Fa Yeung Nin Wa / In The Mood For Love (2000) 2

Sabtu, 8 Mei '10 01:15

" He remembers those vanished years. As though looking throusth a dusty window pane, the past is something he could see, bun not touch. And everything he sees is blurred and indistinct"

 

Mengambil setting di Hong Kong pada tahun 1962, sebuah gedung apartemen menjadi saksi kisah cinta terselubung 2 manusia yang kesepian. Chow Mo-Wan (Tony Leung) adalah seorang reporter sebuah surat kabar lokal yang suatu hari memutuskan untuk pindah ke sebuah apartemen baru. Di sini secara tidak sengaja ia bertemu dengan So Lai-Zhen (Maggie Cheung), seorang asisten eksekutif sebuah perusahaan pengiriman barang yg ternyata juga pindah ke apatemen itu pada hari yg sama. Sebenarnya baik Chow maupun Zhen telah menikah namun dkarenakan pasangan mereka ( yg disini sama sekali tidak diperlihatkan, hanya melalui suara2 saja) masing2 terlalu sibuk dgn pekerjaan mereka membuat 2 manusia dewasa ini hidup dalam kesepian dan ketidakpastian.

Berawal dari seringnya mereka berpapasan, baik di gedung maupun gang lama kelamaan hubungan mereka mulai semakin dekat, dari awalnya hanya sekedar bertukar salam dan dan hanya sekedar menyapa, berlanjut kepada sebuah makan malam bersama. Hari demi hari kedua tetangga yg saling jatuh cinta inipun bertemu secara diam2, menghabiskan waktu mereka bersama dan berbagi di setiap malamnya, sampai akhirnya mereka harus menerima kenyataan dan nasib yg terkadang tidak selamanya berjalan sesuai harapan.

 

Wong Kar-Wai, nama yg suda tentu tidak asing lagi ditelinga penggemar film art, sebut saja judul2 filmnya seperti Chungking Express, Fallen Angels dan Happy Togather, yang menghadirkan melodrama dan kisah2 romantis dari sudut pandang yang unik. Tentunya film ini juga termasuk yang memiliki kesan mendalam dihati penggemar sutradara yang sering menggunakan kacamata hitam ini.

Berbeda dengan visual yang blurry dari film2 sebelumnya, untuk film yang merupakan bagian kedua dari trilogi Days of Being Wild (1991) yang dilanjutkan dengan 2046 (2004) ini, Wong memilih pencahayaan yang terkesan hati2 dan cenderung hangat untuk menjiwai visual dari hubungan 'jauh dimata, dekat dihati' ini. Warna2 hijau, kuning, coklat, bahkan bayangan berhamburan dalam film yang digarap selama 15 bulan ini, mengingatkan pada film noir jika film ini dibuat dengan hitam putih. Banyak adegan2 yang minim dialog maupun kontak fisik namun memiliki kesan yang begitu mendalam dikarenakan chemistry yang dihasilkan oleh Tony Leung dan Maggie Cheung dibagun dengan sangat baik, sehingga walaupun tidak ada kata cinta terucap namun kita dapat merasakan rasa cinta dan kerinduan yang amat sangat dalam diri mereka berdua.

overall, In The Mood For Love adalah sebuah drama cinta unik dan sangat berkesan bagi gue, sekali lagi Wong Kar-Wai berhasil membuktikan bahwa ia adalah sutradara yang mampu menghasilkan karya2 seni luar biasa dalam setiap film2nya.


Tag: drama, romantis, Wong Kar Wai, Tony Leung, film mandarin, maggie cheung

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
THE MOST EMOTIONAL movie ever made by mandkind!!
Dulu waktu kuliah gue berkali-kali nonton film ini sampe petugas perpus heran, tiap bulan gue booking viewing room buat nonton film ini! hehehe...
berusaha meracuni teman2 sekelas utk menyukai WKW, meski sering end up dg gue nonton sendirian krn yg lain gak nongol : ) : D

dan setiap nonton masiiiiih aja terpukau di scene2 yg beda2... : D
hafi 0 0
sabai: iya nih sis, nih salah satu yg terbaik dari wkw, gw bener kebius nonton nih film. indah dan romantis ala wkw yg jenius : D..

Silahkan login untuk memberikan pendapat