Strategi Film Maker Mensukseskan Filmnya 12
Selasa, 4 Mei '10 15:40
29 April 2010 dua film nasional mulai tayang bersamaan "Taring" dan "Akibat Pergaulan Bebas" hingga tulisan ini di buat. "Taring" mengadakan Press Screening dan Perss Confrence kepada media. Sedangkan "Akibat Pergaulan Bebas" hanya mengadakan nonton bareng.
"Taring" mengandalkan Sutradara ternama Rizal Mantovani dan para bintang-bintang seksi dan terkenal seperti Fahrani Empel, Rebecca, Shinta Bachir, dan Dallas Pratama. "Akibat Pergaulan bebas" mengandalkan sutradara Nayato dengan bintang-bintang baru seperti Uli Auliani, Sabai Mortchek, Smitha Anjani, Leylarey Lesessne, dan Samuel Zyglin.
"Taring" bergenre sensualitas dan horror, dan memiliki sasaran bagi penonton dewasa. Sedangkan "Akibat Pergaulan Bebas" bergenre sensualitas, pergaulan remaja dan thriller, dengan sasaran pemirsa dari kaum muda-mudi, tentunya harus 17thn. Walau yang dibawah itu petugas bioskop tutup mata.
Tapi kesuksesan dari sinema "Akibat Pergaulan Bebas" adalah karena berhasil menggaet bintang-bintang baru yang masih ABG. Kelebihan mereka pada teknologi FB (FaceBook) dan Twitter. Begitu gencar dan aktifnya mereka para aktris dan aktor muda sehari-hari menggunakan media sosial network tersebut membuat hari-hari berikutnya para pemirsa hampir memenuhi bioskop tanah air.
Para pengikut bintang muda ini memang tidak sedikit. Follower mereka bisa mencapai puluhan ribu dari seorang bintang. Dan sehari-hari obrolan mereka di twitter secara tidak langsung sudah mempromosikan film mereka sendiri.
Dibandingkan bintang yang sudah terkenal, mereka juga menggunakan kedua media tersebut. Tapi hampir tidak ditemui percakapan mereka tentang filmnya. Hanya sang produser Sunil Samtani saja yang berusaha mempromosikan filmnya.
Patut dicontoh langkah yang diambil Firman Bintang sang produser Akibat Pergaulan Bebas dalam menggarap filmnya itu sudah dipikirkan dari jauh hari. Pemilihan casting terhadap bintang-bitangnya cukup efektif dan sukses. Judul membuat heboh dimasyarakat, tapi membangkitkan keingintahuan yang tinggi bagi pemirsa. Promosi secara tidak langsung dari sosial network.
Bagi para aktor muda tersebut bukan masalah bagi mereka membantu promosi secara tidak langsung demi pamor mereka, pemikiran produser cukup cemerlang, namun tanpa disadari kualitas cerita dan akting para bintang muda itu masih tetep dipandang sebelah mata para senior mereka yang kesulitan mendapatkan dana untuk membuat film. Nah bagi yang telah meraup untung apakah mau menggarap sebuah film yang berkualitas?
Tag: film
Terkait:
-
The Cherry Project
Rabu, 2 Mei '12 07:44 -
1208 pengunjung ikut meramaikan Malang Film Festival 2012
Selasa, 10 Apr '12 03:18 -
Zhendy Zain: Film Ini Mengubah Hidup Saya
Kamis, 29 Mar '12 15:10
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
sabai: Mencekam
-
jamur: Mencekam
-
kniwe: Mencekam
-
raditherapy: Informatif
-
Rijon: Mencekam
-
takdir syahbana: Informatif
-
Taruma: Informatif

Komentar:
Mari kita tanya Galileo...
dah jadi hukum alam ngga ada orang yang bisa lawan nafsu birahi, tapi sayang seleranya ngga banget karena cari pelampiasan lewat nonton film murahan di bioskop..
trilogi G4UL dari nayato
Silahkan login untuk memberikan pendapat