Noriko's Dinner Table (2007) Review 8

Rabu, 28 Apr '10 16:53

Dari luar, Noriko memang masih terlihat seperti anak remaja" lain secara umum. Tapi didalam lubuk hatinya, ia berjuang untuk mencari jawaban ditengah konflik batin dengan keluarganya. Demi pelarian Ia lalu bergabung dengan satu klub jejaring sosial di internet, disana ia bertemu dengan kawan" baru, salah satunya adalah Mitsuko. Karena merasa inilah jawabannya yang dia cari, Noriko lalu memutuskan untuk kabur dari rumah demi menemui Mitsuko yang ada di Tokyo. Satu hal yang dia tidak tahu, klub tempat dia bergabung nantinya akan menjadi awal cerita dari tragedi bunuh diri massal yang menewaskan 54 siswi di Stasiun Shinjuku.

Satu hal yang mau gw jelaskan adalah klo film Noriko's Dinner Table ini adalah bukan 100% film horror, tapi lebih ke sebuah film drama. Dan bagi gw jujur, buat ukuran film horror drama, adalah hal yang aneh klo gw bisa betah nonton film bergenre seperti ini, bahkan dengan durasi lebih dari 2 jam. Here's i will explain it why?

Film ini memiliki orisinalitas yang jarang gw temuin di film" yang gw tonton belakangan ini. temanya mungkin bisa ditemui dikehidupan sehari". Tapi intinya ga sesimple itu, sebuah penjelasan dari bagaimana proses metafora Noriko mencari jawaban dari konflik batin yang dialaminya dengan keluarga menjadi satu daya tarik kuat di film ini. Jadi adalah hal yang menarik melihat bagaimana perubahan Noriko bisa menjawab mungkin ga semuanya tapi beberapa dari teka teki yang ada di Suicide Circles.

Dari segi pengambilan gambar, film ini masih sama seperti film" jepang pada umumnya. tapi untuk urusan akting ternyata bisa dibilang lumayan bagus, meskipun secara mayoritas film ini cuma berisi narasi tapi performa dari masing" pemeran bisa membuat satu ciri khas tersendiri. terlebih Yuriko Yoshitaka yang memerankan Yuka adik Noriko berhasil membuat karakter yang diperankannya ga cuma sebagai pemanis cerita tapi juga menjadi andil penting dari keseluruhan cerita.

Sama seperti Suicide Circles, film ini secara ngga langsung memberikan pesan kepada penontonnya supaya lebih bisa menghargai hidup dan mulai melihat orang" yang ada disekitarnya sebagai aset yang paling berharga. Mungkin cara yang diperlihatkan memang agak sulit dicerna, tapi setidaknya itu adalah usaha film ini memancing kita buat berpikir kesana.

Walaupun sebenarnya masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab, tapi secara overall gw puas. terlebih selain itu film ini juga berhasil menyuguhkan sesuatu yang baru, sesuatu yang diluar logika namun bisa diterima oleh akal sehat. Very enjoyable to watch..


Rating : 8.5 / 10



Tag: J-horror, Suicide Circle, Sion Sono

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sabai 0 0
iiiih... mau!!! nyari DVDnya dimana yah?
kayaknya mencekam abeees back to back!
Invictus- 0 0
sabai: susah dicari mungkin sis,

klo ada yang mau. bisa ke tempat gw buat copy file nya..
Sinmau 0 0
hahaha, gw selalu pengen tau bagaimana massive suicide dilakukan : D kayanya ketegangan film ini dimulai dari massive suicide itu...

*torrent activated hihihihi : D
Ramenoodle 0 0
susah banget dicari om jonap..
btw, kalo ni film direkomendasiin buat inafff 2010 bisa g ya ?
hehehehe : p
Invictus- 0 0
Ramenoodle: bukannya dah inaff cuma buat film" baru?
Ramenoodle 0 0
wah buat point terakhir yang enjoyable to watch kayaknya ngga sema orang bakal sependapat deh om.. gw ja baru nonton sampe chapter 4, 1,5 jam durasinya..
oiya..mo koreksi bole kan ? mumpung masi fresh..
disitu noriko a.k.a mitsuko nyari/ktemuannya sama ueno station 45 a.k.a kumiko..

: D
Ramenoodle 0 0
gw juga setuju disitu aktingnya si yuka juga bukan cuma "supporting" charcter.. : p
Invictus- 0 0
Ramenoodle : tergantung yang nonton juga sih, mungkin klo orang awam yang ga tahu maksud film surrealisme itu kaya gmn pasti geleng". tapi alasan gw enjoy nonton adalah karena film ini punya grip yang kuat..

Silahkan login untuk memberikan pendapat