Where The Wild Things Are (2008) 4
Selasa, 8 Jun '10 21:41
Sumber : http://imankurniadi.wordpress.com/2010/05/09/where-the-wild-things-are/
<strong><em>Max: There were some buildings... There were these really tall buildings, and they could walk. Then there were some vampires. And one of the vampires bit the tallest building, and his fangs broke off. Then all his other teeth fell out. Then he started crying. And then, all the other vampires said, "Why are you crying? Weren't those just your baby teeth?" And he said, "No. Those were my grown-up teeth." And the vampires knew he couldn't be a vampire anymore, so they left him. The end. </em></strong>
<a href="http://imankurniadi.files.wordpress.com/2010/05/where_the_wild_things_are03.jpg"><img src="http://imankurniadi.files.wordpress.com/2010/05/where_the_wild_things_are03.jpg" alt="" title="where_the_wild_things_are03" width="510" height="286" class="aligncenter size-full wp-image-315" /></a>
Ada dalam suatu saat dalam suatu hari saya berfikir, mengapa orang bisa menjadi berbeda? karena agar mereka mudah dikenali. Ada kata-kata bijak yang pernah saya dengar, mungkin bunyinya seperti ini, <em>"to be differ better than to be better"</em> (menjadi orang yang berbeda lebih baik dibandingkan menjadi orang yang memiliki keliebihan). Misalnya begini, ada teman kuliahaku dulu yang sangat mahir memainkan piano. Dalam satu kelas ada sekitar 50 orang, dan dia adalah satu-satunya yang bisa memainkan piano. mungkin belum tepat dg pernyataan berikut: apakah orang yang bisa main piano itu 1 : 50, atau setiap dalam 50 orang, ada 1 orang yang bisa memainkan piano?? Atau saya menggunakan contoh lain, RI 1, dia adalah 1 diantara berjuta-juta orang. Atau contoh yang leboh mudah, hobi mengoleksi <em>action figure</em>. Saya punya teman yang seperti itu, mungkin perbandingannn ya 1 : 100. Nah, mungkin itu salah satu hasrat yang sedang saya kejar. Menjadi 1 orang yang berbeda dengan 10 orang, 100 orang, 1000 orang, 10000 orang, 100000 orang, 1000000 orag, 10000000 orang, 100000000 orang lain. Ha ha ha, cukup ngelantur-nya, mari saya lanjutkan review film yang aku tonton hari selasa lalu sepulang kuliah, setidaknya film ini memberikan inspirasi buat saya untuk berfikir seperti yang baru saja saya katakan, mungkin salah satu cara yang tidak akan saya tempuh adalah menjadi orang gila, karena masyarakat yang dimana saya berada saat ini masih beranggapan bahwa gila itu salah.
<strong><em>Judith: Happiness is not always the best way to be happy.</strong></em> (Where the wild things are)
<a href="http://imankurniadi.files.wordpress.com/2010/05/where_the_wild_things_are_poster.jpg"><img src="http://imankurniadi.files.wordpress.com/2010/05/where_the_wild_things_are_poster.jpg" alt="" title="where_the_wild_things_are_poster" width="450" height="656" class="aligncenter size-full wp-image-316" /></a>
Sebagai orang yang memiliki hobi menonton film dan menulis reviewnya, untuk kali ini saya menuis review dan berani untuk berbicara: <em>"saya tidak menyarankan anda menonton film ini"</em>. Sebelumnya saya akan membahas mengenai film lain, dimana setalh menonton film ini di bioskop premiere, saya tidak ada sama sekali hasrat untuk menuliskan reviewnya, judulnya adalah <strong>"Manusia Setrika" bagian kedua</strong>. Saya bernani bertaruh, anggap saja dalam satu studio bioskop terdapat 100 orang yang menonton, dan mungkin 99% dari mereka bilang film ini sangat bagus. Nah, saya kembali berani bertaruh, jika film <strong><em>where the wild things are</strong></em> diputar dalam bioskop (dan kenyataannya tidak), dari 100 orang yang menonton, mungkin lebih dari 90% yang mengatakan film ini "jelek", "nggak jelas", "apaan sih??", kenyataannya film ini memang jelek, dan mungkin saya bukan termasuk sekumpulan orang-orang itu, dan saya merasa baik-baik saja ketika memiliki perbedaan pendapat.
Asal tahu saja, saking jeleknya film ini saya berani membayar 49000 untuk mengoleksi VCD originalnya, dan teman saya mungkin akan berkomentar bahwa saya ini termasuk ornag yang lurus-lurus saja karena membeli VCD original bukan DVD bajakan. Saya sangat sependapat dg dia.
<a href="http://imankurniadi.files.wordpress.com/2010/05/where-the-wild-things-are-where-the-wild-things-are-5694178-1280-800.jpg"><img src="http://imankurniadi.files.wordpress.com/2010/05/where-the-wild-things-are-where-the-wild-things-are-5694178-1280-800.jpg" alt="" title="-Where-The-Wild-Things-Are-where-the-wild-things-are-5694178-1280-800" width="510" height="318" class="aligncenter size-full wp-image-317" /></a>
<em><strong>Douglas: Will you keep out all the sadness?
Max: I have a sadness shield that keeps out all the sadness, and it's big enough for all of us.</em></strong> (Where the wilds things are)
Sedikit bercerita, intinya film ini mengkisahkan cerita yang nggak jelas, pokoknya jelek lah, ttg seorang anak kecil yang menurut saya menderita <em>attention deficit hyperactive disorder</em> -- symtomps itu dianggap abnormal dan bermasalah di masyarakat dimana saya berada sekarang -- bernama max yang menjadi raja dari beberapa monster yang bernama Carol, Ira, Judith, The Bull, Douglas, Alexander, KW (Kay Double You). Awalnya mereka senang raja mereka adalah Max, tetapi keadaan berubah, dan akhirnya Max pulang, dan monster yang berna Carol sangat kehilangan Max. Begitulah....
mungkin film ini tidak saya rekomendasikan, tapi film sebelumnya (dibawah review ini) mungkin bisa saya rekomendasikan
<em>An adolescent named Max has an active imagination, and he will throw fits if others don't go along with what he wants. Max - following an incident with Claire (his sister) and her friends, and following a tantrum which he throws as a result of his Mother paying more attention to her boyfriend than to him - runs away from home. Wearing his wolf costume at the time, Max not only runs away physically, but runs toward a world in his imagination. This world, an ocean away, is inhabited by large wild beasts, including one named Carol who is much like Max himself in temperament. Instead of eating Max like they normally would with creatures of his type, the wild things befriend Max after he proclaims himself a king who can magically solve all their problems. <a href="http://www.imdb.com/title/tt0386117/plotsummary">[Written by Huggo]</a></em>
Tag: wild things

Komentar:
Ada yang bisa membantu menjelaskan.
Silahkan login untuk memberikan pendapat