOILER...SPOIL ER...SPOILER...
SPOILER...SPOILER...SPOILER...
Saya kurang setuju bila keahliannya itu disebut supernatural. Tapi dari gaya kalimat yang anda buat (yang belum nonton filmnya) memang terkesan seperti itu. Biar gak jadi SPOILER ya?!?
Ending-nya masih menghantui saya dan mungkin terbawa ke dalam mimpi ^_^, bahkan semenjak Cobb terbangun dari tidurnya di pesawat saya merasa ada yang tidak beres.
garapannya bung nolan ga boleh dilewatkan nih, apalagi mas leonardo dicaprio yang maen
mind bending and mind blowing dah.
Endingnya bener ga bisa ketebak dan bisa kebawa mimpi sampe layer ke 7.
tapi ada beberapa scene yang kadang ngingetin gw sama anime kapten tsubasa kalo lagi nendang bola (ambil kuda2 nendang tapi sambil ngehayal masa lalu. stengah jam kemudian baru ketendang)
The idea behind the movie is the idea itself. There's no the best way to steal the idea, but through the dream. That's brilliant.
The movie is well-scripted, supported by well research of all-related to dreams, mind-blowing SFX, to-be-concluded ending
Kebetulan, I use an iPhone app for checking schedule/movie reviews. I find people praise the movies a lot. There's a web page publishing the comments, here: http://www.movrea…?movieID=676
Kalau penasaran apa komentar-komentar orang lain ttg film ini, take a look at that URL.
But to me, Matrix is rich sci-fi, baik dari konsep, special effects, actions, etc. Byk konsep SPX baru diterapkan, misalnya bullet time (habis itu banyak kan film yang ngikutin). Konsep ceritanya benar2 out of the box. The best choreography, the Kung-fu was really kicking, even Keanu is not a Kung-fu fighter. Dan banyak lagi....
Kok jadi ngomongin Matrix?? Yuk balik lagi ke Inception...
salut buat om nolan !
Bukan maksudku "Inception" film sci-fi yang buruk lo. Yes, this one is a great one.
Tetep, sci-fi no. 1 butku "2001: A Space Odyssey." Setahu aku, ada 2 tipe sci-fi. Simplenya:
1. Sci-fi yang lebih ditekankan di "fiction"-nya, seperti "Star Wars," "Back to the Future," dan "The Matrix" (tipe ini paling mendominasi).
2. Sci-fi yang lebih ditekankan di "science"-nya, seperti "2001: A Space Odyssey," dan "Moon" (tipe ini paling jarang ditemukan).
Dan ke-realisme-an di "2001: A Space Odyssey" lah yang membuat film itu sci-fi no.1 (setidaknya buatku). Empat babak filmnya bukan sekedar sci-fi-sci-fi-an belaka, tapi ada hal yang di-"kaji" di dalamnya.
Dissecting 'Inception': Six Interpretations and Five Plot Holes
http://www.cinema…-plot-holes/
yang jadi pertanyaan, kenapa gue bisa memahami jalan cerita film ini, tapi tidak untuk the dark knight?
overall, ini memang mahakarya Nolan. TOP!!
*segitu takutnya soalnya banyak yang suka spoiler di sini*
Di film Following Nolan sbg script writer, director, producer, editor, & camera person. Saking low budgetnya, Aktor2nya adalah temen2 kuliahnya dan bapaknya!
Sementara Inception membuktikan bahwa Nolan mampu memberi ruang lebih pada tokoh-tokoh wanita, sementara di dua film Batman penokohan wanita kurang kuat.
Pendapat saya Mal dan Ariadne adalah nyawa dalam film keren ini.
Anyway, ini film yang luar biasa!
Salah satu film favorit zy setelah Titanic...
Silahkan login untuk memberikan pendapat