Frost/Nixon 9

Kamis, 8 Jul '10 09:16

17 Juni 1971 malam, markas Partai Demokratik AS di gedung Watergate dibobol  oleh lima pria. Percobaan pencurian yang semula biasa-biasa saja ini berakhir menjadi awal skandal politik terbesar di sejarah Amerika: Presiden Nixon mengundurkan diri; sementara tujuh pejabat tinggi pemerintahannya, termasuk Jaksa Agung dan Mensesneg, divonis penjara puluhan tahun.

Tidak pernah ada jawaban pasti tentang apa tujuan menerobos masuk ke dalam Watergate ataupun apa yang dicari di sana. Kecurigaan publik menyeruak setelah muncul temuan bahwa sejumlah dana dari tim kampanye Nixon mengalir ke rekening maling Watergate. Walaupun Nixon selalu tidak tahu menahu dalam kasus Watergate, beberapa rekaman pembicaraan di Gedung Putih (kemudian dikenal dengan Watergate tapes) menyiratkan sebaliknya.

Akhirnya, pada rekaman pamungkas yang disita DPR terkatakan bahwa enam hari setelah kejadian Watergate, Nixon memerintahkan CIA untuk mengambil alih kasus tersebut dari FBI. Dengan demikian Nixon resmi tersangka menghalangi penegakan hukum, sebuah pelanggaran yang bisa lari ke pemakzulan oleh DPR. Di ujung tanduk, Nixon mengundurkan diri pada tanggal 4 Agustus 1974.

"Frost/Nixon" arahan Ron Howard ini mendramakan lanjutan kisah Nixon dua tahun setelah mundur dari kursi kepresidenan AS. Dalam upaya membersikan namanya, Nixon (Frank Langella) menerima permintaan interview ekslusif dari David Frost (Michael Sheen), seorang presenter TV dari Inggris. Walaupun Frost adalah tokoh yang populer di pertelevisian Inggris dan Australia, dia bukan jurnalis yang terasah menangani politikus yang ahli berkilah. Pada proses interview yang dibagi menjadi empat bagian itu, Frost terjerat oleh kemampuan retorika Nixon. Mau tidak mau, keduanya harus bertarung menyelamatkan reputasinya, hingga akhirnya interview Frost/Nixon menjadi episode televisi yang paling penting dalam sejarah AS.


Tag: review, Ron Howard, frost nixon, richard nixon, david frost, watergate

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
film ini... bagus banget, tp terlalu berat buatku... mungkin krn waktu itu nontonnya udah malem dan ngantuk? hehehe...
Herman Saksono 0 0
Berat di mata kali ya. Nonton pertama aku juga ketiduran (karena memang sudah jam 00.00).

Nonton kedua riset dulu soal skandal watergate hehe.
sabai 0 0
waduuuh... rajin banget mau nonton film pakai riset dulu... lebih rajin dr pd yg bikin film pocong! mereka pake riset gak ya? risetnya cari pocong kemana ya? : D
Herman Saksono 0 0
Risetnya nonton film-film pocong pendahulu : D
Egar Hamzah 0 0
waahhh ini film favorit saya, dari dulu penasaran, tapi baru sempat nonton beberap minggu lalu : )

karena ada politik dan katanya banyak dialog, sebelum nonton ini saya sempetin nonton dokumenter watergate dulu biar mudheng hehe.

suka banget waktu wajahnya nixon (langella) di close up di episode wawancara terakhir, kayaknya telak banget dia kalah. rapuh, kesepian campur aduk di mimik wajahnya itu : )
Herman Saksono 0 0
Egar Hamzah: Bener banget. Ekspresinya kalah, rapuh, malu. Say ajadi kasihan sama Nion di film ini. Dia nampak seperti pecundang yang kesepian.
jamur 0 0
Herman Saksono: Egar Hamzah: yes. close up nixon. terus si sam rockwell ngomong...

"you know the first and greatest sin of the deception of television is that it simplifies;.....understood the reductive power of the close-up, in getting for a fleeting moment what no investigative journalist, no state prosecutor, no judiciary committee or political enemy had managed to get; Richard Nixon's face swollen and ravaged by loneliness, self-loathing and defeat"

ah pas sekali.. : )
kucingsapi™ 0 0
film ini kurasa mudah di dapat, dari yang ori sampe yang bajakan, tapi kok kayaknya berat ya... jadi mikir2 pas mau nonton : p apa gw nonton kudu riset dulu ya? : ))
Afris 0 0
baru selesai nonton film ini, dan.. ternyata filmnya keren!
memang, sebelum nonton harus tahu dulu apa itu skandal watergate.. kalo gak nanti agak bingung dengan ceritanya.

Silahkan login untuk memberikan pendapat