Best Chef (Korea - 2007) 5
Minggu, 9 Mei '10 19:26
Tidak susah untuk menemukan film bagus dari Korea yang juga sukses secara pasaran. Film tersebut pasti memiliki sekuel. Misal Sex is Zero dan My Wife is Gangster. Keduanya memiliki cerita bagus yang dilanjutkan ke sekuel-sekuelnya yang seperti biasa gagal menyamai film pertamanya. Setelah menemukan judul Best Chef 2, tanpa pikir panjang, saya menonton Best Chef yang pertama, dan diluar ekspektasi, film ini memiliki cerita dengan detail yang menarik, baik soal masakan maupun lingkungannya, dengan subplot yang dalam dan menyentuh, hingga klimaksnya yang mencerminkan film yang berkelas.
Judul asli internasionalnya adalah Le Grande Chef (식객) (Shik-Gaek) rilis tahun 2007, film ini memiliki kekuatan di storyline dan subplot yang luar biasa. Perjalanan tokoh utama kita sangat dalam dan berliku, dalam cerita yang lebih besar daripada tokohnya maupun kompetisi Best Chef-nya sendiri. Dan saya yakinkan anda, ini bukan film tentang jurus menggunakan pisau atau jurus panci terbang dan sebagainya, ini adalah film yang cukup realistis dan down to earth.
Sung-Chan adalah seorang koki yang hampir mewarisi Woonam-Jung, sebuah perguruan koki yang menghasilkan koki terbaik di Korea. Dalam tes terakhirnya, masakannya meracuni para petinggi perguruan hingga dia dikeluarkan. Beberapa saat kemudian, muncul kompetisi untuk mencari pewaris pisau koki kerajaan korea yang terkenal. Konon dia hanya memasak untuk Rajanya sendiri, dan ketika Korea jatuh ke tangan Jepang, koki ini memotong tangannya sendiri.
Sung-Chan akhirnya memutuskan ikut kompetisi setelah percakapan yang panas yang tidak jelas dengan pewaris Woonam-jung, koki OH. Akting pemeran Sung-Chan boleh dibilang adalah yang terlemah disini, muka miskin ekspresinya susah ditebak dan kadang merusak suasana yang sedang dibangun. Karakter-karakter figuran dan sampinganlah yang menghidupkan emosi film ini. Subplot pencarian arang terbaik dan daging sapi terbaik adalah favorit saya dari keseluruhan film.
Film ini tidak lolos dari gaya komedi ala Korea yang pelan dan sudah terlalu sering diulang di setiap film. Ceritalah yang menyelamatkan film ini, dipadu dengan detail tentang masak memasak, karena penonton tidak bisa menikmati atau mencium dan merasakan masakannya, film ini menggantinya dengan masakan yang memiliki cerita tersendiri dan memiliki makna bagi para penikmatnya. Sehingga masakan yang hanya bisa terlihat di layar itupun bisa dirasakan "nikmatnya" oleh penonton.
Untuk para penggemar masak memasak, saya yakin anda puas juga dengan film ini. Walaupun tidak memberitahu resepnya, namun cara memasak dan detail pengerjaan dan hasilnya adalah kelas dunia. Mungkin Indonesia yang memiliki banyak kuliner menarik bisa diangkat juga menjadi film. Soto Betawi, Sup Konro, Sate Padang, Ayam Rica-rica atau bahkan sekadar nasi goreng kampung. Dan ya, kita sudah punya aktris seksi yang cocok untuk tampil di layar sebagai tokoh utama kita bukan? xD
Seperti tagline di awal film yang menyebutkan, a taste that shakes you to the core, you experience it not with your tounge, but your heart.
as posted on bisik bisik film :D
Tag: Korea, Cooking, best chef, le grande chef, movies
Terkait:
-
Romantic Island [K-Movie][2008]
Kamis, 29 Des '11 08:50 -
Sunny (2011)
Sabtu, 17 Des '11 05:20 -
Wedding Dress (2009) : Kebohongan Ibu dan Anak Demi Kebaikan Bersama yang Dramatis
Sabtu, 29 Okt '11 09:08
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sabai: Good Take
-
kniwe: Good Take
-
JuliaJessicaJennifer: Good Take
-
AndriaGutama: Box Office
-
oksbangs: Good Take
-
discobabe: Good Take
-
raditherapy: Good Take

Komentar:
gue suka bgt yg pertama, meski sudah menduga nasib sapi ini sejak pertama muncul, tapi gue nggak menduga akan sampek ikut nangis pas sapinya digiring & akhirnya mau jalan sendiri ke rumah jagal...
dan cukup mengejutkan mengetahui di Korea chef juga wajib bisa mengenali sapi hidup, memotong daging dari sapi utuh di tiang 'gantungan', etc gitu.
eh, atau chef standar dunia mmg harus gitu ya?
kok disini enggak?
tukang daging di pasar aja ngerti, masa chef indo ga ngerti? serius tuh? *wew
kniwe: catet donk hueheuhe
oksbangs: hahaha
Silahkan login untuk memberikan pendapat