Ran (1985) 4
Sabtu, 15 Mei '10 00:39
Kyoami: " Are there no gods... no Buddha? If you exist, hear me. You are mischievous and cruel! Are you so bored up there you must crush us like ants? Is it such fun to see men weep? "
Alkisah seorang warlord tua bernama Hidetora Ichimonji (Tatsuya Nakadai) yang merupakan pemimpin salah satu klan terkuat, Ichimonji. Merasa dirinya sudah cukup dalam menjalani hidupnya sebagai seorang penguasa dan ingin pensiun mencari kedamaian, maka ia memutuskan untuk menyerahkan kekuasaannya kepada tiga orang putranya, Taro, Jiro, and Saburo. Dari ketiga putranya itu hanya Taro dan Jiro yang dengan senang hati dengan keputusan sang ayah namun putra ketiganya, Saburo tidak yakin bahwa kedua kakaknya dapat dipercaya dalam memegang kekuasaan yang begitu besar, namun protes Saburo malah membuat Hidetora marah dan menganggap Saburo adalah anak durhaka dimana kemudian ia diusir oleh sang ayah.
Dan benar saja apa yang dipredikisi oleh Saburo, bahkan seorang ayah pun tidak mengira bahwa kedua putranya bisa bertindak sedemikian jauhnya hanya karena haus akan kekuasaan. Kekacauan dalam skala yang luar biasa pun terjadi dan Hidetora harus menerima konsekuensi atas keputusannya itu, sebuah keputusan yang bener2 disesalinya, sebuah keputusan yang membuat klan sebesar Ichimonji dan hidup Hidetora berada di ambang kehancuran.
Siapa yang tidak mengenal nama Akira Kurosawa di dunia perfilman. Mendengar namanya disebut saja sudah membuat gue merinding teringat karya2nya yang monumental dan tidak akan pernah hilang dalam sejarah kesenian maupun perfilman dunia. Film seperti Seven Samurai, Dreams, Yojimbo, Dersu Uzala dan Kaghemusa adalah sebagian dari karyanya yang membuat dunia salut dan mengakui kejeniusan seorang Akira Kurosawa dan melalui Ran, sutradara legendaris asal Jepang ini semakin mengukuhkan bahwa ia selalu total dalam membuat sebuah film.
Ran yang berarti kekacauan atau kehancuran dalam bahasa Jepang adalah salah satu karya Kurosawa yang fenomenal, sebuah epic kolosal yang terinspirasi dari legenda Dewa Perang, daimyo Mōri Motonari dan juga karya Shakespeare yang berjudul King Lear. Ran sendiri memiliki cerita yang kompleks dan depressing dengan alur lambat dimana intrik demi intrik,pengkhianatan, kebohongan, loyalitas, nafsu dan manipulasi politik dalam proporsi intern kerajaan yang menyebabkan terjadinya perpecahan luar biasa mewarnai sepanjang film yang berdurasi 160 menit ini. Dan seperti karya2 Kurosawa lainya, Ran juga memilliki banyak pesan2 yang tersembunyi yang disisipkannya dengan jenius dalam setiap dialog2 dan penggambaran setiap karakternya dimana terkadang membuat kita berpikir dan menebak nebak apa yang hendak disampaikannya dalam film ini
Digarap dengan teknik yang nyaris sempurna, baik dari teknik visual sinematografinya yang indah sekaligus suram dan karakter development nya yang luar biasa membuat kita terbius menyaksikan adegan demi adegan yang ditampilkan hingga nantinya mencapai klimaksnya yang tragis.
Overall, sudah tidak dapat dipungkiri lagi Ran adalah salah satu masterpiece klasik dari seorang jenius bernama Akira Kurosawa yang tidak akan pernah lekang oleh waktu, sebuah karya yang kolosal yang akan dikenang selamanya oleh semua pencita film dunia.
Tag: film jepang, Perang, classic, Akira Kurosawa
Terkait:
-
The Boys of Paul Street (1969)
Selasa, 12 Jul '11 14:53 -
Battle: Los Angeles (2011)
Sabtu, 26 Feb '11 09:53 -
Yamato (2005)
Senin, 14 Feb '11 23:18

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat