Buddha Collapsed out of Shame [2007] 0
Selasa, 8 Jun '10 18:44
Ratapan Baktay, seorang gadis enam tahun yang tinggal di sekitar reruntuhan patung Budha di Bamiyan, Afghanistan. Menanggapi tantangan Abbas, anak laki-laki tetangganya yang belajar membaca di depan rumah-guanya, Baktay menjual beberapa telur ayam demi mendapatkan peralatan tulis. Meskipun uang yang didapat hanya cukup untuk sebuah buku tulis, ia memakai lipstick ibunya sebagai pengganti pensil. Malangnya, perjuangan Baktay untuk pergi ke sekolah dihambat oleh sekelompok anak lelaki yang bermain perang-perangan layaknya milisi Taliban. Mereka menangkapnya, dan memberi ancaman hukuman rajam. Baktay bersama beberapa anak perempuan yang juga 'tertangkap' diberi ceramah mengenai haramnya perempuan bersekolah, memakai lipstick dan tidak memakai burqa. Mereka 'ditawan' dalam sebuah gua dan masing-masing diberi penutup muka dari tas kertas sebagai penganti burqa. Baktay akhirnya berhasil melarikan diri di saat 'milisi Taliban' ini menghadapi serangan dari 'musuh'.
Film Iran garapan Hana Makhmalbaf ini dirilis tahun 2007, enam tahun setelah patung Budha di Bamiyan diledakkan oleh Taliban. Suatu tragedi bagi warisan peradaban dunia yang diruntuhkan oleh fanatisme radikal. Peninggalan sejarah ribuan tahun itu telah menjadi onggokan batu di antara relung-relung tebing, bersama para penduduk etnis minoritas Hazara di wilayah Bamiyan ini. Hazara yang berarti 'ribuan', adalah sebutan bagi ribuan tentara Mongol yang menetap setelah menguasai wilayah Afghanistan sekarang. Mereka tinggal dan akhirnya menjadi bagian dari bangsa Afghan meskipun sebagai minoritas karena raut muka yang lebih mendekati orang Mongol dan beragama Syiah. Setelah Taliban runtuh, negeri ini pun harus tercecer pada puing-puing perang yang sewaktu-waktu kembali mengancam. Walaupun arus perbaikan dalam ekonomi dan pendidikan terus digiatkan, aksi teror pun semakin menggila. Ini warisan perang, dan komunitas Bangsa Afghanistan semakin terancam oleh konflik etnis dan fanatisme agama.
Film ini memang sarat dengan permainan tanda. Entah 'lucu' atau menyedihkan saat adegan anak-anak lelaki yang sudah menggali kuburan bagi Baktay dan masing-masing menggegam batu siap dilemparkan. Baktay hanya menjawab dengan lugu, "Aku hanya ingin berangkat sekolah". Begitu pula saat buku tulisnya yang dirampas dan dirobek-robek kertasnya untuk dibuat mainan pesawat terbang dan dilempar ke arah bekas reruntuhan patung Budha. Atau saat Abbas yang mencari Baktay diintai oleh 'milisi Taliban' dan dicurigai sebagai mata-mata Amerika.
Bagaimana pun beratnya menghadapi deretan permainan ini. Abbas memberikan solusi kepada Baktay untuk mengakhirinya, "Die, so they free you!" Anak-anak yang sebelumnya menjadi milisi Taliban tiba-tiba sudah berganti peran sebagai tentara Amerika, dan memperingatkan Baktay, "You are a terrorist. We won't let you go back to your cave unless we kill you. Go ahead die." Baktay yang sudah lelah dengan permainan ini akhirnya menyerah dan 'mati', bersamaan dengan runtuhnya patung Buddha.
***
Tag: afghanistan, Makhmalbaf, Iran
Terkait:
-
Politik dan Film : Mohsen Makhmalbaf
Rabu, 9 Jun '10 14:27 -
Memanusiakan Perpisahan
Senin, 23 Jan '12 19:21 -
Nader and Simin, A Separation (2011)
Minggu, 11 Des '11 21:56
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Informatif

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat