Handphone (2009) : Frustasi dan Mati Karena HP 0

Jumat, 25 Jun '10 10:00

Film ini bercerita tentang manajer artis bernama Seung Min yang diperankan oleh Uhm Tae Wong. Seung Min adalah manajer yang sebenarnya punya karir yang cukup cemerlang di dunia hiburan berkat menjadi manajer aktris muda Jin A yang selama ini punya imej baik di hadapan publik. Namun meski cukup sukses sebagai manajer, di balik itu Seung Min sedang bermasalah dengan gangster karena punya utang cukup besar plus hubungan dengan istrinya yang tidak akur.

Di tengah masalah tersebut, hadir lagi masalah baru ketika mantan pacar Jin A menyebarkan video adegan intim antara Jin A dengan seorang pria dan mengirimkan video tersebut ke handphone milik Seung Min. Pada awalnya masalah selesai, ketika Seung Min berhasil melakukan negosiasi dengan mantan pacar Jin A dan membayarnya untuk tape rekaman video tersebut. Konflik panjang dan kompleks muncul ketika Seung Min tanpa sengaja meninggalkan handphonenya di coffe shop tempat perjanjian untuk mengambil tape video tersebut, ketika sadar bahwa handphonenya sudah tertinggal dan kembali ke coffe shop, handphone itu raib dan ketegangan pun dimulai...

Handphone Seung Min rupanya diambil oleh Lee Gyu (Park Yong Woo) seorang karyawan supermarket yang berdedikasi tinggi pada kantornya, ia dikenal sebagai pemecah masalah bila ada komplain dari pembeli. Ia juga sangat menjunjung tinggi prinsip "pembeli adalah raja" sehingga meskipun dari beberapa kejadian di supermarket adalah karena kesalahan konsumen ia tetap melayaninya dengan baik bahkan meminta maaf. Namun di balik senyum ramah dan ketegaran Lee Gyu, ia sebenarnya juga punya masalah keluarga karena sang Ibu dirawat di rumah sakit dan dalam kondisi kritis, Lee Gyu menjadi kepala keluarga dan harus menanggung semua biaya pengobatan ibunya. Setelah menemukan handphone milik Seung Min, rupanya Lee Gyu tidak mau mengembalikannya begitu saja, ia mulai mempermainkan sang pemilik handphone dengan menghubungi istri Seung Min, membatalkan janji dengan perusahaan-perusahaan yang akan mengontrak Jin A, artis Seung Min. Sisi lain Lee Gyu muncul akibat stres karena kondisi ibunya, sementara di tempat kerja ia harus menjadi sosok yang sopan dan sering berhadapan dengan konsumen yang tidak sopan bahkan sering melukainya. Lee Gyu mulai membuat "permainan" agar handphonenya bisa kembali, ia memerintahkan Seung Min untuk merusak mobil seorang pria bahkan juga membunuh seorang kakek yang sama sekali tidak dikenal Seung Min. kedua korban tersebut adalah konsumen supermarket tempat bekerja Lee Gyu yang pernah menimbulkan masalah dan membuat Lee Gyu kesal hingga diam-diam menyimpan dendam. Sifat kedua pria ini sama-sama keras, hanya saja Seung Min lebih terang-terangan dalam perangainya dibanding Lee Gyu yang lebih sering nampak kalem. Lee Gyu yang sebenarnya hanya iseng mengerjai Seung Min agar handphonenya bisa kembali justru menjadi musuh Seung Min dan negosiasi berubah menjadi pertarungan hingga menimbulkan banyak korban, termasuk mereka sendiri.

Tidak ada sosok yang benar-benar baik dan "hero", itu adalah deskripsi masing-masing karakter dalam film ini. Seung Min yang keras dan tidak akur dengan istrinya yang penyabar punya masalah dengan hutang, Lee Gyu yang ramah, belakangan digambarkan frustasi dengan pekerjaan dan kondisi ibunya yang kritis. Bahkan istri Seung Min yang penyabar itu diceritakan punya selingkuhan.

Ada dua poin yang membuat saya kecele dengan film ini, pertama saya mengira film ini adalah cerita tentang Seung Min dalam melakukan negosiasi dengan pemilik video mesum Jin A dan kedua saya mengira film ini akan kehilangan gregetnya karena sang penemu handphone yang awalnya digambarkan misterius justru dimunculkan dengan jelas dengan penggambaran karakter yang jelas juga. Rupanya saya salah, justru di sinilah kekuatannya. Karena lawan Seung Min yaitu Lee Gyu digambarkan dengan jelas, pertarungan watak dan fisik antara keduanya menjadi sangat seru dan tegang (Sedikit mengingatkan saya "Changing Lanes" yang diperankan Ben Affleck dan Samuel L. Jackson). Negosiasi yang awalnya dikendalikan oleh Lee Gyu, bahkan sempat kendalinya dipegang oleh Seung Min ketika identitas penemu handphone itu ketahuan. Lee Gyu yang awalnya nampak seperti tokoh yang antagonis, bahkan sangat antagonis di pertengahan film menjadi sosok yang begitu menyedihkan kondisinya, sehingga sempat muncul rasa kasihan dan tidak tega melihatnya. Akting Park Yong Woo sebagai Lee Gyu sangat baik di film ini, perubahan karakter dari ramah, sopan menjadi licik, kejam bahkan stres dan frustasi sangat pas dan tidak terasa dipaksakan. Sebagai penemu handphone ia sukses memaksa Seung Min mematuhi perintahnya yakni berkata dan bersikap sopan (disebabkan perilaku konsumen yang membuatnya kesal) lalu merusak bahkan membunuh orang dengan bukti foto dan video yang harus dikirim ke handphonenya. 

Seperti yang saya katakan di atas bahwa tidak ada sosok yang benar-benar "hero" jangan harap anda akan menemukan sosok protagonis di sini, karena sampai akhir film, peran antagonisnya bertukar-tukar antara Seung Min dan Lee Gyu, dengan konflik yang kompleks dan panjang disertai ending yang tragis, hanya karena sebuah handphone.

Durasinya memang panjang, 2 jam 12 menit dan sebenarnya film ini bisa disudahi di satu momen, ketika handphonenya sudah kembali (tentu dengan ending yang berbeda). Namun buat saya pribadi nyaris tidak ada momen yang membuat saya bosan bahkan ngantuk, karena penuturan film ini berhasil membuat mood saya terjaga. Menarik untuk disimak bagaimana kedua pria yang bermusuhan ini menggunakan segala cara untuk bisa saling mengalahkan, keduanya sama-sama cerdik dan endingnya yang tragis membuat saya menyimpulkan tidak ada pemenang di antara Seung Min vs Lee Gyu.

Hati-hati dalam membuat keputusan, itu mungkin pesan yang paling tepat dan saya simpulkan dalam film ini. Bayangkan hanya karena sebuah handphone justru muncul masalah besar sampai menimbulkan banyak korban. Pelajaran untuk kita yang mungkin pernah menemukan barang orang di jalan hehe. Entah kenapa saat menulis ini, tiba-tiba saya membayangkan film Indonesia ada yang menawarkan tema seperti ini, jadi nanti yang main Oka Antara dan Reza Rahardian. Kayaknya keren juga, apa lagi mereka sudah beberapa kali bertemu dalam film sebagai "musuh". Mulai dari "Perempuan Berkalung Sorban", "Queen Bee" dan terakhir "Hari Untuk Amanda", gimana menurut anda?


Tag: film korea, handphone

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat