Surrogates, Facebook dan fenomena Blackberry 6
Rabu, 5 Mei '10 20:49
*Tulisan ini saya posting di answerlieswithin.multiply.com beberapa waktu setelah menonton Surrogates*
Beberapa minggu lalu menonton Bruce Willis di film terbarunya Surrogates. Semenjak menonton aksinya sebagai polisi jagoan, John Mc Clane di Die Hard (1988) saya sedikit terpesona dengan aktingnya. Meski beberapa filmnya saya kategorikan sebagai B Movie, tapi Bruce tetap menggoda saya menonton aktingnya. Mulai dari petinju cum penjahat kelas teri Butch Coolidge di Pulp Fiction (1994), James Cole yang sinting di Twelve Monkeys (1995), pengebor handal Hary S. Stamper dalam Armageddon (1998) sampai pembunuh bayaran Mr. Goodkat di Lucky Number Slevin (2006). Dari sekian banyak filmnya, saya paling terkesan dengan aktingnya sebagai Dokter Penyelidik Dr. Malcolm Crowe di The Sixth Sense (1999) dan agen FBI Art Jefries di Mercury Rising (1998). Kebetulan dua film itu, Bruce ditemani oleh karakter anak kecil. Miko Hughes sangat apik bermain sebagai Simon, anak kecil autis yang mampu membobol kode rahasia pertahanan negara hingga dia akhirnya harus dikejar-kejar aparat dan ingin dihabisi, dalam Mercury Rising. Kemudian ada Haley Joel Osment yang berperan sebagai Cole Sear, anak lelaki yang memiliki kemampuan melihat orang-orang yang sudah meninggal dalam The Sixth Sense. Dengan kehadiran Miko dan Haley membuat saya tidak pernah bosan menonton dua film ini. Kalau boleh ditambahkan, saya juga terkesan dengan akting Bruce dalam Unbreakable (2000) sebagai David Dunn, orang yang tak pernah merasakan sakit sekalipun dalam hidupnya.
Bukan soal Bruce Willis, tapi soal film terbarunya Surrogates. Surrogates, sebenarnya mengacu pada (menurut saya secara sederhana) keterwakilan dalam proses kelahiran. Jadi mirip adopsi pra kelahiran (atau mungkin pra kehamilan). Di AS sendiri, surrogates macam ini berkembang dan tumbuh secara legal di beberapa negara bagian. Pasangan yang tidak memiliki anak tetapi ingin memiliki anak tinggal "membeli" kehamilan pasangan lain. Dengan jumlah dollar yang kemungkinan sangat besar nominalnya, banyak wanita rela mengandung anak yang dia tahu akan dia serahkan kepada orang lain, meski itu hasil hubungan sah dengan sang suami (http://www.newsweek.com/id/129594).
Pada film Bruce terbaru, keterwakilan itu menjelma dalam bentuk robot-robot yang beriteraksi satu sama lain mewakili pemiliknya. Sang pemilik tinggal membeli robot pengganti dan mengoperasikannya di rumah, kemudian sang robot akan beraktifitas, beriteraksi seperti manusia pada umumnya. Di masa depan, dalam film ini, robotlah yang bekerja dan bergaul, sedangkan pemilik tinggal dirumah bercelana kolor. Robot-robot ini tentu saja tahan lama, sehingga apa yang diinginkan pemilik (secara fisik) bisa tercapai. Robot-robot ini terlihat gagah, cantik, seksi, semampai...suatu hal yang menjadi pencitraan tentang manusia sempurna. Melalui robot, manusia bisa menyembunyikan ketidaksempurnaan secara fisik. Sang pemilik juga bisa menyembunyikan perasaan dan emosi jiwa yang muncul. Robot-robot inilah yang juga kemudian mewakili pergaulan dan interaksi manusia.
Jauh sebelum era robot rekaan ini akan terjadi, keterwakilan manusia dalam pergaulan belakangan juga telah muncul. Banyak sekali situs jejaring sosial yang memfasilitasi hal tersebut. Friendster, MySpace, Multiply dan banyak lagi. Terakhir yang fenomenal adalah Facebook dan Twitter. Bahkan tidak hanya itu saja, beberapa orang menganggap eksistensi diri di dunia maya menjadi sangat penting. Hingga jika menemukan orang yang tidak memiliki akun di jejaring sosial dunia maya akan ditanyakan "Kemane aje looo???". Ya...eksistensi dan pola hubungan antarmanusia bergeser dari interaksi fisik menjadi interaksi maya alias buatan.
Orang yang punya keterbatasan psikologis dalam pergaulan menjadi berani bergaul lewat dunia maya. Orang yang minder, kurang percaya diri, punya krisis emosi bisa menjelma menjadi orang yang menyenangkan, orang yang mudah bergaul dan bicara di internet. Semua karena fisik dan emosi bisa diwakilkan lewat internet. Begitu juga sebaliknya, ada yang berperilaku tidak etis, padahal sesungguhnya dalam kehidupan nyata dia begitu sopan. Mungkin karena berbuat tidak etis sangat dilarang dalam dunia nyata, maka orang tersebut memanfaatkan dunia maya untuk menyalurkan eksistensi dirinya. Situs jejaring sosial juga kemudian dimanfaatkan banyak hal. Berjualan online adalah hal yang paling banyak dilakukan. Kemudian membuat grup-grup diskusi di milis, Facebook, Twitter tentang suatu hal, dari positif sampai negatif, dari mendukung Prita sampai menghina calon presiden. Semuanya demi eksistensi diri yang tidak mungkin dilakukan di dunia nyata.
Dalam periode waktu dimana semuanya serba online, maka akses ke internet menjadi kebutuhan utama, layaknya sandang-pangan-papan. Kebutuhan akan akses internet yang mobile menjadi kebutuhan sandang, kebutuhan utama warga di kota-kota besar agar keterbatasan hubungan fisik bisa diwakili lewat dunia maya. Dan belakangan, fenomena Blackberry membuktikan hal itu. Bagaimana gadget buatan Kanada ini menjadi trend di kota besar karena menawarkan online 24 jam 7 hari sebagai jualan utama. Otomatis, para mobile netter merasa mendapat saluran hasrat untuk tetap konek dan berinteraksi...
Kapan ya saya bisa beli Blackberry?
Tag: bruce willis
Terkait:
-
THE COLD LIGHT OF DAY : A NOT SO BAD PUBLIC FRAUD
Rabu, 25 Apr '12 04:09 -
RED - Resensi Film: Aksi Keren Bintang Gaek
Senin, 15 Nov '10 12:31 -
RED (2010)
Sabtu, 23 Okt '10 00:23
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Informatif
-
JuliaJessicaJennifer: Informatif
-
oksbangs: Informatif
-
discobabe: Informatif
Komentar:
penjual nasi kucing di angkringan aja sekarang ikut nge-tweet setelah punya Beyond, hp China yg logonya mirrriiiip bgt ama BB, cuma titik2nya kurang satu
eh, terus apa hubungannya komen gue sama film?
nanti gue bikin deh, film ttg smartphone for Jakartans
Eh..tapi di gramedia kemaren ada novel ttg blackberry gitu dan kata-kata disampulnya akan di layarlebarkan...ada info?
film bruce wills paling suka cuman di Armageddon
Silahkan login untuk memberikan pendapat