Classic : Adaptation 2

Rabu, 30 Jun '10 08:54

 

Directed by SPIKE JONZE written by CHARLIE KAUFMAN & DONALD KAUFMAN cast NICHOLAS CAGE, MERYL STREEP, CHRIS COOPER, TILDA SWINTON, BRIAN COX, MAGGIE GYLLENHAAL based on the book "The Orchid Thief" by SUSAN ORLEANS released in 2002

 

Charlie Kaufman mengalami suatu kondisi yang disebut writer's block saat mengerjakan skenario berdasarkan buku "The Orchid Thief". Writer's block adalah sebuah kondisi dimana seorang penulis (novelis, penulis skenario, etc) kehilangan kreativitas untuk menghasilkan karya baru. Ia menginginkan untuk membuat sesuatu yang benar-benar baru, orisinil, dan berani. Charlie yang benar-benar mengalami frustasi dan akhirnya mendapatkan ide untuk menuangkan pengalamannya tersebut ke dalam skenarionya itu sendiri.


Film ini memiliki dua cerita yang saling berhubungan. Pertama, adalah kisah Susan Orleans (Meryl Streep) yang ingin membuat sebuah artikel tentang seorang pencuri anggrek bernama John Laroche (Chris Cooper). Kisah kedua adalah tentang Charlie Kaufman (Nicholas Cage) yang berusaha untuk mengadaptasi buku "The Orchid Thief" karya Susan Orleans. Kisah pertama sesungguhnya menarik tapi tidaklah begitu mampu menghipnotis penonton tanpa kehadiran kisah yang kedua. Kisah perjuangan Charlie yang memberikan aura komikal kepada film ini sembari menghipnotis penonton dengan keindahan sebuah proses penciptaan dari ketiadaan dengan mencampurkan realita dan fiksi dari kisah pertama dan kisah kedua itu sendiri.

 

Charlie memaksimalkan ide memasukkan karkater dirinya sendiri dan menghasilkan beberapa hal yang menjadi daya tarik utama dari film ini, antara lain :

  1. Keinginan untuk bisa membuat film dimana di dalamnya tidak ada hal luar biasa terjadi. Dalam film "Adaptation", kita bisa melihat hal itu dari karakter Charlie yang menekankan keinginannya untuk mengutarakan keindahan anggrek. Kita tahu bahwa Charlie tidak pernah membuat sesuatu sesederhana itu. Jadi, saya rasa yang dia maksud di sini adalah dia ingin membuat cerita sederhana yang diceritakan dengan cara yang luar biasa, entah dari sudut pandang atau pun plotnya. Saya rasa frustasi yang dirasakan karakter Charlie ini juga berasal dari Charlie sendiri.
  2. Kebencian akan adegan-adegan klise Hollywood yang meilibatkan mobil yang kejar-kejaran, pistol, sex, dan karakter yang pada akhirnya mempelajari pelajaran penting tentang hidup. Hal-hal itu diutarakan oleh karakter Charlie saat sebuah meeting dengan produsernya, Valerie (Tilda Swinton). Ternyata Charlie pun bermain-bermain dengan hal-hal yang Ia sebut di atas. Kebanyakan adegan seks yang dihadirkan Charlie adalah sebuah fantasi dari karakter Charlie yang sedang bermasturbasi. Adegan yang melibatkan mobil bukanlah adegan kejar-kejaran, tapi adegan menguntit dan berusaha melarikan diri. Pistol juga ternyata muncul, tapi digunakan oleh John dan Susan yang tidak biasa menggunakan pistol.
  3. Aturan-aturan penulisan skenario yang didobrak. Karakter Robert McKee (Brian Cox), dalam seminarnya yang dihadiri karakter Charlie, dengan tegas mengatakan untuk tidak menggunakan narasi voice-over untuk menceritakan perasaan dan pikiran karakternya. Selain itu, Ia juga mengatakan untuk tidak menggunakan deus ex machina untuk mengakhiri filmnya. Kata "deus ex machina" adalah sebuah cara menyelesaikan konflik cerita dengan adanya karakter baru, kemampuan baru, atau objek baru. Charlie mendobrak kedua hal itu dengan alasan yang bagus. Karakter Charlie selalu berbicara dengan pikirannya sendiri dan deus ex machina pun hadir dengan adegan tabrakan mobil di rawa dan munculnya buaya yang tiba-tiba menggigit John di rawa.

 

Kenapa Charlie bermain-main dengan poin-poin di atas? Saya rasa kita harus kembali lagi kepada gaya Charlie yang senang mencampur realita dan fiksi. Selain itu, poin-poin di atas menghadirkan atmosfer komikal yang tidak biasa. Banyak twist yang muncul dari poin-poin di atas. Atmosfer filosofis juga terasa dari konsep kata "Adaptation" itu sendiri yang berasal dari proses adaptasi buku menjadi film sekaligus proses adaptasi manusia terhadap kehidupan dan manusia yang lain. Banyak adegan yang menceritakan tentang keindahan anggrek yang menekankan hal tersebut.

 

Selama proses yang panjang bersama Spike Jonze dalam pembuatan film "Adaptation" sendiri, Charlie dan Spike pun mengubah klimaks film ini yang tadinya melibatkan seekor kera menjadi buaya. Perubahan pada tahap produksi semacam itu menjadi sebuah hal yang lumrah ketika bekerja sama dengan Charlie Kaufman. Ia adalah seorang seniman film sejati yang menyadari bahwa film adalah sebuah seni visual dan menganggap skenarionya sebagai sebuah rangkaian catatan tentang suasana apa yang Ia ingin tampilkan.

 

Sutradara Spike Jonze yang menyaksikan sendiri bagaiman frustasinya Charlie Kaufman sewaktu ingin mengerjakan skenario film ini ternyata menjadi pilihan sutradara yang tepat. Ia (dan Michael Gondry) mengerti prinsip Charlie Kaufman yang selalu ingin bersama filmnya mulai dari awal hingga akhir. Dengan bekal pernah bekerja sama dengan Charlie dalam film "Being John Malkovich", Spike Jonze menemukan pace dan visual yang tepat untuk film ini.

 

Di departemen akting, saya rasa aktor-aktor kunci dalam film ini, yaitu Nicholas Cage, Meryl Streep, dan Chris Cooper sadar bahwa karakter yang ditawarkan kepada mereka adalah karakter yang menyenangkan sekaligus menantang. Nicholas Cage dengan aktingnya menjadi saudara kembar sangat memukau karena tampak begitu berbeda, meskipun mereka tidak saling bicara. Contohnya, lihatlah adegan di dalam kamar hotel dimana karakter Charlie dan Donald berbicara di atas ranjang yang berbeda. Meryl Streep dengan adegan yang melibatkan narkoba dan nada sambung telepon adalah salah satu adegan terunik dalam film ini. Chris Cooper pun selalu menyita perhatian hanya dengan penampilan fisik tanpa gigi dan pola pikirnya.

 

Kesimpulan saya : "Adaptation" terbukti memiliki skenario, penyutradaraan, dan akting yang di atas rata-rata.

 

(Diambil dari blog LABIRIN FILM)


Tag: Charlie Kaufman, Adaptation, Nicholas Cage, Chris Cooper, The Orchid Thief, Spike Jonze, Tilda Swinton

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
one of my all time favorite...
Satrio Nindyo Istiko 0 0
sabai: toss!! : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat