Paradise Now (2005) 6
Rabu, 19 Mei '10 20:18
" In the next 36 hours, two childhood friends may do the unthinkable."
Kota Nablas di jalur barat Palestina. Salid dan Khaled adalah dua sahabat yang sudah mengenal satu sama lain sejak kecil, walaupun mereke berbeda sifat namun mereka berdua selalu menghabiskan waktu bersama bekerja di sebuah bengkel mobil sebagai montir dan mereka berdua ternyata merupakan sukarelawan bom bunuh diri dari organisasi Islam garis keras yang siap dipanggil setiap saat.
Suatu hari secara mendadak mereka pun mendapat panggilan dari organisasinya untuk melancarkan serangan ke pusat militer di Tel Aviv, Israel. hari itu mereka diminta untuk tetap bersikap normal untuk menghindari kecurigaan orang2 dan mereka diminta untuk menghabiskan waktu bersama keluarga mereka dikarenakan mereka akan menjalankan misi tsb besok lusa. Kegelishan dan kecemasan pun melanda keduanya malam itu.
Dihari yang ditentukan mereka berdua dipersiapkan, mereka dimandikan, rambut mereka dipotong pendek, bulu dan janggut mereka dicukur habis dan di pakaikan jas hitam agar mereka terlihat seperti orang Israel dengan dalih pergi ke sebuah undangan pernikahan dan sudah tentu rompi bahan peledak tidak lupa dikenakan pada mereka.
Rencana yang tampaknya akan berjalan dengan sempurna tsb ternyata mengalami kendala, dimana patroli perbatasan Israel ternyata melihat mereka berdua, yang mengakibatkan keduanya berlari kembali ke Palestina untuk menyelamatkan diri.
Dalam pelaraiannya Salid dan Khaled terpisah dimana Salid nantinya bertemu dengan Suha, gadis cantik terpelajar yang juga merupakan pelanggan di bengkel mobilnya, Suha yang mengetahui apa yang akan dilakukan Salid berjuang menentangnya dan disini nantinya dilema moral Salid akan di uji, apakah yang ia percayai selama ini benar, apakah dengan bom bunuh diri yang mereka lakukan dapat menyelesaikan masalah, apakah mereka tetap akan melakukannya?
Paradise Now, sebuah film dari sutradara Hani Abu Assad yang dengan cukup berani mengangkat tema kontroversial dimana konflik politik antara Palestina dan Israel menjadi dasar film ini. Paradise Now bukanlah sebuah film perang, film ini lebih mengarah ke drama yang mengangkat hari2 terakhir para pelaku bom bunuh diri lengkap dengan sisi2 pribadi mereka yang ternyata juga mengalami rasa takut dan dilema moral yang besar dalam melaksanakan tugasnya.
Cerita bergulir cukup menarik sepanjang film walaupun minim konflik, konflik yang paling mencolok hanya pertentangan batin yang terjadi antara para karakternya. Ending film ini dibuat mengambang sehingga meninggalkan beberapa pertanyaan di benak penonton apa yang sebenarnya terjadi. Para pemainnya bermain natural dan mampu mewakili kondisi kejiwaan para pelaku bom bunuh diri dengan sebaik mungkin.
Overall, Paradise Now memberikan sebuah tontonan berbeda yang mungkin bisa memberikan pencerahan kepada penonotonya untuk melihat lebih terbuka tentang konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel melalui para pelaku bom bunuh diri.
Tag: drama, Festival, film palestina
Terkait:
-
En La Cama (Di tempat tidur) - 2005
Kamis, 31 Mar '11 11:10 -
Osama (2003)
Senin, 5 Apr '10 10:58 -
HOW I MET YOUR MOTHER
Kamis, 2 Feb '12 15:31

Komentar:
Baru nemu DVD ("bajakan" hehehe) "Ajami", "El Secreto de Sus Ojos", dan "Un Prophete". Tar kalau udah kelar nonton dibikin resensinya. Sekarang, posting resensi "kocak" dulu. Abis dipaksa temen ikut nonto film sampahnya Ke-ke Dheeraj.
film mungkin sekarang dijadikan media propaganda
Silahkan login untuk memberikan pendapat