Cara Berkelahi Tingkat Tinggi 7

Minggu, 9 Mei '10 22:57

 

"Nonton sekuel sih jangan berharap akan sebagus bagian pertamanya," demikian ujar banyak orang, terutama saat mereka menemukan kekecewaan setelah menyaksikan Iron Man 2 yang dinantikan umat nonton dunia itu. Well....saya malah merasa bahwa Jon Favreau si sutradara sekuel kisah kehebatan si manusia besi itu harus belajar banyak pada Yip Wan-Chun yang secara spektakuler mampu melahirkan Ip Man 2 yang sanggup menandingi kehebatan seri pertamanya. Sayapun kemudian rela menyandingkan Yip dengan para Sutradara pembuat sekuel berkualitas macam Francis Ford Coppola, Christopher Nolan, Bryan Singer dll.

"Berkelahi adalah bagaimana memahami serangan lawan dan membalikkannya menjadi sebuah serangan balik yang mematikan," ujar saya tanpa sadar saat menyaksikan aksi luar biasa dari Ip Man yang diperankan oleh Donnie Yen. Sebuah perkelahian tingkat tinggi yang dikerjakan dengan metode pergerakan kamera sangat sederhana dan bahkan polos. Pencinta film bela diri seperti dikembalikan ke masa-masa jaya film-film bela diri Hongkong yang sangat memikat itu. Gerakan bertahan yang sempurna menjadi dasar dari serangan yang mematikan.....itulah yang terus dipertontonkan sepanjang film di Ip Man 2.

Saya menemukan karakter ini tanpa sengaja, sosok yang diperankan dengan sempurna oleh Donnie Yen, seorang ahli kelahi masa kini yang bagi saya adalah sebuah kepingan terserak dari segala film aksi Hongkong. Dua kali lelaki berusia 47 tahun ini menyempurnakan Jet Li dalam Once A Time In China 2 karya Tsui Hark dan Hero karya Zhang Yimou. Aksinya bagi saya jauh terlihat lebih mematikan ketimbang Li yang cenderung terlalu flamboyan.....apalagi jika dibandingkan dengan Jacky Chan yang membuat seperti ingin menertawakan perkelahian sekaligus membuatnya tampak sangat mudah.

"Pukulan yang dilepaskan dengan kekuatan penuh umumnya berkekuatan 175 kg, saya selalu mencoba menguranginya sampai 1/3 dari total kekuatan agar hasil akhir tetap kena pada sasaran namun tidak menyakitkan," jelas Donnie di sebuah wawancara terhadapnya di sebuah film aksi yang ia mainkan. Bagi saya, lelaki yang fasih berbahasa Inggris ini adalah jagoan masa depan. Ia melampaui apa yang diperagakan oleh Matt Damon dalam trilogi Bourne yang menurut saya sangat artifisial. Kemampuan berkelahi yang dikembangkannya sendiri lewat pemahaman terhadap berbagai cabang ilmu bela diri praktis membuat apa yang Donnie tampilkan selalu tampak keras, kasar dan mematikan.

"Jika Anda ingin memahami bela diri dan menuangkannya ke dalam sinema, maka Anda perlu juga memahami jenis bela diri kembangan lain yang sebenarnya adalah bentuk praktis dari yang telah ada," maka berceritalah Donnie tentang bagaimana MMA alias Mix Martial Arts atau Beladiri Campuran adalah salah satu pecahan aksi bela diri yang sangat praktis dan menarik untuk dipertontonkan. Ia memang tidak mempertontonkan kemampuannya tersebut di Ip Man 2, namun pemahamannya pada seni ini telah memperkaya aksi perkelahian yang dipertontonkan sekaligus berhasil menunjukkan kehebatan Master Ip Man yang juga adalah guru dari alm Bruce Lee itu.

Bagi saya, Ip Man baik seri 1 maupun 2 adalah sebuah pencapaian sinematik epik perkelahian yang sangat sempurna. Menggunakan struktur cerita yang sangat sederhana, dwilogi Ip Man menitik beratkan segala kuasa kisah pada cerita tentang rasa patriotisme sebuah bangsa tanpa sekalipun mereka berteriak "Merdeka Atau Mati" atau kalimat yang selalu kita gunakan dalam film-film perjuangan mereka "Maju Tak Gentar".

Sang Master memang tidak lagi bertarung membawa nama daerahnya melawan arogansi kolonialisme Jepang dengan karatenya. Ia kembali menjadi wakil Cina lewat wushu melawan arogansi Inggris yang diwakili oleh tinju. Siapa yang menang bagi saya menjadi sangat tidak penting, karena sebagai penggemar aksi berkelahi dan kekerasan dalam film, saya lebih memiliki kesadaran bahwa bagaimana kekerasan dan perkelahian itu disampaikan jauh lebih penting daripada hasil akhir cerita itu sendiri.

Lalu ketika para jagoan berkelahi Hongkong telah bermetamorfosis seperti para jagoan Hollywood yang sejak awal sudah jago, maka saya menjadi agak terkejut saat sang Master Ip Man terkena 3 kali pukulan telak di wajahnya di perkelahian akhir yang menentukan itu.

 

 


Tag: donnie yen, ip man 2

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

kniwe 0 0
Jadi, kira-kira apakah Indonesia sudah mampu bikin film laga yang begini ciamik Bang?
sabai 0 0
kniwe: uhuk... kira-kira apakan Indonesia sudah memiliki seorang 'Donnie Yen' yg begitu mumpuni seni bela dirinya, nggak cuma 1 aliran, tp juga turunannya, dgn kemampuan akting yg juga sangat meyakinkan?
Si Pisau Terbang 0 0
@kniwe
bisa lha....syarat produksi kan gampang, ada produser yg bener2 punya niat baek. Merantau bisa tuh, dulu yg kayak Jaka Sembung, Carok dll juga bagus2
oksbangs 0 0
Tapi jujur aja Jaka Sembung itu script-ny masih sederhana banget. Masih penuh kebetulan dan sim salabim. Eh, tapi saya gak tau ya itu tanda script yang bagus apa bukan, tetapi yang jelas gak believable gitu deh kalo saya nontonnya. Kalo boleh saya simpulin, film laga Indonesia, kebanyakan lebay di dramatisasinya. Eh tapi saya gak banyak nonton film laga Indonesia sih. jadi pendapat saya gak bisa dianggap benar juga.

Gimana kalo bicarafilm muter film laga Indonesia yang dinilai keren? Gimana? Gimana?
didut 0 0
setuju, saya suka akting action Donny Yuen sejak lama. Apalagi di serial Wong Fei Hung jaman dulu, mantabh banget gaya berantem dia.
-Bias Tegaralaga- 0 0
soalnya belon nonton ip man,
jadi menurut gw yang paling keren masih Crows Zero : p
alakazam 0 0
weleh-weleh, artikel sebulan lalu masih jadi top HL, bah, apa emang gak ada artikel menarik sama sekali ya... ; ))

Silahkan login untuk memberikan pendapat