American Splendor: Komedi Orang Biasa 5

Senin, 10 Mei '10 06:21

American Splendor
Casts: Paul Giamatti, Hope Davis
Director: Shari Springer Berman & Robert Pulcini


Harvey Pekar adalah pegawai administrasi dokumen di rumah sakit lokal. Dalam hidupnya yang morat-marit, Harvey tumbuh menjadi manusia sinis yang gemar mengoleksi dan mendengarkan Jazz. Pertemanan dengan pengarang komik Robert Crumb memberinya inspirasi menulis komik tentang kisahnya sehari-hari, pengalaman jadi orang biasa. Tak dinyana buku komik itu menarik perhatian publik. Berkat komik itu, dia berkenalan dan menikah dengan Joyce Brabner dengan cara yang aneh. Tingkah laku dan penyakit Pekar menyeret Joyce juga menjadi komikus. Sampai hari tua pun menyambangi mereka, tanpa pernah muncul kalimat “and they live happily ever after...

Film ini dikemas menjadi reality comic show yang unik, lengkap dengan Harvey Pekar dan Joyce Brabner asli. Kisahnya direkonstruksi dengan tuturan seolah-olah mereka menceritakan proses kreatif menulis komik-komik itu. Di satu sisi, film ini penuh daily moments yang membuat kita senyum membayangkan persamaannya dengan hidup kita. Di sisi lain, kita digiring mendalami kebijaksanaan sehari-hari yang muncul dalam kehidupan orang biasa. Kebijaksanaan yang sudah kita jalani, namun tidak pernah kita sadari. Sebagai film bagus, film ini sukses di puluhan festival mulai dari Cannes sampai Oscar.


Tag: DVD, comedy, Paul Giamatti, Hope Davies

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
kayaknya menarik nih! dan kayaknya kalo mo ntn musti hunting dvd... : D
JuliaJessicaJennifer 0 0
VCD-nya juga ada kok...
kniwe 0 0
Tokoh Harvey Pekar ini memang tokoh nyata ya? Menarik sih cara penggambarannya di film ini.
oksbangs 0 0
Saya suka adegan dia antri di supermarket dan salah memilih line antrian. Rasanya seperti pengalaman sehari-hari saja... Wah film bagus nih. Kayanya gak beredar di Indonesia ya dulunya?
pop korn 0 0
Ohhhh.... i love this movie. Udah lama banget nontonnya, tapi masih ingat betul. Filmnya sederhana dan sungguh humble.

True story, true feelings... banyak momen2 yang awkward tapi memuaskan deh pokoknya sampe akhir.

Silahkan login untuk memberikan pendapat