Hongkong, TKI, dan Film: Minggu Pagi di Victoria Park 4
Senin, 14 Jun '10 19:59
Betul-betul dibuat penasaran oleh rangkaian gambar indah yang di-publish di Facebook Page MPdVP sejak pertama melihatnya bulan Februari lalu. Bukan tertarik cerita, cast, sutradara, atau apapun, melainkan hanya gambar-gambar indah tersebut. Sempat tertunda dua bulan dari jadwal yang seharusnya, akhirnya MPdVP berhasil juga ditonton..
Sering kejadian, ketika sesuatu dipuji terlalu tinggi, "the it factor" nya malah ilang jika dirasakan oleh orang lain yang terus menerus mendengar sesuatu itu dipuji. Contohnya, Robert Pattinson. Hampir semua cewek bilang dia ganteng, sampe-sampe gue sama sekali ga napsu untuk nonton lanjutan Twilight. Bukan itu aja, gue sama sekali tidak terbius oleh R-Patz yang katanya ganteng itu.
Sama hal nya dengan film ini.. Sejak pertama keluar, baca review dan komentar banyak orang yang bilang film ini bagus banget, possibly best picture of the year, gue yang baru nonton H+4 jadi was-was, jangan-jangan gue ga bisa ngerasain greget filmnya lagi.. Ehh... Hal itu ternyata terbukti...
Tapi hanya di bagian-bagian awal film.. :D :D :D
Makin ke belakang, secara perlahan tapi pasti, Lola Amaria si sutradara sekaligus pemain utama MPdVP ini ternyata mampu membuat gue menyadari "oohhh gue tau kenapa orang-orang pada bilang bagus", hingga bahkan ada yang memberi nilai sempurna untuk film ini.
Akting, emosi, musik, dan SINEMATOGRAFI nya. ck.. CIAMIK! Gue terus menerus dibuat terkagum-kagum dengan 'mata' Yadi Sugandi yang sangat memperhatikan detail dan menawan -- juga membuat gue menyadari betapa indahnya Hongkong, dan membuat gue ingin pergi ke sana. Belum lagi pilihan lagu-lagu yang mengiringi mampu membawa suasana menjadi 'lebih' lagi.
Akting para pemainnya ga usah diragukan lagi.. Titi Sjuman, Lola Amaria, Donny Damara yang betul-betul tampak layaknya orang Hongkong (mirip Andy Lau dah kata gua), Donny Alamsyah -- si super cute yang pengen gue cubit cubit -- yang sangat fasih berbahasa kanton, Sari (ga tau siapa nama aslinya), dan semua pemain pendukung lainnya, berakting maksimal.
Lola Amaria tampaknya sudah melakukan penelitian dengan sangat matang, hingga cerita yang ditampilkan betul-betul menggambarkan kehidupan keseharian para TKW di Hongkong. Gue bahkan dibuat kagum sama majikannya Lola yang mengajak pembantunya makan semeja bersama.. Ck, di Indonesia mana ada cerita begitu..
Sangat disayangkan karena cerita dari hampir semua orang yang menonton itu semuanya menyatakan bahwa: penontonnya sedikit. Hal itu terjadi juga waktu gue nonton tadi.. Mungkin itu adalah rekor penonton film Indonesia tersedikit yang pernah gue liat selama gue nonton film Indonesia di tempat yang sama, 10 orang. Jam nya padahal lumayan sore loh, 16.35..
Agak sulit memang membuat penonton Indonesia mau menonton film berkualitas hasil karya negerinya sendiri. Sering mengeluh dan komplain akan kebobrokkan film Indonesia, tapi terus menerus menutup mata akan film berkualitas yang ada. Sulit, tapi bukan tidak mungkin. Gue percaya, suatu saat nanti, "si buta" akan mampu melihat kembali keindahan dunia. :)
Tag: Film Indonesia, review, Titi Sjuman, Lola Amaria, donny alamsyah, donny damara, yadi sugandi, wajib tonton, victoria park, TKW, hongkong
Terkait:
-
SANG PENARI : AN OUTSTANDING ACHIEVEMENT IN OUR CINEMATIC HISTORY
Kamis, 1 Des '11 22:10 -
Minggu Pagi di Victoria Park (2010)
Kamis, 10 Jun '10 23:24 -
MERAH PUTIH III: HATI MERDEKA : A FAILED FINALE
Jumat, 10 Jun '11 04:41
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Good Take
-
Devita Handini: Good Take
-
jamur: Good Take
-
JuliaJessicaJennifer: Box Office
-
raditherapy: Box Office

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat