Rating Umur 6
Selasa, 25 Mei '10 11:29
Penting gak siiih??
Penting gak penting kali yaaa??
Banyaknya film-film bagus yang diputar di bioskop belakangan ini membuat frekuensi menonton saya melonjak tajam. *halah bahasanya* Soalnya film-filmnya yang diputar itu menggoda banget untuk ditonton. Tapi dari sekian banyak judul film di bioskop itu, saya melihat dari judul (dan kadang-kadang trailer) *baru judul dan trailer aja, belum ratingnya* rata-rata film yang diputar itu untuk dewasa, minimal remaja. Jarang saya liat ada yang untuk anak-anak atau semua umur, sekalipun itu film superhero atau film yang (kesannya) film anak-anak.
Film luar seperti Batman, Kick-ass, Daybreaker, dan masih banyak lainnya (bisa dibantu ditambahin lho. hehe), menurut saya sangat tidak cocok ditonton anak-anak. *Pastinya menurut kalian juga tidak* :D Karena banyak adegan kekerasan di sana. Tidak cuma dari segi visual, tapi dari segi cerita juga banyak cerita film yang terlalu berat untuk anak-anak, belum cukup deh umur mereka untuk memahami cerita film tersebut. Salah-salah yang ada nanti malah ada penyimpangan perilaku psikologis dalam hidup mereka lagi. *Kejauhan gak sih mikirnya?* ;))
Film Indonesia jaman sekarang yang ngetrend dengan film-film horor (tapi mesum dan porno) atau yang bertemakan seks kayaknya gak cocok banget ditonton anak-anak. Ya itu, belum waktunya deh mereka nonton film kayak gitu. Yah, walaupun (MUNGKIN) beberapa film (kadang-kadang) bisa menjadi pembelajaran seks kalo ditemani orang tua. *Tapi kok menurut saya ceritanya kebanyakan tetep gak mendidik yah?* :D
Sampe sekarang saya masih suka geleng-geleng kalo ada orang tua yang nonton bawa anak-anak mereka yang notabene masih kisaran usia SD, bahkan balita. Waktu kemarin saya nonton Daybreaker pun begitu, ada serombongan keluarga yang nonton bawa balita mereka, padahal film itu lumayan berdarah-darah. [-( Belum lagi yang bawa anak-anak nonton film-film Indonesia yang bertemakan seksualitas dan sensualitas itu. Ini orang tuanya yang kurang cerdas *maafkan bahasa saya* ;)) ataukah anak-anak mereka yang ngotot nonton film itu? HHmmm.. Padahal *dari penampilan* sih cukup high class dan berpendidikan, tapi masa soal hal sederhana memilih hiburan apa yang baik dan kurang baik buat anaknya aja gak ngerti sih? (iya maaf, I do judge the cover) *Gemes sendiri* :))
Padahal waktu jaman saya SD dan SMP dulu, saya mau nonton bioskop yang udah ada label "dewasa" aja langsung gak dikasih. Sempet bete, rada ngambeg karena yang main adalah aktor favorit saya (namanya juga ABG. hihihi), tapi akhirnya saya cukup mengerti bahwa film itu belum waktunya saya tonton. Setelah pake ngambeg sih.. Hahaha
Soal rating umur ini sih saya yakin kalian para pecinta film ini sudah sadar banget, bahwa banyak film yang diputar sekarang itu gak cocok ditonton anak-anak. (Remaja kira-kira masih oke gak ya?) Saya nulis ini sih sebenernya karena gemeeeees banget kalo pas nonton film yang (gak cuma soal sensualitas dan seksualitas) bakalan berdarah-
darah atau jalinan cerita yang rumit dan cenderung psikopat, banyak ngeliat anak-anak seliweran dan ternyata nonton film yang bikin mereka teriak-teriak ketakutan di dalam bioskop. Akhirnya ganggu penonton lain karena banyak juga penonton yang jadi bete seperti saya karena lengkingan dan tangisan suara mereka. :( Plus, itu filmnya diputer midnight pula. Doh.. Diajarin begadang ya batita mereka. *mulai nyinyir* :))
Agak melenceng sedikit, soal rating umur ini gak berlaku cuma film aja. Bisa juga untuk komik, game, film kartun (merujuk ke anime Jepang sih). Banyak orang tua yang mikir kalo hiburan yang saya sebutkan di atas itu cuma untuk anak-anak dan membiarkan anak-anak mereka nonton tanpa mereka tau apa isinya. Pikir mereka "Komik, game, kartun?
