Mungkinkah Rekonsiliasi? - 5 Minutes of Heaven [2009] 4
Senin, 17 Mei '10 11:55
Bicara perihal ingatan, luka dan dendam adalah bicara mengenai manusia. Bermain-main dengan ingatan selalu menimbulkan resiko perasaan terluka dan hasrat untuk melampiaskan dendam. Namun mustahil untuk meleburkan jati diri manusia dengan ingatan-ingatan yang diliputi oleh dendam dan kenangan buruk. Kenangan yang penuh luka ada baiknya disimpan ke dalam laci-laci ingatan dan sesekali dibuka untuk mengingatkan manusia; "untuk apa kita hidup".
33 tahun setelah menjadi saksi pembunuhan kakaknya, Joe Griffin (James Nesbitt) dipertemukan kembali dengan pembunuhnya; Alistair Little (Liam Neeson) dalam sebuah program reality show televisi. Pertemuan ini gagal saat Joe menyadari bahwa tidak mungkin ia bertemu dengan sang pembunuh dalam tatapan kamera televisi, apalagi ia sudah mempersiapkan sebuah pembalasan dendam sehingga ia akhirnya memutuskan lari.
Ketika membunuh Jim -kakak Joe-, Alistair adalah seorang muda yang menjadi pimpinan kelompok UVF (Ulyster Volunter Force) dan terbakar dendam akibat perang antara IRA (Irish Republican Army) dan Inggris. Ia bersama ketiga rekannya berniat membunuh Jim Griffin, seorang pemuda Katholik sebagai wujud balas dendam dan peringatan terhadap yang lain. Ketika rencana ini terlaksana, Joe kecil yang saat itu sedang bermain di luar rumah menyaksikan langsung kematian kakaknya. Sementara Alistair yang sudah menuntaskan tugasnya bergegas pulang dan meninggalkan Joe yang hanya terpana. Selepas kematian Jim, adiknya harus menanggung beban kesalahan dari ibunya. Bertahun-tahun Joe menderita akibat tuduhan dari ibunya bahwa ia sendiri yang telah membunuh kakaknya. Bahkan sampai ia berkeluarga dan memiliki dua anak perempuan. Akhirnya Alistair menghubungi Joe, setelah pertemuan mereka dalam acara televisi itu gagal. Mereka berdua terlibat dalam satu perkelahian sengit sampai akhirnya sama-sama terjatuh dan terluka.
Film ini sendiri menimbulkan pertanyaan pada kita yang sudah diucapkan Michael (sutradara dalam reality show televisi) ketika berdialog dengan Joe. "This is the question we are all wanting the answer to. Truth and Reconciliation. What's at stake? Is it possible?" Kebenaran dan Rekonsiliasi. Mungkinkah terjadi? Apa yang dicari dari sebuah gagasan rekonsiliasi? Mencari kebenaran atau perdamaian? Perdamaian bukanlah sekedar ada (hidup) bersama. Namun, kebenaran juga bukan hasil dari pemaksaan fakta yang sepihak. Untuk mencari kebenaran (truth) kedua belah pihak harus memiliki pemahaman yang sama tentang realitas masa lalu. Selain itu harus ada keadilan dan rasa pengakuan yang dijamin oleh keselamatan masing-masing pihak. Ketika Alistair dan Joe diletakkan dalam lingkaran yang lebih luas; mereka memang sama-sama menjadi korban dari sejarah. Namun Joe -yang sepanjang sisa hidupnya terbebani oleh tanggung jawab atas kematian Jim- terbungkam dalam kesendirian yang gagap. Ia menganggap Alistair adalah biang dari penderitaannya. Sementara Alistair ternyata tidak setegar penampilannya. Ia dihantui oleh perasaan bersalah. Setiap hari yang muncul di benaknya ialah bayangan seorang anak kecil yang menatap langsung ke matanya; anak kecil ini adalah Joe.
Proses rekonsiliasi yang diselenggarakan oleh program televisi tersebut pun ternyata menemui kegagalan. Tidak ada keadilan di sini, Joe dan Alistair sama-sama menjadi korban eksploitasi media. Ketika Alistair memutuskan untuk menemui Joe, di sini sedang berlangsung tahap awal rekonsiliasi. Untuk mencari kebenaran, keadilan dan pengakuan/penyesalan dalam rekonsiliasi, semua ini harus dijamin oleh keselamatan. Namun, Alistair telah bertekad untuk menghilangkan bayangan anak kecil yang selama ini menghantui hidupnya. Sampai akhirnya ia dan Joe sama-sama terkapar di jalan akibat luka yang diderita seusai perkelahian. Apakah proses rekonsiliasi ini juga gagal dan selamanya tak melahirkan kata perdamaian? (Mungkin) jawaban ini muncul di akhir film saat Joe menelpon Alistair dan mengucapkan; "We're Finished".
***
Tag: IRA, Perdamaian
Terkait:
-
Ken Loach
Sabtu, 15 Mei '10 11:53

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat