When in Rome, i got nothing :| 4
Minggu, 4 Jul '10 14:07
Cerita When in Rome dimulai dari plot yang standar (namun mungkin akrab dengan kehidupan kaum urban, terutama perempuan, masa kini) mengenai kesuksesan karir Beth dan sepertinya memiliki segalanya kecuali pasangan (terdengar cukup akrab?). Awal permasalahan dimulai ketika Beth pergi ke Roma, Italia untuk menghadiri pernikahan adiknya. Lalu melalui serangkaian kejadian konyol yang tak disengaja (namun sepertinya itu takdir Tuhan), Beth bertemu dengan Nicholas. Layaknya perempuan pada umumnya, Beth tertarik kepada Nicholas dan berharap bisa mengenalnya lebih jauh. Namun sayangnya pada saat ingin berbicara dengan Nicholas, Beth melihat seorang perempuan mendatangi Nicholas dan mereka bertukar sapa dengan sangat mesra. Untuk melampiaskan kekecewaannya Beth menyendiri dan menenggak alkohol di Kolam Cinta atau "Fontain of Love", dalam keadaan tidak sadar ia mencemplungkan dirinya ke dalam kolam itu dan mengambil lima koin untuk membuktikan bahwa mitos koin cinta itu tidak benar. Selanjutnya? Ya seperti yang bisa ditebak, kisah yang di bikin ribet dengan so called happy ending.
What does this movie offer you? Masih dengan menjual mimpi yang sama: Menemukan Mr. Right, When in Rome tidak menawarkan sesuatu yang baru. Akting para pemainnya terasa hambar, untung diselamatkan oleh akting-lumayan dari Kristen Bell yang berperan sebagai Beth dan kehadiran Danny deVito yang memberikan suasana lucu. Sayang sekali Josh Duhamel kurang mendalami perannya sehingga keseksiannya (yes he's HOT) tidak diimbangi dengan kecerdasan aktingnya. Selebihnya, sampah. Tapi setidaknya film ini bisa memenuhi mimpi mereka yang masih mencari Mr. Right (dan percaya bahwa takdir itu memang ada).
Apa pelajaran yang bisa dipetik dari film ini? There's someone out there for you, you just have to look for it to give your heart a try. Cinta juga tidak bisa dipaksakan, chemistry akan hadir secara alami bila memang sudah ditakdirkan seperti itu. Tapi sayang, chemistry antara Nicholas dan Beth agak kurang "nyetrum" nih di sini :(
Mark Steven Johnson sepertinya gak usah mencoba lagi untuk menyutradarai film drama, udah deh cari skenario yang setipe sama "Ghost Rider" aja. Oh, but then again, ini review dari persepsi saya aja lho :)
Terkait:
-
Arisan! 2 : 8 year has passed
Rabu, 14 Des '11 19:15 -
The Way Home (2002): Drama Korea antara si Nenek dan si Cucu.
Selasa, 4 Okt '11 12:00 -
The Virgin Suicides
Kamis, 14 Jul '11 18:52
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Good Take
-
JuliaJessicaJennifer: Good Take
-
sabai: Informatif

Komentar:
DVD ini masih ada nih di rak DVD saya. Masih nunggu giliran nonton. Entah kenapa, saya selalu nggak bisa berpaling dari film-film yang dari posternya pasti udah ketebak romcom (yes I'm a sucker of romcom), mau dikata pas udah ditonton ternyata bapuk abis juga...
Btw, udah nonton romcom terbarunya si J-Lo itu belum? Bagus nggak ya?
Donald Duck: stujuuu
sabai: kuntilanak naik motor
putridmr: emang ada lagi ya filmnya J-lo waktu itu?
Silahkan login untuk memberikan pendapat