toh film anak-anak" Tapi giliran di masyararakat 'rame' soal komik atau film kartun (inget jaman Sinchan dulu), komik dan kartun yang disalahin. Dibilang tidak mendidik lah, tidak bermoral lah, padahal di Jepang sendiri komik dan kartun itu ada segmennya sendiri, ada rating umurnya sendiri. Untuk anime pun jam tayangnya tidak sembarangan, bisa ada yang di atas jam 12 malam karena ratingnya gak cuma 17 tahun keatas, tapi bisa 25 tahun ke atas.
Hhmm.. walaupun kadang-kadang saya jaman dulu juga suka nonton film yang 'belum waktunya' ditonton macam film psikopat atau pelecehan seksual (karena pemainnya aktor favorit saya), tapi kayaknya generasi jaman dulu *berasa tuaaa banget ngomong begini* masih cukup aman ya. Karena akses ke 'dunia luar' belum sederas sekarang di jaman
serba internet seperti ini. (Suka serem aja liat berita jaman sekarang yang bisa-bisanya anak SD kelas 3 merkosa batita gara-gara nonton film porno. DOooh.. *nailbitting*)
Menurut saya sih, rating umur itu penting. Jaman sekarang yang (katanya) jaman informasi menurut saya sih akan menjadi lebih pe nting lagi. Karena banjir informasi di usia yang belum siap untunk informasi tertentu, bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan *oke, ini sih emang pikiran saya aja yang mikirnya kejauhan*.
Tapi melakukan pencegahan dan perlindungan untuk anak-anak dan adik-adik kita sejak dini, kayaknya sih gak ada salahnya ya?? Yaaah? yaah? *cari temen* :D
Baiklah, ternyata saya meracau cukup panjang juga. Sebelum saya makin ngaco, kayaknya saya tutup aja deh. Kalo ada yang mau nambahin ato koreksi soal rating umur ini, makasih lho. :D
Gambar dipinjam dari sini.
Terkait:
-
Daftar film yang tak bosan di re-watch
Jumat, 19 Nov '10 10:53 -
Megan Fox menyelamatkan saya
Kamis, 30 Sep '10 15:04 -
THE GREAT DICTATOR (1940): Parodi Nazi, Cerita Humor Seorang Diktator
Jumat, 16 Mar '12 06:20
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Good Take
-
Egar Hamzah: Informatif
-
kucingsapi™: Good Take
-
ivanagara: Good Take
-
JuliaJessicaJennifer: Good Take
-
sabai: Good Take
-
Taruma: Good Take

Komentar:
Apapun pembatasan dan peraturannya, semua kembali ke pihak bioskop untuk melakukannya... selama kursi terisi penuh kan mereka tidak peduli siapa yang nonton.
sejauh saya nonton film sih ya... gak pernah tuh beli atau nonton ngecek katepe
entar mereka bilang gini: "eh gw dah beli tiketnya, udah bayar2 mahal2 masa gw dilarang noton filmnya?"
hahahaha
iya, bioskop sbg penjual karcis dan pemutar film kan taunya yg penting tiket kejual, laku, berarti dapet duit.
tapi kl soal label umur, menurut sy sbg panduan ato petunjuk bagi org yg akan menonton.
Silahkan login untuk memberikan pendapat