Ink: As the light fades and the city goes to sleep, two forces emerge. 4
Sabtu, 3 Jul '10 18:21
Ink: As the light fades and the city goes to sleep, two forces emerge.
Film ini keren. Project ambisius untuk produksi film low budget, castnya cukup banyak, lokasi shooting juga variatif dan visual effects yang efektif. Yang paling penting, Ink punya story line yang menarik dan original. Karakter-karakternya cukup kuat, membuat mereka mudah diingat dan editing keseluruhan film cukup bagus. Membawa kita ke dalam dunia yang surreal dan memperkenalkan kita kepada karakter utama, Ink. Ink adalah makhluk yang biasa disebut Incubus, Makhluk jadi-jadian yang memberikan kita mimpi buruk dan tidak bisa terlihat oleh manusia. Saat seorang Storyteller (Kebalikan dari Incubus, memberikan kita mimpi indah) mendapati ink sedang dalam usahanya menjadi iblis dengan menculik anak kecil, pertarungan hebat tzk terelakkan. Kita terbawa dalam dimensi lain, Dimensi yang unik dan tidak mudah terlupakan.
Sutradaranya mampu memanfaatkan seluruh durasi dengan baik. Ceritanya terbangun perlahan tapi pasti. Dan ini yang paling hebat: Sutradaranya membiarkan ceritanya masuk kedalam pikiran penonton, membuat penonton aktif dalam memecahkan puzzle cerita. Sebuah kesenangan yang jarang diberikan oleh Sutradara film indie yang biasanya ngotot menunjukkan sisi seni dalam film mereka, yang terkadang, tidak terlalu memikirkan keseluruhan cerita = tidak memikirkan kepuasan penonton, meskipun penonton mereka tahu kalu itu film indie. Winans tidak seperti itu, justru sebaliknya, membuat penonton ikut aktif. Endingnya memuaskan dan tidak overplayed, dan agak membuat saya tergelitik ingin menonton film ini sekali lagi.
Ink membuktikan bahwa film yang bagus terletak pada scriptnya, dan meskipun film ini low-bugeted, tidak membuatnya menjadi jelek. Saya tidak tahu pasti berapa budgetnya, tapi setelah melihat keseluruhan film ini saya yakin kalau budgetnya memang sangat rendah. Dan meskiput Cast-nya belum banyak dikenal, penampilan mereka tidak mengecewakan. Bukan juga kualitas oscar, tapi mereka cukup blend-in dan beberapa bermain cukup bagus. Ini film indie yang bisa dinikmati oleh siapa saja, tidak ada bendera merah.
Ink terlihat, terdengar dan terasa seperti apa yang kita harapkan dari film indie: a "real" movie.
dan ini beberapa fakta yang saya tarik dari beberapa media:
No big studio picked up the film for theatrical and home distribution.
Double Edge Films pitched the movie directly to independent cinemas and to the DVD, Blu-ray and online distribution by themselves.
After the release it became the most downloaded movies in file sharing torrent sites more accurately 400,000 times in a single week and exposed the film to a large audience, leading to higher DVD and Blu-ray sales in return.
The independent filmmakers wrote in their newsletter that they had "embraced the piracy" and are "happy Ink is getting unprecedented exposure.".
Cast: Søren Kelly (John), Quinn Hunchar (Emma), Jessica Duffy (Liev), Jennifer Batter (Allel), Jeremy Make (Jacob), Eme Ikwuakor (Gabe)
Running Time: 107 minutes
Director: Jamin Winans
Company: Double Edge Films
Genre: Action-Fantasy-Sci-Fi
Movie Trailernya
artikel dari sini
Tag: movie, Indie, indie-film
Terkait:
-
KAHAANI : A REAL TREAT FOR TWIST-SUCKERS
Sabtu, 19 Mei '12 01:24 -
SAFE HOUSE : A BUDDY ACTION THAT DIGS DEEPER
Kamis, 1 Mar '12 04:11 -
The Tree of Life: Sebuah Surat Cinta Untuk Tuhan
Minggu, 27 Nov '11 11:15

Komentar:
*pergi googling ;p
winans mampu membuat filmnya terilhat tidak murah dengan bujet yg terbatas...
Silahkan login untuk memberikan pendapat