Shall We Dansu? / Shall We Dance? (1996) 4
Kamis, 13 Mei '10 21:18
Tamako Tamura: " Dance is more than the steps. Feel the music and dance for sheer joy "
Shohei Sugiyama (Kōji Yakusho) adalah seorang akuntan sebuah perusahaan di Tokyo yang bisa dibilang cukup sukses dipekerjaannya tsb. Setelah bekerja keras hampir selama 10 tahun, Sugiyama berhasil membeli sebuah rumah kecil bagi istri dan putrinya. Namun entah kenapa di balik kesuksesannya itu Sugiyama merasa ada sesuatu yang "kurang" dalam dirinya akibatnya tidak jarang membuatnya merasa depresi dalam menjalani hidupnya yang terkesan monoton ini.
Suatu malam selepas pulang kerja di stasiun kereta api, Sugiyama tidak sengaja melihat sesosok perempuan berjawah cantik-sendu yang menatap kosong dari jendela sebuah bagunan yang juga sebuah studio dansa itu. Merasa penasaran dan ingin lebih mengenal perempuan cantik tsb, Sugiyama kemudian memberanikan diri untuk mendatangi tempat tersebut. Sugiyama tidak pernah menyangka sesaat setelah ia melangkah melewati pintu studio dansa tersebut, hidupnya berubah selamanya. Tidak hanya bertemu dengan perempuan yang belakangan bernama Mai Kishikawa (Tamiyo Kusakari), Sugiyama juga memperoleh gairah hidupnya yang baru lewat sesuatu yang bernama 'dansa'.
Mungkin hampir sebagian besar penonton sudah akrab dengan judul film Jepang satu ini karena pada tahun 2004 lalu sempat dibuat versi buat-ulangnya oleh Hollywood dengan Richard Gere dan Jeniffer Lopez sebagai karakter utamanya. Namun secara kualitas jelas harus diakui bahwa versi aslinya ini jauh2 lebih baik ketimbang versi remakenya yang notabene sangat dipaksakan itu. Ya, Shall We Dansu? bisa dibilang adalah sebuah feel good movie yang membuat penontonya merasakan sebuah perasaan menyenangkan setelah menontonnya. Dengan ceritanya yang ringan, tidak bertele tele namun berbobot serta didukung dengan pengarapannya yang indah membuat film yang judulnya diambil dari judul lagu "Shall We Dance" ini dipastikan akan disukai oleh semua kalangan.
Walaupun mengusung dansa sebagai tema utamanya, Shall We Dansu? tidak hanya melulu bercerita tentang dansa dan segala macamnya, namun film ini menjadi lebih menarik karena adanya konfilk2 yang membahas tentang perbedaan budaya dan norma2 yang berlaku dalam masyarakat Jepang diamana dansa barat rupanya menjadi sebuah hal yang cukup "tabu" dan memalukan bagi para pria2 Jepang. Walupun nampaknya terlihat serius, namun sang sutradara Masayuki Suo dengan cerdik membuat konflik2 tersebut menjadi sebuah 'guyonan' yang secara tidak sadar akan membuat penontonnya tersenyum bahkan tertawa lepas. Film ini juga ingin memeberikan gambaran tentang 'penyembuhan' dan pencarian jati diri manusia2 yang terjebak dalam kemonotonan hidup yang diwakili lewat langkah2 lembut, gerakan tumbuh gemulai dan alunan2 indah musik klasik dalam dunia dansa.
Kehadiran para pemainnya yang bermain prima dan natural dalam membawakan karakter2 unik mereka juga menjadi nilai lebih bagi film yang memenangkan Japan Academy Prize 1997 sebagai film terbaik ini. Seperti kebanyakan film drama Jepang lainnya dengan temponya yang lambat mampu membuat karakter2nyaberkembang dengan sangat baik dan dinamis sampai akhir film.
Overall, Shall We Dansu? menghadirkan sebuah paket lengkap sebuah tontonan drama berkualitas, tidak hanya menghibur dengan kisahnya yang ringan dan menarik namun film2 ini juga mampu menyentuh emosi penontonnya bukan dengan cara2 yang cengeng namun dengan cara yang menyenangkan. Simply Beautiful!!!
Tag: drama, film jepang
Terkait:
-
Nobody Knows / Dare mo shiranai (2004)
Minggu, 9 Mei '10 21:19 -
Kûki ningyô (空気人形) / Air Doll (2009)
Rabu, 28 Apr '10 23:33 -
HOW I MET YOUR MOTHER
Kamis, 2 Feb '12 15:31
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
oksbangs: Good Take
-
kniwe: Informatif
-
JuliaJessicaJennifer: Informatif
-
discobabe: Informatif
-
kucingsapi™: Informatif
-
sabai: Informatif
-
Rijon: Informatif

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat