2046 (2004) 5

Selasa, 11 Mei '10 18:59

Chow Mo Wan: " Everyone who goes to 2046 has the same intention, they want to recapture lost memories. Because in 2046 nothing ever changes. But, nobody knows if that is true or not because no-one has ever come back."

 

Setelah menghabiskan beberapa tahun di Singapura, Chow Mo-wan (Tony Leung), seorang jurnalis yg bekerja di sebuah surat kabar ini kembali lagi ke Hong Kong. Untuk mengatasi rasa rindunya pada kekasihnya, Su Li-Zhen (Maggie Cheung) yang telah hilang, Chow pun menghabiskan waktu2nya dengan berhubungan one night stand dengan beberapa wanita.

Di Hong kong ini Chow menginap disebuah kamar hotel bernomor 2047 yang terletak tepat disebelah kamar 2046, sebuah nomor kamar yang sangat berkesan tentunya bagi Chow karena di kamar yang bernomor 2046 itulah ia dan Su Li-Zhen banyak menghabiskan waktunya dulu. Untuk mengatasi kesulitan keuangannya, Chow juga menulis sebuah cerita fiksi berjudul 2046, dimana kisah didalamnya ia ambil dari pengalamannya dengan wanita2 yang ia temui di hotel itu, diantaranya adalah Lulu (Carina Lau), penghuni kamar 2046 yang dulu pernah ia temui sewaktu di Singapura, Wang Jing Wen (Faye Wong) anak pemilik hotel yang jatuh cinta pada pria Jepang, Bai Ling (Zhang Ziyi), seorang penari kabaret cantik yang awalnya bersikap dingin terhadap Chow dan Su Li-Zhen, seorang pejudi professonal misterius yang memiliki nama sama dengan kekasih lamanya.

2046 sendiri adalah sebuah kisah fiksi ilmiah yang menceritakan tentang sebuah tempat misterius dimasa depan yang bernama 2046, sebuah tempat untuk mencari memori2 dan cinta yang hilang. Melalui tulisannya ini Chow mewakili dirinya dengan karakter seorang pria Jepang bernama Tak (Takuya Kimura) yang kembali dari 2046 dengan menggunakan kereta api. Dalam perjalanan kembali ini, Tak menemukan dirinya jatuh cinta pada sebuah robot android wanita yang menemaninya dalam kesepian panjang.

 

Jika ditanya siapa sutradara yang paling hebat jika disuruh membuat film bertema cinta, patah hati, penyesalan sekaligus kesepian akibat ditinggal kekasih hati? jawabannya mungkin adalah Wong Kar-wai, Yup sebagai salah satu sutradara Asia yang paling berpengaruh ini, Wong selalu berhasil menghadirkan kisah2 manusia kesepian akan cinta sejati, setidaknya dalam tiga film yang gue tonton (Chungking Express, Days of Being Wild, In The Mood For Love ).

Dalam 2046, yang merupakan kisah terakhir dari trilogi Days of Being Wild ini , lagi2 Wong kembali mengangkat tema kesukaannya, namun kali ini dengan dengan tambahan sedikit elemen sci-fi didalamnya sehingga membuat 2046 menjadi terasa lebih berbeda dibanding film2 lainnya. Masih dengan plot non-linear dan teknik sinematografi visualnya yang luar biasa, dimana permainan warna yang unik masih menjadi daya tarik mempesona film berdurasi 129 menit ini.

Sebagai sekuel lepas, 2046 tetunya masih memilik benang merah dengan dua kisah sebelumnya, khususnya kisah dalam In The Mood For Love. Jadi walaupun dalam film ini masih dijelaskan secara singkat tentang apa yang terjadi pada masa lalu Chow namun alangkah lebih baik juga menyaksikan kisah keduanya yang menurut gue adalah yang terbaik dari trilogi ini. Satu lagi yang menjadi ciri khas Wong dimana para karakternya berbicara dalam bahasa masing2, Jepang, Kanton dan Mandarin namun tetap bisa saling mengerti satu sama lain.

Tony Leung kembali mendapatkan kepercayaan Wong untuk berperan sebagai Chow Mo-wan, terhitung sudah lima kali aktor berusia 48 tahun ini bekerja sama dengan Wong dan menjadikannya salah satu aktor selain Maggie Cheung yang paling banyak membintangi film2 garapan Wong. Selain itu masih ada sederet bintang2 besar Hong Kong lainnya seperti Carina Lau, Gong Li, Faye Wong, Maggie Cheung (yang hanya tampil sebagai cameo) dan Zhang Ziyi. Untuk nama yang terakhir ini mungkin bisa dibilang yang paling mendapatkan porsi cukup banyak dibanding aktris2 wanita lainnya, ya Zhang Ziyi tampil tidak kalah mempesonannya, dengan akting dan kecantikannya yang mempesona ia berhasil membawakan karakter Bai Ling yang cantik namun rapuh dengan sangat baik.

2046 sendiri memilik arti penting bagi Hong Kong karena tepat 49 tahun setelah Hong Kong diserahkan RRC dari Inggris. Pada tahun1997, pemerintah RRC menjanjikan satu negara dua sistem, dengan sistem kapitalis Hong Kong dibiarkan berjalan namun akan diganti 50 tahun sesudah tahun 1997, yakni tahun 2047 sehingga tahun 2046 menjadi tahun terkahir Hong Kong menikmati kebebasan berpolitik dan lain sebagainya sebelum harus tunduk pada sistem komunis China. Tapi ada juga interpretasi lain, jika 2046 diucapkan dalam bahasa Inggris maka bisa berbunyi seperti " to owe for sex". Arti " to owe for sex" itu sendiri juga menjadi salah satu pesan dari film 'cantik' ini.

Overall, sudah selayaknya sebuah trilogi hebat ditutup pula dengan kisah yang hebat, dan 2046 pun berhasil menjadi akhir kisah manis dari trilogi "patah hati" yang berjarak 15 tahun ini. Melalui 2046 ini sekali lagi Wong Kar-wai membuktikan bahwa ia adalah sutrdara luar biasa yang selalu berhasil menghasilkan karya2 seninya yang indah, unik dan sangat berkesan bagi para penggemarnya.


Tag: drama, romantis, Wong Kar Wai, sci-fi, Tony Leung, film mandarin, Zhang Ziyi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

kniwe 0 0
Gue suka banget film ini, kita seperti diajak lumer dan larut di lautan estetika WKW
Rawkus i Bixhu 0 0
wow hafi! ga sangka film 2046 ternyata sangat dalam! mantap.
hafi 0 0
Rawkus i Bixhu: iya nih bix, wkw emang de bes dah : D : D
heartles3oul 0 0
Niat hati mau nonton InThe Mood for Love malah dapat yang ini duluan, tak apalah...there is something that make this movie beautiful, but I dont know what?!?
hafi 0 0
heartles3oul: yang udah jelas sinematografinya yang keren abis......: p

Silahkan login untuk memberikan pendapat