Boemboe Forum 2010 5
Selasa, 13 Jul '10 14:27
Sabtu lalu (10 Juli 2010) Boemboe Forum tahun ke-7 digelar kembali. Kali ini digelar di Erasmus Huis Jakarta. Apa sih Boemboe Forum? Mungkin bagi beberapa orang forum ini terdengar asing. Boemboe Forum ialah forum yang dibuat oleh Boemboe.org, sebuah komunitas yang bergerak mewadahi para penggiat2 perfilman film pendek di Indonesia. Mereka fokus dalam mendistribusikan film juga mewadahi orang2 yang mau mempelajari film pendek di Indonesia. Untuk lebih jelasnya bisa di cek di website mereka.
Boemboe forum ialah event tahunan Boemboe. Disinilah berkumpulnya para tukang bikin film, praktisi film, pengamat film, atau penikmat film seperti saya hehe :p. Cakupannya luas tidak hanya Jakarta saja tapi juga dari mana-mana.
Forum di tahun ke-7 ini diikuti oleh 5 orang yaitu Emil Heradi dari Jakarta dengan film Fronteira. Yosep Anggi dari Yogyakarta dengan film Hujan Tak Jadi Datang, Rosana Yuditia Ripi dari Surabaya dengan film Dibawah Tangan, Noves Hendiansa dari Solo dengan film Dramativi, dan Andra Fembriarto dari Jakarta dengan film Mereka Sudah Sampai Jawa.
Semua wakil pembuat film datang hadir karena memang forum ini berformat mempresentasikan film yang mereka buat, nonton bareng dan diapresiasi oleh penonton bareng2 juga. Sehingga akan ada tanya jawab dan masukan untuk para pembuat film. Bahkan tak heran kadang ada yang mengkritik habis2an film yang diputar :D
Fronteira (Tapal Batas), 26 menit (2008), fiksi, Jakarta
Ini bukan kali pertama saya nonton film ini, sebelumnya film ini pernah ikut juga di Festival Film Pendek Konfiden 2009. Kisahnya menceritakan tentang 2 prajurit yang sedang bertikai yang terjebak di daerah konflik di perbatasan Indonesia dan Timor Timur. Mereka terjebak dalam kondisi yang tidak bisa beranjak ke manapun apalagi saling serang. Latar belakang ceritanya sangat serius, ya jelas namanya juga film konflik, namun filmmaker membuatnya dengan rasa berbeda, justru malah ada kelucuan2 dan jauh dari suasana tegang.
Ceritanya yang ringan, seperti tanpa beban, namun tetap dengan riset, membuat film ini banyak dipuji oleh sebagian besar penonton. Mereka kagum dengan konsep cerita dalam cerita yang ada di film pendek ini.
Hujan Tak Jadi Datang, 16 menit (2009), fiksi, Yogyakarta
Pertama kali nonton film ini juga di Festival Film Pendek Konfiden 2009. Dan kali kedua saya nonton saya tetep gak ngerti maksud film ini. Hahahaha…. Padahal sudah dijelaskan oleh Anggi, sutradaranya bahwa film ini film tentang kecanggungan dalam perselingkuhan. Saya masih ndak habis pikir sebelah mananya film ini tentang perselingkuhan sih? :p Tapi kalo kecanggungannya saya bisa merasakannya.
Diluar dugaan banyak juga ternyata yang mengapresiasi film ini (mungkin karena banyak yang gak ngerti film ini jadi pada nanya) hehe.. Mas Ifa Isfansyah (sutradara Garuda di Dadaku) juga berkomentar jika film ini bersifat konseptual. Yup konsepnya matang, rapi dan halus dalam hal penyusunan skenarionya juga alurnya. Tapi tetep saya bingung hehehe…
Di Bawah Tangan, 16 menit (2010), dokumenter, Surabaya
Ini satu2nya film dokumenter di forum ini. Tema film ini menarik, mengangkat tentang sebuah desa di daerah Pasuruan, Jawa Timur yang hidup dari kawin sirri. Hampir semua warganya, terutama para wanitanya, pernah kawin sirri, bahkan berulang kali. Kawin sirri dilegalkan oleh pemuka agama di sana, dan bahkan menjadi alat warganya untuk meningkatkan perekonomian mereka. Yah mungkin istilah kasarnya ialah di desa inilah ada Prostitusi namun Halal.
Miris memang, semua wanitanya pada tidak kenal siapa calon suaminya, tiba2 dinikahkan, lalu munculah anak dan kemudian bisa ditinggalkan sama suaminya itu seenak jidat. Dicerai lewat sms atau diberitahu orang lain. Jelas sekali posisi wanita di sini sangat dirugikan.
Namun hal positifnya ialah kawin sirri ini menjadi komoditas di desa. Pak penghulunya dapet duit, makelar (yang tukang nyariin calon pengantin wanita) dapet duit, calon pengantinnya juga dapat duit, bahkan kadang mereka dibuatkan rumah oleh sang calon suami.
Film ini menarik buat saya, juga buat penonton yang lain karena mengangkat fenomena yang ada. Tapi tetep ada saja hujatan untuk filmakernya. :)) Filmnya dirasa kurang jelas mau dibawa kemana. Lantaran pesan sutradara yang biasanya dimasukan dalam film tidak terasa bahkan terkesan plinplan, mau mendukung kawin sirri atau tidak?
Dramativi, 13 menit (2009), fiksi, Solo
Salah satu film membosankan yang saya tonton hehe.. :D karena cuma diambil dari 1 sudut pengambilan gambar saja selama 13 menit. Temanya sih tentang betapa membosankanya (melihat) orang menonton televisi. Dan betapa lebaynya orang menonton televisi. Saya rasa orang nonton tipi ndak sampe segitunya deh, bahkan banyak orang yang suka nonton tipi karena program acaranya bervariasi kok.
Disini filmmaker dikritik habis tentang risetnya tentang menonton tivi.
Mereka sudah Sampai di Jawa, 8 menit (2009), fiksi, Jakarta
Salah satu film yang saya suka. Tekniknya mantab! Hehehe .. Ceritanya tentang datangnya zombie ke tanah jawa. Wooh premis ceritanya sebenernya bikin penasaran, walau pada kenyataanya cerita filmnya ndak terlalu istimewa, tapi yang bikin beda ialah teknik eksekusi filmnya. Dia membuat film dengan kamera DSLR dan di motion pada saat editingnya dengan baik. Jadi tercipta film patah2 yang menarik. Sekilas seperti stopmotion tapi bukan. Didukung oleh scoring lagunya yang membangun suasana, sehingga gereget film ini cukup berasa hingga akhir.
Wah ternyata panjang ya reviewan eventnya :)) Dan akhirnya boemboe forum ke-7 pun berakhir dengan diskusi yang menarik pula. Lewat forum ini apresiasi film jadi lebih tersampaikan dan bahkan menjadi masukan untuk para pembuat filmnya. Forum ini juga jadi tempat belajar, hiburan, tukar informasi, tukar pengalaman dan saling menguatkan jejaring di perfilman pendek Indonesia.
Lewat forum ini pula kita bisa tahu sampai sejauh mana berkembangnya film pendek di indonesia dan bagaimana perkembangan kualitas film pendek di Indonesia. Forum diadakan setiap tahunnya. Maju terus perfilman pendek Indonesia!
Tag: boemboe forum 2010, film pendek indonesia
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Informatif
-
sabai: Informatif
-
JuliaJessicaJennifer: Good Take
-
L3LAKI: Informatif
Komentar:
salam ya buat Lulu (Lho? BBM aja langsung kaleee...)
ah jadi malu... dibilang gitu sama sabai :"> kan dari awal sudah saya bilang mbak, saya itu suka film pendek hehehe....
Silahkan login untuk memberikan pendapat