The Mentalist 5

Selasa, 15 Jun '10 00:03

 

Someone who use mental acuity, hypnosis and/ or suggestion. A master manipulator of thoughts and behavior.

 

Kata - kata di atas merupakan pembuka dari film seri ini. Menceritakan seorang yang bernama Patrick Jane, yang bekerja sebagai konsultan independent untuk CBI (California Bureau of Investigation). Ia membantu penyelidikan dari tim yang dipimpin Teresa Lisbon yang beranggotakan Kimball Cho, Wayne Rigsby dan Grace Van Pelt.

 

Seperti yang dikatakan di pembukaan film ini, Patrick Jane mempunyai kemampuan untuk menghipnotis, serta pengamatan yang dalam mengenai perilaku seseorang dan bahasa tubuh hingga mengambil barang tanpa diketahui orang lain (kasarnya : mencuri atau mencopet). Kemampuan menghipnotisnya ini yang sering membuat Lisbon marah karena hal tersebut dianggap illegal. Akibatnya semua informasi yang didapat melalui hipnotis dianggap tidak sah dan tidak akan dapat digunakan secara hukum.

 

Tokoh - tokoh utama dari film seri ini adalah :

 

Patrick Jane (Simon Baker)

Sebelum bergabung dengan CBI, Jane memperoleh penghasilan dengan berpura - pura sebagai cenayang. Hingga akhirnya ia menyinggung seorang pembunuh serial dalam sebuah acara tv. Akibatnya, pembunuh yang dikenal publik dengan nama: Red John membantai istri Jane beserta putrinya. Jane akhirnya memusatkan perhatiannya membantu penyelidikan CBI dengan harapan bahwa suatu saat ia akan dapat membalas dendam bagi kematian keluarganya.

 

Seperti kebanyakan orang yang mempunyai kemampuan membaca bahasa tubuh orang lain, Jane selalu bertindak semaunya dan sering menempatkan Lisbon dalam posisi tidak enak. Tapi sebenarnya Jane peduli pada Lisbon. Ia memilih membunuh orang yang sebenarnya bisa memberi informasi mengenai Red John ketika Lisbon dalam bahaya. Bagi Jane: if Lisbon is unhappy, then I am less happy...

 

 

Teresa Lisbon (Robin Tunney)

Lisbon bertanggung jawab atas tindak laku Jane dalam semua kegiatan penyelidikan mereka. Dengan prinsipnya yang selalu melakukan segala sesuatu sesuai peraturan, tentu saja ia merasa terganggu dengan tindak laku Jane. Tapi ia mengakui bahwa Jane sangat berharga bagi tim mereka dan ia juga menginginkan Red John tertangkap. Walau tentu saja Lisbon menginginkan Red John diadili untuk kejahatannya sementara Jane ingin membuat perhitungan langsung.

 

Wayne Rigsby (Owain Yeoman)

Berbanding terbalik dengan badannya yang besar, Rigsby justru terkesan paling lembek apalagi jika ia sedang berdekatan dengan Van Pelt. Hal ini sering jadi bulan - bulanan oleh rekannya Cho dan terutama oleh Jane. Mereka semua berusaha agar hubungan yang melanggar peraturan tersebut tidak diketahui oleh Lisbon.

 

 

Kimball Cho (Tim Kang)

Cho sebelumnya pernah terlibat dalam gang sebelum bergabung menjadi penegak hukum. Walau ia juga sering jengkel pada Jane karena dilibatkan dalam semua muslihatnya untuk menjebak penjahat, ia selalu siap mendukung. Cho selalu bisa menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi.

 

Grace Van Pelt (Amanda Righetti)

Personil yang bergabung belakangan in sebenarnya dinilai baik oleh Lisbon. Satu hal yang dikuatirkan Lisbon adalah Van Pelt berhubungan dengan Rigsby karena melanggar peraturan yang berlaku. Awalnya Van Pelt sering berselisih pendapat dengan Jane karena ia sangat religious sementara Jane justru sebaliknya. Namun, bekerja dengan Jane membuat Van Pelt belajar banyak untuk menghadapi orang yang ingin memanipulasinya. Ia juga menyukai Rigsby namun ambisinya dalam karir melebihi hal tersebut.

 

 

Yang gue suka dari film ini, tentu saja dong hubungan tersirat antara Jane dan Lisbon. Bagaimana mereka memperhatikan keadaan satu sama lain dengan cara mereka sendiri. Lisbon menyadari bahwa di hari ia setuju menerima Jane sebagai konsultan, karirnya akan menjadi taruhan. Ketika Jane bertanya, mengapa Lisbon menyetujui hal tersebut, Lisbon menjawab bahwa yang terpenting baginya adalah dengan kerja sama mereka banyak kasus kejahatan yang sudah mereka tangani. Dan baginya itu cukup.

 

Walau gue menikmati bagaimana Jane bermain - main dengan pelaku utama pembunuhan, kadang gue kasihan juga dengan Lisbon dan anak buahnya. Kesan yang didapat, adalah tanpa bantuan Jane sebagai konsultan bagi CBI maka akan sulit bagi mereka untuk membongkar kasus - kasus kejahatan. Terutama yang sulit dibuktikan akibat minimnya bukti - bukti.

 

Pastinya gue ingin tahu bagaimana jika akhirnya mereka mendapatkan Red John, karena Jane ingin membalas dendam. Sementara Lisbon menginginkan keadilan ditegakkan secara hukum yang sah. Apakah pada akhirnya mereka akan berada di persimpangan jalan dan saling bertentangan satu sama lain?

 


Tag: the mentalist

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

santador 0 0
Busyetttt, lagi-lagi kalah. Ini udah ada di draft komputer saya. Takluk lah. BTW, udah nonton season 2 yang baru berakhir? Kayanya tulisan ini ga spesifik ke season tertentu.

Hmmmm, selera kita mirip yak? : p
Ria Tumimomor 0 0
biarpun udah kalah cepet posting, tapi kita2 masih mau baca loh resensinya...
Saya belum nonton smp selesai yg season dua.... huhuhuhuh
Bimo Sukresno 0 0
i love this series. amanda righetti is sexy with the gun n tight jeans. i like patrick so funny n naughty also his relationship with lisbon.
I wrote SYN not Tragedies 0 0
KEREN ABIS!

pertama, ini genre pelem detektip2an... tapi karakter patrick emang kentel banget disini, selain kelakuan yang unik dan lucu, dia juga punya daya analisa yang muantaafff

wajib nonton deh pokoknya, sayang sampe akhir sisen 2 itu musuh besarnya si patrick kok belom di face2face in sih... biar balas dendem si patrick kelaarr

dan lagi..trims buat serial ini, serial bones rada terbengkalai saya tonton

: D: D: D: D: D: D
Ria Tumimomor 0 0
I wrote SYN not Tragedies: hiahahaha... emang tuh... Mestinya dimatikan aja kek dan munculin aja musuh lain... Masa dengan kepintarannya Patrick malah musuh yg ini gak dapet2

Silahkan login untuk memberikan pendapat